TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Demofik: Merobek Al-Qur'an Bukti Kebodohan dan Kekalahan

Kembali terulang Islam di lecehkan di berbagai Negara, baik itu Negri muslim ataupun Negri kafir. Islam selalu menjadi bahan pelecehan dan kedzoliman dalam system kapitalis ini, di mulai dari melecehkan Al-Quran, Rasulullah Muhammad, Jilbab, Cadar , dan syariat Islam yang lain salah satunya Khilafah. Saat ini sebuah aksi pembakaran al Quran yg sistematis dilakukan dengan dukungan politisi  di swedia dan di norwegia.ini bukti bahwa islamophobia adalah penyakit sistematis masyarakat Barat yang sekuler. 

Ketegangan memuncak di Ibu kota Norwegia, Oslo ketika seorang pengunjuk rasa anti-Islam merobek-robek halaman-halaman Alquran. Kepolisian Norwegia sampai menembakkan gas air mata untuk memisahkan dua kelompok yang bentrok.

Sedikitnya ada 30 orang yang ditangkap polisi Norwegia. Akibat bentrokan itu, unjuk rasa anti-Islam di Oslo pada Sabtu (29/8) membuat acara itu diakhiri lebih awal dari jadwalnya. Seperti dilansir Deutsche Welle (DW) pada Ahad (30/8), unjuk rasa anti-Islam itu diorganisir kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN). Unjuk rasa berlangsung di dekat gedung parlemen Norwegia.(viva.co.id,30/08/2020).

Ironisnya, peristiwa ini memperoleh pembelaan dari Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg. Solberg menyebut aksi itu sebagai bentuk kebebasan berpendapat (cnnindonesia.com, 02/09/2020).

Meski Negara Barat menganggap tindakan ini melawan hukum, namun munculnya aksi sejenis ini menggambarkan kegagalan sistemik untuk  menjamin keadilan dan kebebasan beragama. Dan  aksi perobekan dan peludahan itu adalah bentuk kekalahan mereka dalam pembuktian kebenaran Al Quran. Allah bersabda di dalam Surat Al Baqarah ayat 23 disebutkan:

وَاِ نْ کُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ

"Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya"

Ayat ini turun ketika penduduk makkah tidak percaya bahwa apa yang Rasulullah sampaikan itu adalah firman Allah dan mengira apa yang Muhammad sampaikan itu perkataan orang arab dan karangan Muhammad semata. Allah menjamin bahwa Al Quran adalah benar-benar firman yang datang dariNya. Bagi yang meragukan kebenaran Al Quran, silahkan buat satu surat yang setara dengan Al Quran. Bisa merobek dan meludahi mushaf Al Quran bukan bukti bahwa dia telah mengalahkan Al Quran. Hal itu justru menjadi bukti kekalahan. Karena tantangan terhadap akal mereka hanya dijawab dengan aksi fisik rendahan yang hanya menjatuhkan martabat mereka sendiri.
Adapun “Pembelaan PM Norwegia Erna Solberg atas aksi unjuk rasa kelompok SIAN, yang dianggapnya sebagai bentuk kebebasan berpendapat sekali lagi menunjukkan kemunafikan demokrasi,” tegas Ustazah Pratma. Padahal, demonstrasi menentang Islam dan muslim yang terjadi di sejumlah negara Skandinavia bermula karena kegagalan negara-negara tersebut mengatasi  krisis migrasi Eropa sejak  2015.

“Namun Islamofobia yang telah mendarah daging pada bangsa Eropa menjadikan masalah itu menjadi isu diskriminasi dan saat ini semakin menjalar ke berbagai belahan dunia akibat ada dendam yang terpendam pada masa kehilafahan dulu, sehingga dalam kubangan demokrasi inilah mereka bebas melancarkan aksinya.
Allah pun menyampaikan dalam firmannya yang artinya: “…mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (TQS. Ali Imran [03] : 118).

Untuk itu kita butuh khilafah untuk menghentikan penodaan ajaran Islam ini, dan sebagai seorang muslim pula kita wajib pasang badan untuk membela agama kita. Dan dalam Menghentikan penodaan atas Islam tak boleh dengan perilaku apologetik, menampilkan Islam moderat sebagaimana yang mereka inginkan. Atau berhenti dengan mengutuk saja sebagaimana dilakukan oleh Kemenlu Turki.

Kekurangajaran berani dilakukan individu kafir, seperti yang di sampaikan Ustazah Pratma, karena memang posisi negri muslim saat ini tak ada yang mampu menjadi junnah, perisai yang melindungi muslim –orang per orang- sebagaimana perlindungan yang dilakukan Khilafah Islamiyyah.

Hanya karena seorang budak muslimah dari Bani Hasyim yang sedang berbelanja di pasar dilecehkan oleh orang Romawi, Khalifah al-Mu’tasim Billah menjawabnya dengan mengerahkan pasukan yang devilenya tak terputus dari gerbang Istana Khalifah di Kota Baghdad hingga kota Ammuriah (Turki) pada April, 833 Masehi. Setelah dikepung selama 5 bulan, Ammuriah ditaklukkkan, dan memakan korban 30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 ditawan.

“Itulah pembelaan hakiki atas kehormatan seorang muslim. Apalagi pembelaan atas Rasulullah Saw., Alquran dan kemuliaan Islam lainnya, pasti bakal ditunaikan secara tuntas dan paripurna oleh Khilafah Islamiyyah.[]

Oleh: Fitri Khoirunisa,A.Md
(Muslimah Ideologis Khatulistiwa)

Posting Komentar

0 Komentar