TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Aktivis 98: Pernyataan Menag Itu Membebek pada Narasi Barat

Foto: Agung Wisnuwardana


TintaSiyasi.com-- Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi terkait 'larangan ASN memiliki pemikiran khilafah karena dianggap radikal' mendapat kritik dari aktivis '98 Agung Wisnuwardana. 

"Pernyataan Menteri Agama membebek pada narasi Barat. Narasi Barat terkait war on radicalism," tuturnya pada TintaSiyasi.com, Sabtu (5/9/2020).

Ia menambahkan, narasi war on radicalism menjadikan Islam ke arah sekularisme dengan bahasa Islam moderat. Sehingga, Islam hanya diletakkan dalam masalah private, seperti shalat, puasa, zakat dan dijauhkan dari kepengurusan urusan publik hingga politik.

"Ini adalah wacana dari para penjajah. Wacana-wacana dari narasi Barat yang ingin menjajah negeri ini, poinnya ke sana," jelasnya.

Ia tersebut mengharapkan ada upaya penolakan keras terhadap kebijakan yang terus menyudutkan Islam dan menyerang dakwah khilafah. 

Menurutnya, kebijakan tersebut lahir karena umat Islam berada para kepemimpinan yang takut pada Islam dan memusuhi Islam, yaitu kepemimpinan yang muncul dari sistem sekuler demokrasi.

"Kita membutuhkan kepemimpinan yang mau menerapkan Islam secara kaffah. Kepemimpinan yang peduli pada umat Islam. Kepemimpinan yang mau mengayomi tegaknya ajaran Islam. Kita butuh sistem kepemimpinan yang Islami," pungkasnya.[]


Reporter: Rasman
Editor: Ika M

Posting Komentar

0 Komentar