TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Ahlus Sunnah: Imam (Khalifah) tidak Harus dari Orang Quraisy



TintaSiyasi.com-- Pengasuh PP Al Umariyah Tuban, K.H. Abdul Halim menyatakan bahwa imamah (khalifah) menurut Ahlus Sunnah tidak harus berasal dari orang Quraisy.

"Menurut ahlus sunnah, imam (khalifah) tidak harus dari orang Quraisy. Dari non Qurasiy juga tidak apa-apa. Karena patokannya, imam itu yang dijadikan panutan atau yang dijadikan patokan. Baik manusia atau kitab atau yang lainnya," tuturnya dalam acara Multaqa Ulama Aswaja Jawa Timur: Tolak Sertifikasi Ulama, Ahad (27/09/2020), di kanal YouTube Kaffah Channel.

Menurutnya, hal ini berbeda dengan hakikat imamah menurut golongan syiah. "Menurut golongan Syiah, imamah itu banyak syaratnya, salah satunya harus dari kaum Quraisy," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan kaum Muslimin menunjuk pemimpin itu ada tiga. Pertama, sebuah kepemimpinan yang sifatnya umum untuk mengatur masalah agama dan dunia.

Kedua, sebuah kepemimpinan pengganti Rasulullah untuk menegakkan agama yang wajib diikuti. Ketiga, sebuah kepemimpinan pengganti Rasulullah yang mempunyai syariat untuk menjaga agama dan dunia.

"Jadi, yang paling pas untuk kultur kita bangsa Indonesia ini adalah yang ketiga yaitu pemimpin yang menjaga agama dan dunia," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar