TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Bahagia Dunia Akhirat dengan Syariat



Setiap insan berakal pastinya sangat mendambakan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat misalnya pasangan hidup yang shalih/shalihah, anak-anak yang menyejukkan pandangan, tetangga yang baik dan peduli, teman yang baik, rumah dan kendaraan yang nyaman, segala fasilitas umum yang layak dan memadai, dan sebagainya. Segala kebahagiaan hidup tersebut membutuhkan upaya untuk merealisasikannya.

Pasangan hidup (suami dan para istri) serta anak-anak yang shalih-shalihah akan terlahir dari pendidikan keluarga yang shalih, masyarakat yang senantiasa peduli terhadap masa depan generasi, serta negara yang menyelenggarakan sistem pendidikan Islam dan bertanggung jawab penuh terhadap rakyatnya.

Calon orang tua yang shalih akan terlahir dari sinergisitas keluarga, masyarakat dan negara. Rumah dan kendaraan yang nyaman, makanan yang halal dan thoyib akan mudah terealisasi oleh kepala keluarga yang mencari nafkah yang telah disediakan oleh negara atau karena karunia Allah SWT yang berupa rizki dari warisan, hadiah karena doa-doa hamba Allah yang ikhlas dan shalih. 

Begitu pula dengan adanya fasilitas-fasilitas umum seperti layanan kesehatan yang layak dan terjangkau ataupun gratis, transportasi yang nyaman dan memadai, keamanan yang terjamin, media informasi dan komunikasi yang lancar, mudah dan murah, jaminan ketenangan dalam beribadah dan sebagainya. Semua itu akan terwujud jika terdapat kolaborasi yang sinergis berbagai pihak yang dikoordinasi oleh negara.

Allah SWT tak hanya memerintahkan hambaNya untuk berdoa atau berharap datangnya kebaikan dunia dan akhirat. Akan tetapi Allah SWT memerintahkan hamba-hambaNya untuk berikhtiar menciptakan lingkungan kehidupan yang terbaik dan nyaman dengan menggunakan kemampuan dan potensi akal untuk mengupayakan dan mengembangkan berbagai fasilitas hidup. Karena semua itu termasuk dalam wilayah manusia dimana manusia bisa mengupayakannya. Adapun doa yang manusia panjatkan kepada Allah SWT termasuk upaya mendekatkan diri kepadaNya demi meraih cintaNya dan Allah SWT memberikan kemudahan kebaikan dalam hidup.

Kebahagiaan dunia dan akhirat bagi seorang muslim adalah terlaksananya seluruh syariat Islam dalam kehidupan. Kebaikan di dunia berupa kehidupan yang layaknya di surga, sejahtera, tentram dan aman. Syariah Islam yang rahmatan lil alamin akan membawa kebaikan untuk seluruh makhluk tak hanya manusia saja. 

Alam akan terjaga dan memberi manfaat bagi manusia, hewan dan tumbuhan. Kandungan bumi, lautan dan udara akan membawa kemudahan, kecukupan dan kemakmuran jika dikelola sesuai syariah. Syariah akan menyatukan beragam suku, ras, etnis, bangsa sehingga tercipta kerukunan, kesantunan, beradab dan sejahtera. Inilah gambaran kehidupan layaknya surga yang dipenuhi kebaikan.

Kehidupan dunia yang tertata dengan syariat Islam akan menciptakan individu, masyarakat, umat, pemimpin dan bangsa yang bertakwa. Hal ini disebabkan oleh pemahaman semua pihak tersebut akan perannya sebagai hamba Allah SWT yang harus tunduk kepada seluruh syariatNya. Kesungguhan menjalankan syariat Allah akan mendapatkan balasan surga. 

Allah SWT berfirman dalam surat an Nahl ayat 31 yang artinya " (Itulah) surga-surga 'Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di dalam surga itu mereka mendapat segala yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa." Gambaran kenikmatan surga dan kebahagiaan para penghuninya telah banyak dijelaskan di berbagai surat dalam Al-Qur'an. 

Syariat Islam didominasi hukum-hukum yang mengatur urusan umat manusia (politik) yaitu bagaimana sistem pemerintahan melaksanakan berbagai pelayanan untuk tegaknya syariat Allah (baik terkait keimanan dan perbuatan). Dalam hal keimanan, negara wajib menjaga akidah umat dari pengaruh ideologi kufur, pendangkalan dan penyesatan akidah. 

Misalnya, negara akan mengawasi dan memberikan sanksi ketika muncul warga negara yang mengaku sebagai nabi baru, mencegah masuknya paham sekuler, liberal, sinkretisme, pluralisme dan sebagainya. Karena paham yang menyesatkan akidah akan mengganggu kehidupan bermasyarakat. 

Ketika akidah Islam telah tertanam kuat dalam setiap individu warga negara, maka akan menghasilkan individu yang bertakwa dan berakidah kuat. Inilah modal dasar membentuk individu yang shalih. 

Individu yang shalih akan senantiasa memperhatikan setiap perbuatan agar sesuai syariah. Misalnya memperhatikan halal dan thoyib ketika memilih dan mengkonsumsi makanan, menggunakan pakaian yang syar'i, menjaga kehormatan dan berperilaku mulia. Individu yang shalih akan menghasilkan kualitas keluarga yang shalih dengan mendidik seluruh anggota keluarga menjadi shalih. 

Dari pembentukan keluarga yang shalih akan tercipta pemimpin yang shalih yang senantiasa hanya takut kepada Allah sehingga selalu mengedepankan kepentingan umat, melindungi umat dari keburukan, amanah, terbiasa menyampaikan dan menerima nasihat, mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan petunjuk Allah SWT.

Penerapan syariat Islam yang sempurna dalam berbagai bidang akan menciptakan layanan publik yang berkualitas dan mensejahterakan rakyat. Setiap individu dan masyarakat akan mudah memenuhi kebutuhan hidup mereka. Negara akan menjamin kebutuhan warga yang tak mampu  dan tak memiliki kerabat. 

Penerapan ekonomi Islam menghasilkan distribusi kekayaan yang adil, mencegah terjadinya kecurangan dan keserakahan sejumlah orang, mewujudkan negara yang mandiri dan berdaulat tanpa campur tangan asing.

Penerapan sistem pergaulan Islam akan menciptakan masyarakat yang bersih dari pergaulan bebas dan berbagai tindak kriminal seksual lainnya. Kehormatan perempuan dan anak-anak akan terjaga. Keharmonisan laki-laki dan perempuan akan tercipta.

Pelaksanaan sistem pendidikan Islam bertujuan mencetak generasi berkepribadian Islam, mencetak calon pemimpin yang baik bagi keluarga, masyarakat dan negara, menguasai ilmu pengetahuan dan terampil dalam ilmu kehidupan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tak akan terjadi krisis moral ataupun krisis kepemimpinan karena negara bersinergis dengan masyarakat dan individu untuk menyiapkan calon-calon pemimpin.

Penerapan syariat akan melahirkan pelayanan di bidang kesehatan yang berkualitas dan memuliakan. Layanan kesehatan yang menghargai nyawa setiap pasien, mengedepankan pelayanan bukan pemasukan. Negara tak hanya memberikan layanan dan fasilitas kesehatan yang berkualitas saja namun juga memberikan sejumlah uang dan bekal bagi setiap pasien agar lekas sembuh dan bahagia.

Gambaran kebahagiaan hidup dengan tatanan syariat bukanlah khayalan atau kisah dongeng belaka akan tetapi inilah fakta yang pernah terjadi di dunia ketika Islam memimpin dunia, diemban ke seluruh penjuru dunia melalui sebuah institusi yaitu Khilafah Islamiyyah.[]


Oleh: Nanik Farida Priatmaja

Posting Komentar

0 Komentar