Apa Salah Khilafah?




Akhir-akhir ini diskursus tentang khilafah semakin ramai di dunia nyata dan Maya. Apalagi pasca premier film sejarah dokumenter #JKDN. Semakin banyak pihak yang membahas ide khilafah. Mulai dari kalangan mahasiswa, akademisi, pakar sejarah, budaya, hukum dan politik. Ada pihak yang kepo, pro dan kontra.

Berbagai pihak yang kontra menuding bahwa tidak ada jejak khilafah di Nusantara. Mereka masih meyakini kebenaran teori Gujarat. Bahwa Islam masuk ke Nusantara di bawa secara tidak langsung oleh para pedagang muslim dari India. Sehingga tidak ada hubungan Islam, Nusantara dan Khilafah di timur tengah pada masa lalu.

Ada lagi yang mengatakan bahwa raja ataupun sultan yang mengirim surat kepada Khalifah Bani Umayyah, Abbasiyah dan Utsmaniyah adalah dengan kapasitas bukan sebagai kekhilafahan. Mereka mengklaim bahwa tiga Bani yang pernah berkuasa adalah monarkhi. Adapun yang dinamakan Khilafah hanya sebatas masa Khulafaur Rasyidin saja. Yaitu khalifah Abu Bakr As-siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Ide khilafah juga dikaitkan sebatas ide ormas tertentu, bukan ajaran Islam. Selain itu ide khilafah juga dibenturkan dengan pancasila ideologi negara ini. Mereka mengkalim bahwa khilafah adalah ideologi.

Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, satu persatu tokoh mengkaitkan ide khilafah dengan bubarnya negeri kita tercinta, atau menjadikan Indonesia seperti Suriah dan tuduhan-tuduhan negatif lainnya.

Mereka menuduh jika khilafah tegak maka masalah akan lebih banyak, mulai dari intoleran, radikal, menolak kebhinekaan, memecah belah bangsa dan lain sebagainya.

Di sisi lain, mereka yang kontra dengan ide khilafah mengagungkan ide kapitalis demokrasi. Serta ide-ide turunannya, semisal sekulerisme, pluralisme, liberalisme dan ide-ide barat yang notabene tak ada landasan normatif, empiris dan historis.

Sumbangsih Khilafah pada Dunia

Sudah sejak lama umat Islam mempelajari bahwa khilafah adalah ajaran Islam. Hal ini juga tercantum pada buku fiqih karangan ulama terkemuka H. Sulaiman Rosyid. Buku ini sangat terkenal dan mudah dijumpai di toko-toko buku islami. Bahkan sebagian pondok pesantren juga mengkaji buku ini secara khusus. Dalam buku tersebut bab imamah atau khilafah terdapat pada bab terakhir. 

Bahkan pada buku Sejarah Kebudayaan Islam yang di kaji siswa Madrasah Aliyah kelas XII terbitan Kemenag sendiri mencantumkan bahwa khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Sebuah sistem pemerintahan yang diwariskan kepada para Khalifah.

Pada buku Tarikh Imam Suyuthi juga menuliskan sejarah masa kekhilafahan Bani Umayyah dan Abbasiyah. Beliau menyebutnya tetap sebagai sistem khilafah bukan kerajaan atau monarkhi. Adapun perbedaan dengan masa Khulafaur Rasyidin terlihat jelas dari mekanisme suksesi pengangkatan Khalifahnya yang melalui penunjukan. Tetapi satu metode yang tidak berbeda adalah baiat. Sehingga masa pemerintahan Bani Umayyah, Abbasiyah dan Utsmaniyah tetap disebut sistem Khilafah yang menerapkan hukum-hukum syari'at dalam semua aspek kehidupan.

Tidak ada perbedaan pendapat dikalangan imam empat mahzab terkait kewajiban menegakkan khilafah.

Semasa peradaban Islam gemilang dalam naungan khilafah selama kurang lebih 13 abad. Seluruh umat manusia hidup dalam kesejahteraan, kemajuan dan keamanan. Bahkan banyak sekali sumbangan peradaban Islam kepada dunia. 

Mulai dari bidang kedokteran, kita mengenal bapak kedokteran Ibnu Sina. Hingga kini karyanya masih dipakai di seluruh dunia. Di bidang kimia kita mengenal sosok bapak kimia dunia Jabir Ibnu Hayyan. Ahli penjelajahan Ibnu Bathutah. Peletak dasar aerodinamika di bidang penerbangan Ibnu Rusdy. Pakar pertambangan Banu Musa bersaudara. Bahkan di bidang tata negara ada Ibnu Khaldun. Serta masih banyak lagi warisan Khilafah di bidang sains dan teknologi.

Di bidang kemanusiaan, selain membantu Nusantara mengusir penjajah Portugis, khilafah pada masa dahulu pernah memberikan bantuan kepada Amerika Serikat dan Irlandia saat terjadi wabah dan kelaparan. 

Lalu, mengapa khilafah selalu dituduh yang macam-macam. Padahal sejatinya kemiskinan, kelaparan, kriminalitas, penyebaran wabah, KKN, Stunting Balita, aborsi, perceraian, pergaulan bebas, HIV AIDS, pengusiran etnis warga, resesi dunia dan seabrek masalah lainnya bukan salah khilafah. 

Semua permaslahan di dunia hari ini adalah akibat peradaban kapitalis demokrasi. Sebuah peradaban yang tidak manusiawi. Menafikkan fitrah manusia.  Menjadikan Tuhan hanya disembah pada ranah sebatas spiritual saja. Menggantikan aturan Sang Pencipta dalam kehidupan dan negara dengan aturan hina buatan manusia.

Akibatnya kerusakan terjadi dimana-mana. Kema'siyatan merajalela. Sehingga kebenaran nampak samar. Sedangkan kebathilan nampak benar.

Sudah saatnya, umat meninggalkan sistem kapitalisme demokrasi. Umat harus meletakkan semua solusi kepada Islam secara kaffah. Khilafah adalah ajaran Islam. Umat harus bergandengan tangan memperjuangkan penerapan syariat Islam dalam bingkai Khilafah. Wallahu a'lam bi ash-showab.[]

Oleh: Najah Ummu Salamah
Forum Peduli Generasi dan Peradaban

Posting Komentar

0 Komentar