Analis Sosial Politik: RUU Omnibus Law adalah Kejahatan Besar

Foto: Ubedilah Badrun, Analis Sosial Politik UNJ


TintiaSiyasi.com-- Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dilakukan pemerintah bersama DPR adalah kejahatan besar di bidang sosial ekonomi. "RUU Omnibus Law ini adalah kejahatan besar yang sangat menyolok di bidang sosial ekonomi," tulis Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun dalam artikel yang dimuat tilik.id, Sabtu (05/09/2020).

Menurutnya, selain prosedurnya yang minim pelibatan publik, korbannya akan menimpa pada jutaan buruh dan jutaan generasi milenial. Padahal mereka penentu masa depan republik ini.

"Pemerintah dan DPR terlihat tutup mata, tutup telinga dan tutup nurani terhadap masa depan dan penderitaan buruh. Juga terhadap masa depan generasi milenial. Soal yang tidak kalah pentingnya adalah kelestarian lingkungan yang berdampak pada jutaan rakyat jelata," bebernya.

Ubeid menilai hal itu sebagai kejahatan besar karena korbannya besar yaitu rakyat banyak. Semua itu bertentangan dengan prinsip-prinsip negara demokrasi modern. Bertentangan dengan prinsip _open government,_ bertentangan dengan prinsip negara kesejahteraan. Lebih dari itu, bertentangan dengan konstitusi UUD 1945.

"Semua praktik jahat itu, sesungguhnya juga bersumber dari miskinnya moralitas para penyelenggara negara dan anggota parlemen. Moralitas dalam bernegara diabaikan. Etika politik disingkirkan. Kepentingan publik disingkirkan," pungkasnya.[] 

Reportase: Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar