TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Dakwah Khilafah Membahagiakan Umat

Bertemu dengan jamaah yang mendakwahkan khilafah adalah momen paling membahagiakan dalam hidup. Melalui dakwah para aktivis Islam tersebut, penulis memahami ajaran Islam yang kaffah. Islam adalah way of life. Dari mereka pula penulis menyadari urgensi serta kewajiban menegakkan khilafah. Bergetar keimanan ini. Ternyata kesempurnaan dan keagungan Islam itu nyata.

Wujud Kesempurnaan Islam

Allah swt berfirman dalam Alquran: “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Alquran) sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk dan rahmat serta kabar gembira  bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Nahl: 89)

Al-Hafizh Ibnu Jarir ath-Thabari dan ulama lainnya dalam kitab-kitab tafsir Alquran mengatakan bahwa kalimat tibyanan likulli syay’ dalam Alquran surat al-nahl ayat 89, yang bermakna “sebagai penjelasan atas apa-apa yang dibutuhkan oleh umat”; mengetahui halal haram, pahala dan siksa, hukum-hukum, serta dalil-dalil, menegaskan kesempurnaan Islam (Muhammad bin Jarir Abu Ja’far al-Thabari, dalam Irfan Abu Naveed dan Yuana Ryan Tresna, h. 20).

Banyak sekali ayat-ayat Alquran lainnya maupun hadis Nabi, yang menunjukkan kesempurnaan serta lengkapnya ajaran Islam dalam mengatur kehidupan manusia. Sehingga dirumuskan defenisi Islam oleh para ulama. Salah satunya al-Syaikh Taqiyuddin al-Nabhani dalam kitab-nya Nizham al-Islam, “Islam adalah din yang Allah turunkan kepada Sayyidina Muhammad saw, untuk mengatur hubungan antara manusia dengan Pecipta-Nya, dirinya sendiri dan sesama manusia. 

Hubungan manusia dan Pecipta-Nya mencakup akidah dan peribadahan-peribadahan; hubungan manusia dengan dirinya sendiri mencakup akhlak, makanan dan pakaian; hubungan manusia dengan sesama manusia mencakup muamalah dan hukum-hukum persanksian. Maka Islam adalah ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan”.

Dengan kata lain ajaran Islam mengatur invidu, masyarakat dan negara. Negara adalah pemeran utama dalam mengurus urusan umat (perpolitikan), agar seluruh ajaran Islam bisa terlaksana. Imam Ghazali menegaskan, “Al-Din itu asas dan penguasa itu penjaganya. Apa-apa yang tidak ada asasnya, maka ia akan roboh; dan apa-apa yang tidak ada penjaganya, maka ia akan hilang.”

Rasulullah saw bersabda: “Adalah Bani Israil, urusan mereka diatur oleh para nabi. Setiap seorang nabi wafat, digantikan oleh nabi yang lain. Sesungguhnya tidak ada nabi setelahku, namun akan ada para khalifah yang banyak.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, al-Baihaqi)

Inilah salah satu hadis yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin dalam Islam. Dalam hadis itu Rasulullah saw menyebutnya khulafa (jamak dari al-Khalifa), pasca beliau wafat. Al-Khalifa berasal dari kata khalafa yang bermakna “pengganti”. Istilah khalifah secara syar’i digambarkan para ulama sebagai al-imam al-A’zham (kepemimpinan agung). Prof. Dr. Rawwas Qal’ah Ji dalam Mu’jam Lughat al-Fuqaha menjelaskan: “Khalifah adalah seorang yang memegang tampuk kepemimpinan umum bagi kaum muslim: pemimpin tertinggi bagi Negara Islam.”

Jika khalifah adalah sosok pemimpin dalam Islam, maka istilah khilafah melengkapinya. Khilafah adalah sistem kepemimpinan politik Islam. Imam Ibnu Khaldun menggambarkan dalam muqaddimah-nya: “Khilafah adalah pengaturan seluruh rakyat sesuai dengan aturan syariat Islam demi merealisasikan kemaslahatan dalam urusan akhirat maupun dunia, yang kembali kepada kemaslahatan akhirat mereka”.

Khilafah Ajaran Islam, Penting dan Dibutuhkan

Sebagai bagian dari ajaran Islam, khilafah wajib dilaksanakan. Dalam kitab Rawdhah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, Imam an-Nawawi menyatakan: Pasal Kedua tentang Kewajiban Adanya Imamah (Khilafah) dan Penjelasan tentang tata caranya: Umat harus mempunyai seorang imam (khalifah) yang menegakkan agama; membela Sunah; dan membela hak-hak orang yang dizalimi, menunaikan hak-hak, dan menempatkannya pada tempatnya.

Syekh Taqiyuddin An-Nabhani menyampaikan bahwa mendirikan negara (Khilafah) adalah fardu kifayah, fardu bagi seluruh kaum muslimin. Ini merupakan sesuatu yang pasti dan tidak ada pilihan dalam rangka menegakkannya. Mengabaikan pelaksanaannya merupakan kemaksiatan yang paling besar dan Allah akan mengazab dengan azab yang amat pedih. (Nizhamul Hukmi fil Islam, 1994).

Benarlah apa yang dijelaskan oleh para ulama. Khilafah adalah kewajiban yang bisa membawa kemaslahatan di dunia dan akhirat. Dengannya kaum muslimin bisa taat secara total. Dengan khilafah kedudukan Islam dan kaum muslimin dapat berdiri tegak. Dengan khilafah terpenuhi hak-hak manusia. 

Terpenuhi kebutuhan ekonomi, pendidikan dan kesehatan mereka. Dengan khilafah terwujud keadilan, dimana hukum-hukum Islam menempatkan manusia setara. Dengan khilafah terjaga jiwa, harta dan kehormatan manusia. Kisah hidup khulafaur rasyidin cukup menggambarkan bagaimana pengurusan, loyalitas dan perlindungan khalifah pada rakyatnya. Takutnya para khalifah para pertanggungjawaban dihadapan Allah swt, membuat diri ini terharu.

Lihatlah hari ini, ketiadaan khilafah menimbulkan keberanian penjajah barat untuk menghinakan Islam dan umatnya. Kesejahteraan umat terabaikan. Kriminalitas merajalela. Kerusakan akhlak marak. Berbagai kerusakan makin hari makin bertambah, menyesakkan dada. Makanya penulis prihatin sekali kepada pihak-pihak yang menolak dakwah khilafah. 

Satu demi satu muslim tercerahkan dengan dakwah mengajak kembali pada syariah dan khilafah. Kemenangan itu makin dekat, namun para pembenci tetap saja bersikukuh menolak kebenaran. Mereka tetap bertahan pada alasan yang sebenarnya lemah dihadapan Allah swt. Penulis berharap semoga Allah swt segera mendatangkan pertolongannya dengan tegaknya khilafah. Semoga hati para pembenci khilafah dilembutkan oleh Allah swt. Aamiin.[]

Oleh: Eva Arlini, SE

Posting Komentar

0 Komentar