TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Astaghfirullah, Aborsi Solusi Saat Kehadirannya Tak Dikehendaki



Sebuah klinik di Jl Percetakan Negara III, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus), digerebek polisi karena melakukan praktik aborsi. Klinik ini mempromosikan jasa aborsi melalui sebuah website klinikaborsiresmi.com.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/9/2020) mengatakan Polda Metro Jaya menggerebek klinik tersebut pada Rabu (9/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Ada 10 tersangka yang diamankan. Klinik ini beroperasi pada 2002-2004. Operasi klinik ini pun terhenti dan beroperasi kembali pada 2017. Untuk tarif yang dikenakan sekitar Rp 2 juta untuk mengaborsi janin berusia di bawah 5 minggu dan Rp 4 juta untuk janin yang telah berumur di atas 5 minggu. Dalam sehari klinik ini dapat meraup keuntungan 10 juta. (detiknews.com, 23/9/2020)

Saat ini, aborsi bukan lagi menjadi hal tabu di masyarakat. Bukan hanya ibu rumah tangga saja yang melakukan aborsi dengan alasan bocornya alat kontrasepsi tetapi juga kalangan remaja sebagai hasil perilaku sek bebas.

Tingginya angka aborsi menunjukkan bahwa liberalisasi seksual telah mewarnai kehidupan generasi. Fakta menunjukkan bahwa sek bebas semakin marak dilakukan oleh remaja Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian Guttmacher Institute yang dikutip Solopos.com, Senin (17/2/2020), diperkirakan terjadi dua juta aborsi di Indonesia setiap tahun. Hal ini disebabkan banyaknya wanita yang mengalami kehamilan tidak direncanakan sehingga memilih aborsi.

Hasil penelitian itu disusun berdasarkan sampel yang diambil dari sejumlah fasilitas kesehatan di enam wilayah Indonesia. Penelitian ini mengungkap ada 37 aborsi pada 1.000 wanita usia produktif bereproduksi (15-49 tahun) setiap tahunnya di Indonesia.

Aborsi paling banyak dilakukan wanita yang sudah menikah berusia 30-39 tahun dengan tingkat pendidikan SMA. Mereka yang melakukan aborsi mayoritas tidak pernah memakai alat kontrasepsi.

Dampak Penerapan Kehidupan Sekuler

Inilah buah penerapan kehidupan sekuler di negeri ini. Nyawa sudah tidak ada harganya demi kepuasan sek. Kehidupan sekuler telah menjauhkan aturan agama dari kehidupan. Karena itu kebebasan bertingkah laku menjadi pedoman hidup mereka tanpa memperhatikan halal haram ataupun berdosa atau tidak. Ditambah maraknya pornoaksi dan pornografi melalui media berhasil menjadi pemicu besar terjadinya perilaku manusia tersebut.

Sementara media sekuler yang telah dikuasai oleh para korporasi hari ini telah memanfaatkan generasi muda untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya di dunia digital. Media ini memproduksi konten-konten porno yang mudah diakses untuk dikonsumsi oleh generasi sebagai pengguna virtual terbesar.

Adapun negara justru memberi jalan mulus bagi para korporasi media ini. Karena itu, tak heran jika praktek aborsi di negeri ini sangat tinggi sebab liberalisasi sebagai buah dari penerapan kehidupan sekuler telah mengakar kuat sementara peran orang tua terhadap moral generasi sangat minim. Orang tua telah lalai mendidik anak.

Ideologi kapitalis juga memandang hubungan pria dan wanita dengan pandangan yang bersifat seksual semata bukan pandangan dalam rangka melestarikan jenis manusia.

Dengan demikian, masyarakat kapitalis akan berusaha menciptakan segala sesuatu yang dapat membangkitkan nafsu seksual dengan tujuan untuk memuaskan nafsu dan membebaskannya secara total. 

Alhasil, mereka dengan sengaja menciptakan fakta-fakta yang terindah dan pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual di depan pria dan wanita seperti cerita-cerita, syair-syair, buku-buku, film, sinetron dan lain-lain.

Karena itu, masyarakat kapitalis telah menjadikan produk-produk yang mampu membangkitkan nafsu seksual sebagai ajang bisnis untuk mendatangkan keuntungan besar meski dampaknya sangat buruk bagi generasi dan masyarakat. Mereka memanfaatkan media yang banyak diakses oleh umat khususnya generasi untuk membuat aplikasi-aplikasi, film-film, game dan tontonan-tontonan lain yang berisi konten-konten negatif.

Penggunaan media tanpa batas terutama sosmed di kalangan remaja terus di explore untuk memenuhi hasrat para kapital. Penguasa sendiri berlepas tangan dalam mengontrol media dan cenderung membiarkan para kapital memproduksi konten-konten negatif dan membiarkan masyarakat mengaksesnya dengan mudah.

Alhasil, nafsu seksual masyarakat akan mudah bangkit tanpa diimbangi dengan akidah yang kuat akan berujung pada free sex dan hamil diluar nikah hingga aborsi.

Daulah Islam Mencegah Adanya Aborsi

Islam di bawah institusi khilafah sejak awal mencegah terjadinya pelecehan hingga perkosaan dengan menetapkan perzinaan sebagai perbuatan kriminal. Bahkan mendekati zina pun telah dilarang sehingga segala sesuatu yang memicu terjadinya perzinaan akan ditutup rapat-rapat. Semua itu diwujudkan atas dasar pandangan khas dalam Islam tentang hubungan pria dan wanita.

Pertama, Islam memandang hubungan pria dan wanita bertujuan untuk melestarikan keturunan manusia hanya melalui ikatan pernikahan yang sah. Dalam kehidupan suami istri bukan pandangan yang bersifat seksual semata serta membatasi tolong menolong antara pria dan wanita dalam kehidupan umum.

Kedua, Islam telah melarang pria dan wanita berkhalwat, melarang wanita bertabarruj dan berhias di hadapan laki-laki asing atau non mahram. Sebab Islam menganggap adanya pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual pada suatu komunitas sebagai perkara yang dapat mendatangkan bahaya dan kerusakan. Semua ini dapat diwujudkan dengan dorongan ketakwaan pada setiap individu untuk senantiasa takut dan taat kepada Allah Swt.

Ketiga, khilafah wajib menyelenggarakan pendidikan berbasis akidah Islam yang mendukung pembentukan ketakwaan individu ini sehingga masyarakat menjadikan Islam sebagai tolak ukur perbuatannya.

Keempat, khilafah akan menerapkan sistem sosial Islam yang mendorong masyarakat melakukan pengawasan terhadap perilaku maksiat yakni beramar ma'ruf nahi mungkar. Sehingga setiap individu masyarakat tetap terjaga dalam ketaatan.

Kelima, khilafah juga berwenang mengawasi (mengontrol) media agar tidak dengan mudah menyebarkan konten-konten yang berbau pornografi, penayangan film, penerbitan buku dan majalah. Tayangan televisi dan internet akan diawasi melalui Departemen penerangan.

Keenam, khilafah mewajibkan negara memberlakukan hukum sanksi bagi pelaku kejahatan sesuai dengan hukum Allah yaitu pelaku perzinaan akan dirajam hingga mati bila ia sudah menikah, dijilid 100 kali bila belum menikah.

Sementara Islam mewajibkan penghormatan atas kehidupan meski pada janin hasil perkosaan. Pengecualian aborsi hanya pada kondisi tertentu yaitu demi menyelamatkan nyawa ibu atau pada kehamilan di bawah 40 hari.

Didalam alquran Allah Swt. berfirman yang artinya: 

"Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan, Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar."
(QS Al-Isra: 31)

Di negara khilafah tidak mungkin ada peluang bisnis haram seperti klinik aborsi. Sebab khilafah memiliki perangkat hukum komprehensif dalam mencegah maksiat dan menindak pelaku berdasarkan syariat Islam.[]

Oleh: Nabila Zidane
Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban


Posting Komentar

0 Komentar