TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Bila Mapel Sejarah Dihilangkan, Itu Kemunduran Kurikulum

Foto: Moeflich Hasbullah


TintaSiyasi.com-- Rencana Kemendikbud yang menjadikan sejarah bukan pelajaran wajib lagi di SMA mendapat tanggapan dari berbagai pihak termasuk sejarawan UIN SGD Bandung Moeflich Hasbullah.

"Kalau dihilangkan itu masalah besar. Kemunduran sebuah kurikulum," tuturnya pada TintaSiyasi.com, Sabtu (19/09/2020).

Selain itu, ia pun menyatakan ada plus minusnya bila Mapel Sejarah dihilangkan. Pertama, kurikulum yang bebannya berat sudah menjadi masalah yang lama, jadi perampingan kurikulum itu sebuah langkah yang bagus. 

Kedua, sejarah akan diminati betul-betul oleh siswa-siswa yang berminat karena pada faktanya tidak semua siswa menyukai sejarah. Ketiga, banyak siswa SMA yang justru minat belajar sejarah ketika dipaksa belajar sejarah. Apa karena pelajarannya menarik, gurunya menarik atau ada minat terpendam, dia senang sejarah ketika dipaksa belajar sejarah dia jadi suka sejarah.

"Kalau generasi penerus tidak paham sejarah, ini yang bahaya," pungkasnya.[] 

Reporter: Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar