TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Viralnya Film Jejak Khilafah di Nusantara


Beberapa hari yang lalu, film Jejak Khilafah di Nusantara atau JKDN ramai diperbincangkan. Tagar #JKDN juga trending di Twitter. Tepat pada tanggal 20 Agustus 2020 atau 1 Muharam 1442 H, film ini tayang perdana. Pada peluncuran film ini pun juga mengalami berbagai kendala yang tak disangka-sangka. Bahkan ada oknum yang berbuat curang dengan membuat link palsu untuk penayangan film ini. Sungguh sangat terlalu.

Pertanyaannya, mengapa ini terjadi ? apa yang salah dengan film ini ? tentu tidak ada yang salah dengan film ini, yang salah disini adalah orang-orang yang merasa terganggu akan adanya film ini. Karena dianggap mengancam. Padahal dalam film ini jelas sekali tidak mengancam siapa-siapa, apalagi untuk meruntuhkan pemerintahan hari ini. Tapi film ini bertujuan untuk menyampaikan kepada masyarakat mengenai sejarah adanya hubungan kekhilafahan dengan Nusantara. Karena tidak ada film-film yang menceritakan hal ini sebelumnya, sehingga munculah ide untuk menggarap film ini oleh para pembuat film ini. 

Mengenai kredibilitas film ini, tentu film ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah oleh pembuatnya. Karena yang menggarap film ini pun memiliki latar belakang pendidikan seorang sejarawan. Tentu, seorang yang berilmu tak mungkin menyampaikan sesuatu yang tidak ada fakta dilapangan. 

Mengenai sejarah adanya hubungan khilafah dengan Nusantara, hal ini benar adanya oleh beberapa sumber. Bahkan Khilafah Ustmaniyah kala itu pernah membantu Kesultanan Aceh dalam memerangi Portugis dengan mengirimkan bala bantuan militer ke Aceh.  Dengan bantuan yang didapat dari Khilafah  Ustmaniyah tersebut,  Sultan Al- Qahhar (berkuasa 1537-1571), Pemimpin Kesultanan Aceh kala itu, dapat menyerang Portugis di Malaka pada 20 Januari  1568 dengan kekuatan 15.000 tentara Aceh, 400 Jannisaries Ustmaniyah dan 200 meriam perunggu (Amirul Hadi, 2004 : 23). Ini baru sebagian, masih banyak sejarah lain yang juga menceritakan hubungan khilafah dan Nusantara.

Jika yang dipersoalkan adalah kata khilafahnya. Maka ini sungguh terlalu. Apa yang salah dengan khilafah ? dia adalah bagian dari ajaran islam yang harus kita imani. Pengertian khilafah sendiri adalah sistem kepemimpinan islam setelah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Khilafah bertugas untuk menjaga agama dan mengatur urusan dunia. Khilafah juga wajib menyebarkan dakwah islam ke seluruh dunia. Sehingga masa kekhilafahan yang dulu pernah berjaya juga menyebarkan dakwah islamnya di Nusantara. Sehingga wajar jika ada hubungan diantara keduanya yang tidak boleh kita lupakan.

Khilafah bukan ancaman, tapi dia solusi yang harus diterapkan untuk mengatasi permasalahan umat hari ini. Karena sekulerisme yang telah menempati negeri ini, telah menjauhkan umat dari islam. Padahal sesungguhnya islamlah yang layak dan patut kita terapkan hari ini. Karena islam bukan sekedar agama spiritual belaka, tapi juga mengatur masalah berbagai bidang kehidupan. Semua ada aturannya dalam islam, dari bangun tidur hingga bangun Negara yang tangguh.

Sampai sini, kita paham, bahwa film ini menjadi ancaman bagi orang-orang yang takut akan kata khilafah. Padahal mereka tak mengetahui khilafah yang sebenarnya seperti apa. Untuk itu, sebelum membenci sesuatu, mari kenal terlebih dahulu, siapa tahu setuju. Jika pun tak setuju, tak patut lah jika harus menghalangi-halangi, apalagi saat ini kita punya hak untuk menyampaikan pendapat. Jadi seharusnya tak apa-apa jika film JKDN ini tayang. Urusan setuju dan tidaknya, kembali lagi ke masyarakat. Film ini hanya menyampaikan, bukan untuk mengancam.
Wallahua’lam.[]

Oleh: Sarinah A, Penggiat Pena Banua

Posting Komentar

0 Komentar