TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Darah Ulama itu Beracun



Radarlampung.co.id (13/09/2020) mewartakan bahwa pendakwah sekaligus ulama Syekh Moh Ali Jaber ditikam orang yang tak dikenal dengan nama Alfin Andrian. Peristiwa itu terjadi pada saat Syekh Ali sedang mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Minggu (13/9/2020) sore. Tiba-tiba saja Syekh Ali Jaber didatangi seorang pria kurus berbaju biru di atas panggung. Yang seketika itu juga langsung menghempaskan senjata tajam ke arah perut Syekh Ali Jaber, namun mengenai lengan atasnya.

Bukan kali pertama ini ulama' diserang oleh orang gila, sebelumnya juga pernah terjadi. Dua bulan lalu, sebelum penusukan terhadap Syekh Ali Jaber, penyerangan terhadap ulama juga terjadi di Pekanbaru, Riau. Korbannya adalah Imam Masjid Al Falah Darul Muttaqin. Ia ditusuk oleh jamaahnya menggunakan pisau saat memimpin doa usai salat Isya berjamaah, Kamis (23/7/2020) malam. Pelaku berinisial IM merupakan salah seorang warga yang sering dirukyah oleh Ustaz Yazid. Pelaku menikam korban sebanyak dua kali. Beruntung, Ustad Yazid Umar Nasution selamat dalam insiden tersebut. Jamaah melihat aksi penikaman tersebut langsung mengejar pelaku. 

Di tempat yang berbeda, tepatnya Bandung, pengurus Persis di Cigondewah, Bandung, Jawa Barat, H.R Prawoto meninggal dunia usai dianiaya oleh AM (45) tetangganya sendiri pada awal 2018 lalu. Dari pemeriksaan pelaku mengalami gangguan jiwa.

Di Lamongan seorang pria diduga gila menyerang seorang pengurus Ponpes Karangasem, Lamongan, Jawa Timur, bernama Kiai Hakam Mubarok pada Minggu (18/2/2018). Beruntung korban tak mengalami luka serius. Kejadian bermula saat pria tersebut tidur di pendopo Ponpes. Saat diminta untuk pindah, pria itu mengamuk dan menyerang korban. Dari hasil pemeriksaan, pelaku berinisial NT mengalami gangguan jiwa.

Di Tuban, seorang pria berinisial MZ (40) mengamuk di Masjid Baitur Rohim, Karangsari, Tuban pada Selasa (13/2/2018). Amukan pria itu dilatarbelakangi kekesalannya tak bisa bertemu dengan kiai yang diyakini bisa menyembuhkan penyakitnya.Pria itu merusak kaca masjid hingga hancur berkeping-keping. Dari hasil pemeriksaan dipastikan pelaku mengalami gangguan kejiwaan berat.

Lagi- lagi istilah orang gila yang dipakai dalam penyelesaian tindak kriminal kepada para ulama. Seolah-olah tidak ada alasan lain yang bisa dipakai dalam menjerat tersangkanya. Ada apa ini? apakah ada dalang di balik semua kejadian tindak kriminal yang ditujukan kepada para ulama? Tak takutlah kalian bahwa ulama adalah pewaris para Nabi?

Saat ini kita memang hidup di sistem yang tidak memanusiakan manusia. Lebih-lebih di rezim yang sangat dzalim ini. Yang mana setiap hari para petinggi negaranya bukan berpikir bagaimana cara menyejahterakan rakyatnya, tetapi sebaliknya selalu melakukan kedzaliman kepada rakyatnya. Tak luput juga kepada para Ulama. 

Saat ini para ulama yang dianggap tidak sejalan dengan pemerintah, tidak pro dengan kebijakan-kebijakan pemerintah akan mendapatkan perlakuan dzalim baik itu difitnah, dibui, dikriminalisasi, dipersekusi, bahkan bisa jadi sampai ke arah pembunuhan. 

Negara kita sedang sakit, sakit yang teramat parah. Negara kita di penuhi oleh pemimpin-pemimpin yang haus akan kekuasaan. Mereka akan melakukan apapun demi mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan itu, walaupun ulama yang harus jadi tumbalnya.


Ulama dan Khilafah

Ulama adalah pewaris para nabi.  Yang diwarisi adalah ilmu pengetahuan tentang hakikat kehidupan, baik hidup di dunia maupun di akhirat. Selama ulama ada, selama itu pula kehidupan manusia akan disinari oleh sinar pelita. Dan dengan itu manusia akan selalu mendapatkan petunjuk dalam hidup dan tidak akan salah dalam melangkah. Seperti hadist Rasulullah Saw : " Sesungguhnya ulama di bumi adalah seperti bintang- bintang di langit yang memberi petunjuk di  dalam kegelapan bumi dan laut. Apabila dia terbenam, maka jalan akan tampak kabur. " ( HR Ahmad ).

Ulama tidak pernah takut apapun karena dia mengakui hakikat hidup yang sebenarnya. Ulama gak pernah takut mati, sebab mereka tahu mati adalah pintu bertemu Allah SWT. Ulama harus tetap berpegang teguh pada posisi keulamaannya. Ulama pewaris para nabi, termasuk Rasulullah Saw yaitu untuk menegakkan tauhid dan hukum- hukumnya. Begitu juga tugas yang sama tentu menjadi tugas para ulama saat ini, yaitu membangkitkan umat menuju tegaknya kembali " izzul Islam wal Muslimin.

Sementara untuk membangkitkan umat adalah memberikan kesadaran dan membuka pemikirannya bahwa semua problem yang dihadapi umat saat ini berawal karena ketiadaan kehidupan Islam yang di dalamnya di terapkan syariah di bawah kepemimpinan seorang Khalifah.

Oleh karena itu ulama harus berdiri di garda terdepan. Karena mereka yang paling paham tentang kewajiban menegakkan khilafah, mereka tahu bagaimana sistem khilafah, dan dampaknya ketika ada dan tidak ada khilafah. Wallahu a'lam bi shawwab.[]


Oleh : Fitriah Kurniawati, Amd.Kep
Praktisi kesehatan 

Posting Komentar

0 Komentar