TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Dakwah itu Wajib, Tidak Perlu Sertifikasi



TintaSiyasi.com-- "Dakwah wajib dalam Islam. Umat muslim bertanggung jawab kepada saudaranya dan segenap umat manusia. Meskipun, berbenturan dengan urusan pribadi atau apa pun, dakwah tetap wajib. Tetap mengajak umat kepada kebaikan untuk mengimani Allah SWT atau amar ma'ruf nahi munkar," ungkap Aktivis 98 Agung Wisnuwardana dalam Bedah Kaffah Online "Dakwah Itu Wajib, Tak Perlu Sertifikat" Edisi 158 di Youtube Khilafah Channel, Sabtu (12/09/2020).

Menurutnya, sertifikasi penceramah dan program penceramah bersertifikasi tentu berbeda pengertiannya. "Sertifikasi penceramah digunakan untuk peningkatan kapasitas penceramah sedangkan program penceramah bersertifikasi ini dibentuk dengan arahan dari Kemenag (Kementerian Agama) untuk mencegah radikalisme, yang nantinya akan menimbulkan banyak kekhawatiran," jelasnya.

Beliau menyampaikan, MUI melalui Sekretaris Jendral Dr. H. Anwar Abbas menyatakan menolak dengan tegas program tersebut, setelah ada wacana MUI akan ikut menentukan program penceramah bersertifikasi ini. 

Menurut beliau, penolakan MUI tentunya dengan berbagai kekhawatiran sebagai berikut. Pertama, kebijakan ini dimanfaatkan kalangan tertentu guna meredam ulama yang tidak sejalan. Ulama yang tidak bersertifikat dianggap radikal atau tidak sejalan dengan rezim.

Kedua, muncul keterbelahan di tengah masyarakat yang bisa menimbulkan kebencian atau stigma negatif. Ketiga, membatasi gerak dakwah. Misalnya, masjid akan diintervensi untuk tidak menggunakan penceramah yang  tidak  diinginkan rezim.

Menurutnya, menjadi pengemban dakwah tidak perlu sertifikasi. Ia menduga, program ini sebenarnya  untuk mengaburkan ajaran Islam dan mengutamakan moderasi ajaran Islam atau untuk menghilangkan yang tidak sesuai dengan sekularisme dan mengambil yang sesuai dengan sekularisme. 

"Dakwah Islam itu wajib. Jika manusia ingin meninggalkan kewajiban, tinggal diberi dua pilihan saja. Mau berdakwah, atau diazab dan doanya tidak di kabulkan Allah? Selain itu, Allah juga akan memunculkan penguasa yang berbuat jahat yang tidak menyayangi kaum muslimin," pungkas beliau.[]

Reporter: Sonia Padilah Riski
Editor: Ika Mawar

Posting Komentar

0 Komentar