TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Bahaya Mengincar Kebangkitan Islam di Balik Teror Penguasa Bernama Radikalisme




Semakin ke sini geliat ketakutan rezim semakin menjadi dengan kebangkitan Islam yang semakin terlihat di Indonesia,  kebangkitan yang di inginkan oleh ummat Islam yang rindu akan penerapannya untuk mengatur kehidupan.  Ketakutan penguasa ini semakin membabi buta ketika penayangan film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN) yang mengangkat fakta sejarah jejak khilafah di Nusantara,  film pun akhirnya di banned berkali-kali. 

Saat ini yang terjadi pemerintah membuat statmen yang Menyatakan khilafah bukan ide yang dilarang, namun pelakunya dilarang menjadi ASN, dicap radikal dan dicekoki dengan Islam versi rezim melalui dai bersertifikat. Semua ini menegaskan kebijakan  Kemenag makin ngawur.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meminta kepada seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan untuk tak menerima peserta yang memiliki pemikiran dan ide mendukung paham khilafah sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ia juga meminta agar masyarakat yang mendukung ide khilafah untuk tak perlu ikut bergabung sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Pemikiran seperti itu [khilafah] enggak usah diterima di ASN. Tapi kalau sudah diwaspadai sebaiknya enggak masuk ASN," kata Fachrul dalam webinar 'Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara' di kanal Youtube Kemenpan RB, (CNN Indonesia,Rabu, 02/09/2020)

Fahrur Razi sebagai leading sector penanganan radikalisme agama, kemenag makin Nampak menyerang Islam dan memojokkan pemeluk Islam yang taat syariat. Kenapa bisa demikian, ini yang perlu kita tanyakan, sebenarnya negara kita saat ini di rezim ini sebenarnya berada di bawah kekuasaan siapa??  Kenapa mereka begitu takut dengan ajaran Islam,  dan mengapa mereka begitu kukuh Ingin menutupi sejarah Islam yang sebenarnya di Indonesia. Dari film JKDN yang kita tonton bersama pada tanggal 1 Muharram 1442H atau 20 Agustus 2020 lalu, tidak ada sedikitpun jejak penyiksaan dan kesedihan atas penerapan Islam di Indonesia,  yang kita dapati bahwa Khilafah memberikan kehidupan baru yang lebih baik, lebih memuliakan manusia dan melahirkan sosok pemimpin dan raja yang Berakhlak mulia taat pada Allah SWT. 

Sungguh agenda deradikalisasi ini hanyalah kedok belaka yang di buat pemerintah untuk menutupi dan menghambat penegakan kembali Khilafah yang di rindukan oleh seluruh umat Islam yang menginginkan kesejahteraan dan ingin melaksanakan ketaatan yang sempurna dengan menerapkan aturan Allah Sang Pencipta. Sehingga mereka menghalalkan segala cara salah satunya melarang ASN yang memperjuangkan khilafah untuk mengikuti tes dan memecat ASN yang memiliki pemahaman Khilafah,  sungguh cara yang licik dan tak sesuai dengan penerapan pancasila yang mereka koar-koarkan. 

Harus kita fahami bahwa Khilafah adalah bagian penting dari Islam. Tak ada ikhtilaf di kalangan ahlul ‘ilmi tentangnya. Dan bahwa Khilafah merupakan fardhun wa wa’dun (wajib hukumnya dan telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya).

Khilafah adalah ajaran Islam yang dalilnya terserak dalam sumber-sumber syariat. Baik Alquran, Sunah, Ijmak sahabat, maupun Qiyas. Tidak ada alasan kita untuk menolak khilafah,  kecuali mereka yang berasal dari golongan iblis berwujud manusia.[]

Oleh : Fitri Khoirunisa, A. Md
Muslimah Back To Muslim Identity Comunity Pontianak

Posting Komentar

0 Komentar