TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

APMI: Ali Baharsyah Ditangkap secara Paksa, Semena-mena dan Arogan

Foto: pembacaan pernyataan sikap Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Indonesia


TintaSiyasi.com-- Koordinator Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (APMI) Febi Rizki Rinaldi kecewa dengan sikap aparat yang menangkap rekan seperjuangannya Alimuddin Baharsyah dengan tidak patut dan bijak.

“Pasalnya, Bang Ali ditangkap secara paksa dengan semena-mena dan arogan. Seharusnya penangkapan paksa baru boleh dilakukan apabila sudah dua kali berturut-turut tidak hadir atas panggilan penyidik, sebagaimana disebut Perkap nomor 14 tahun 2012 pasal 36 ayat 1,” tuturnya saat menyampaikan Pernyataan Sikap Aliansi Pemuda dan Mahasiswa (APMI) setelah menghadiri sidang kasus Ali Baharsyah di depan Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Ia memaparkan, Bang Ali belum pernah dipanggil sekali pun untuk pemeriksaan secara patut, dan bijak, tetapi langsung ditangkap dan baru diperiksa serta diambil keterangan setelah ditangkap paksa. 

“Pada tanggal 13 April 2020, kuasa hukum Bang Ali yaitu LBH Pelita Umat  bersama puluhan ulama dan tokoh meminta kepada Mabes Polri untuk dilakukan penangguhan penahanan dan dijamin oleh puluhan ulama dan tokoh, bahwa Bang Ali akan kooperatif dan juga tidak akan kabur, tapi permintaan kuasa hukum Bang Ali dan puluhan ulama dan tokoh  tidak ditanggapi sama sekali,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, di sisi lain Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) mengeluarkan kebijakan melepas para tahanan dalam rangka pencegahan Covid-19. Menkumham Yahsona Loly mengatakan, ”hanya orang yang tumpul rasa kemanusiaannya, orang yang tidak mau membebaskan narapidana”.
 
“ Lantas,  di mana rasa kemanusiaan aparat dan rezim penguasa terhadap  Bang Ali yang belum diperiksa saja sudah ditetapkan status tersangka?” tegasnya.

Menurutnya, tindakan Cyber Polri mengungkap materi pornografi Bang Ali adalah perbuatan yang sangat keji dan biadab, karena tidak ada pasal pidana pornografi dalam surat perintah penyidikan, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan, surat penetapan tersangka, surat perintah penangkapan, surat perintah penahanan dan tanda terima barang bukti. 

“Wajar apabila kami menduga ada niat keji dan jahat aparat dan rezim, dan juga diduga  menyimpan agenda terselubung dalam penanganan kasus Bang Alimuddin Baharsyah, sebagaimana dibesar-besarkan  oleh kasus chat mesum terhadap Habibana Muhammad Rizieq Sihab,” tandasnya.[]

Reporter: Ika Mawar

Posting Komentar

0 Komentar