TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Asri Supatmiati: Orang Terdekat yang Kita Sayangi dan Lindungi, Bukan Tempat yang Mudah Disakiti



TintaSiyasi.com-- Pakar Parenting Ideologis Bunda Asri Supatmiati menyayangkan kasus pembunuhan seorang anak gadis berusia 8 tahun yang dibunuh ibunya sendiri. “Nah, kenapa terjadi kriminalitas? Berarti keamanan dan kenyamanan sudah tidak dirasakan karena konflik-konflik kepentingan, percekcokan, pertengkaran, tidak harmonisnya keluarga. (Selain itu), karena menganggap keluarga itu adalah orang terdekat kita, sehingga mudah saja untuk menyakiti, padahal seharusnya dilindungi,” tuturnya pada TintaSiyasi.com, Sabtu (19/9/2020).

Menurutnya, karena memang keluarga itu adalah yang paling banyak berinteraksi antara anak dengan orang tua, interaksinya sangat intensif, sehingga ketika interaksi ini sering terjadi, maka konflik kepentingan pun juga rentan terjadi, sehingga ketika konflik ini tidak bisa diatasi, maka kriminalitas juga tinggi.

“Hingga terjadi pembunuhan dan sebagainya, padahal seharusnya orang terdekat itu adalah orang-orang yang kita sayangi. Nah, berarti ada masalah yaitu ada problem interaksi atau problem hubungan sosialnya yang tidak sehat, bahkan membahayakan,” ungkapnya.

Ia memaparkan, masalah interaksi inilah penyebab ada banyak kasus KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga), sampai terjadi kriminalitas seperti pembunuhan, perkosaan, pelecehan seksual yang terjadi dalam lingkup keluarga. “Padahal, keluarga baik keluarga inti maupun keluarga besar itu adalah tempat seluruh anggota keluarga mendapatkan keamanan, kenyamanan,” tambahnya.

Founder Komunitas Menulis ini juga menjelaskan, kasus-kasus pembunuhan banyak terjadi antar keluarga, misalnya di Amerika yang baru viral anak membunuh ibunya, di Indonesia sekarang, ibu membunuh anaknya, dan ini bukan kasus yang pertama.

“Di Indonesia sudah beberapa kali bahkan banyak sekali, kasus orang tua yang membunuh anaknya, atau pun sebaliknya anak membunuh orang tua, atau saling bunuh antar anak, dengan ipar, menantu, dan sebagainya,” contohnya.[]

Reporter: Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar