+
YUK JOIN di TINTA INTENS 4

Aneh, Rezim atau pun Menag dari Awal Hanya Bahas Radikal dan Khilafah

Foto: Muhammad Nur Rakhmat


TintaSiyasi.com-- Direktur Advokasi LBH Pelita Umat Jatim Muhammad Nur Rakhmad terheran-heran dengan pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang melarang calon ASN atau ASN berpikiran khilafah.

"Yang menjadi aneh dari awal baik rezim ataupun Menag yang diangkat hanya membahas urusan radikalisme atau Khilafah yang dituduh bertentangan dengan Pancasila dan UD 1945. Yang semestinya masyarakat juga dilibatkan apakah hal tersebut benar atau hanya wacana tuduhan sepihak semata," ujarnya pada Tintasiyasi.com , Ahad (6/9/2020).

Ia juga menuturkan, dakwah khilafah dilindungi oleh konstitusi, jadi tidak perlu membuat narasi seakan khilafah sumber radikalisme. 

"Kalau Menag sudah mengetahui dalam konstitusi kita melindungi dan menjamin keyakinan agama warganya baik dalam UUD 1945 baik pasal 28 dan 29. Bahkan UU yang ada di negeri ini maupun kesepakatan para ulama atau pun Fatwa MUI tidak melarang ajaran khilafah. Semestinya, tidak membuat narasi seolah-olah Khilafah sumber masalah, apalagi menarasikan Khilafah sumber radikalisme," bebernya.

Menurutnya, narasi tersebut hanya membebek agenda Barat yang telah membuat wacana war on terrorism (WoT) yang kemudian beralih pada war on radicalism (WoR).[]


Reporter: Dewi Srimurtiningsih
Editor: Ika Mawar

Posting Komentar

0 Komentar