TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Transgender, Manusia Merdeka atau Terjajah


Beberapa waktu lalu sempat viral kabar dari seorang desainer muda asal Indonesia yang memutuskan beralih gender. Dari seorang laki-laki menjadi perempuan.

Dalam cuplikan video yang diunggah pada YouTube tersebut. Dia mengaku telah merdeka dengan keputusannya meskipun pihak keluarga sulit menerima. Peryataan mengejutkan tersebut dia sampaikan beberapa saat menjelang hari kemerdekaan negri ini.

Tanggapan masyarakat pun beragam, ada yang mencibir namun ada juga yang salut. Sedangkan pihak yang lain merasa kasihan. Sebab dia telah keluar dari fitrah penciptaannya.

Selain desainer muda tersebut. Pada beberapa waktu silam seorang artis serba bisa juga beralih gender. Bahkan dikabarkan beliau telah melakukan operasi ganti kelamin juga. 

Sungguh keputusan transgender yang diambil publik figur telah menjadi kontroversi. Mengingat mereka memiliki banyak penggemar dan menjadi sorotan. Topiknya selalu hangat diperbincangkan didunia nyata dan Maya. 

Lalu apakah benar ada jiwa yang salah pada raga yang beda. Sehingga perlu merdeka?

Transgender adalah sebuah Penyimpangan

Sesungguhnya alasan yang selalu dikemukanan oleh pelaku trasgeder adalah adanya jiwa yang terperangkap pada raga yang beda. Namun, hingga saat ini tidak pernah ada bukti secara ilmiah akan pendapat tersebut.

Karena sejatinya jiwa atau "ruh" jika yang dimaksud adalah nyawa adalah sesuatu yang ghaib. Sesuatu yang tidak bisa di Indra oleh maanusia dengan kasat mata. Bagaimana mungkin bisa diteliti dan di amati oleh manusia. Karena hal tersebut adalah rahasia kehidupan dan penciptaan oleh Sang Khaliq.

Ruh pada manusia adalah sebagai penanda kehidupan. Maka tidak mungkin bisa dikaitkan dengan pola jiwa manusia. Saat manusia kehilangan ruhnya berarti dia telah meninggal dunia.

Sedangkan jika " jiwa" yang dimaksud adalah pola kepribadian seseorang. Maka hal tersebut terbentuk dari pola pikir dan pola sikap manusia. Dan semua itu terbentuk karena pola asuh dan lingkungan. Bukan kesalahan Tuhan saat menciptakan.

Faktanya manusia yang ada di dunia hanya memiliki dua jenis kelamin saja. Yaitu laki-laki dan wanita. Tidak ada gender lainnya. Adapun jika ada manusia dengan kekhususan memiliki dua jenis kelamin. Maka sangat mudah untuk menentukan jenis kelamin dia sesungguhnya. Dengan teknologi kedokteran yang canggih saat ini. Pembuktiannya bisa melalui perkembangan alat reproduksinya.

Jika pada seseorang yang berkembang adalah rahim dan segala organnya. Maka, dia terkategori wanita. Namun jika yang berkembang alat reproduksi yang lazim pada pria, maka sudah bisa dipastikan dia berjenis kelamin laki-laki.

Adapun fenomena yang berkembang saat ini, seperti LGBTQ maka ini lebih karena pengaruh pengasuhan dan lingkungan pergaulan. Sebuah bentuk penyimpangan perilaku pada manusia. Akibat ide kebebasan yang diagungkan dalam sistem kapitalis demokrasi.

Bahkan pada banyak negara barat, kaum menyimpang tersebut telah mendapat ruang melalui undang-undang. Hingga mereka mendapat pengakuan dan legalitas perkawinan.

Mereka secara terbuka mengakui penyimpangannya. Padahal perilaku demikian adalah penyakit yang menular. Sebuah virus pemikiran liberal yang didukung sistem dan media. 

Transgender, Bukti Manusia Belum Merdeka

Manusia yang merdeka adalah manusia yang independen. Manusia yang tidak terjajah dan tidak diperbudak oleh siapapun. Termasuk hawa nafsunya.

Manusia yang merdeka sejatinya adalah dia yang lurus mengikuti fitrahnya. Fitrah sebagai hamba dari Sang Pencipta. 

Semenjak Islam diturunkan Allah SWT melalui nabinya Muhammad SAW. Maka, sejak saat itulah makna kemerdekaan hakiki telah dipahami manusia. 

Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya memerintahkan penghapusan perbudakan, Memberikan kemerdekaan secara fisik saja, Menghilangkan segala kezaliman. Namun Islam telah memerdekakan manusia dari penghambaan kepada hawa nafsu dan makhlukNya. Islam dengan tauhidnya menjadikan hanya Allah SWT saja yang patut disembah. Lalu ditaati segala aturaNya dan dijauhi segala laranganNya. 

Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Najran. Diantara isinya berbunyi:

«… أَمّا بَعْدُ فَإِنّي أَدْعُوكُمْ إلَى عِبَادَةِ اللّهِ مِنْ عِبَادَةِ الْعِبَادِ وَأَدْعُوكُمْ إلَى وِلاَيَةِ اللّهِ مِنْ وِلاَيَةِ الْعِبَادِ …»

…Amma badu. Aku menyeru kalian untuk menghambakan diri kepada Allah dan meninggalkan penghambaan kepada sesama hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian agar berada dalam kekuasaan Allah dan membebaskan diri dari penguasaan oleh sesama hamba (manusia)… (Al-Hafizh Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa an-Nihayah, v/553).

Dalam Ma'alim fi Thariq hlm.75 juga dikisahkan adalah Rabi' bin Amir, Hudzaifah bin Mihshan, Mughirah bin Syu'bah, yang sebelum meletusnya Perang qadisiyah pernah ditanya satu persatu oleh panglima tentara Persia, Rustum, 

"Apakah yang membuat kalian datang ke sini?"
Masing-masing menjawab dengan jawaban yang sama, "Sesungguhnya Allah telah mengutus kami untuk membebaskan siapa saja (yang ingin) dari perbudakan manusia agar menghamba kepada Allah Yang Esa, dari kesempitan dunia ke keluasannya dan dari penyimpangan semua agama ke keadilan Islam."

Dengan menghamba pada Allah SWT, manusia semata menjadikan aturanNya sebagai pedoman hidup. Manusia dengan keimanan dan kesadaran menerapkan Islam secara kaffah. Artinya Syari'at Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Baik individu, masyarakat dan negara. 

Sehingga jika menjadi transgender dikatakan telah merdeka. Maka, sungguh dia telah menghamba pada hawa nafsunya. Sehingga semakin terjajah dan diperbudak oleh syahwat syaitan. 

Sejatinya Allah SWT tidak pernah salah dalam penciptaan Nya. Dari sekian banyak ciptaanNya yang telah Dia ciptakan, manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang telah Allah ciptakan dimuka bumi ini. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam surah A-Tin ayat 4 

“Sesungguhnya Kami telah ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.

Allah SWT adalah zat yang sempurna. Dia menciptakan manusia dari golongan laki-laki dan perempuan agar bisa melestarikan keturunan. Allah SWT bahkan melengkapi manusia dengan naluri seksual. Berikut Dia juga menciptakan perbedaan bentuk dan organ tubuh manusia sesuai gendernya. Hal itu semata agar manusia bisa melangsungkan kehidupan dan tidak punah.

Selain itu Allah SWT memberikan seperangkat aturan hidup dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Agar ketika manusia memenuhi kebutuhan dan nalurinya sesuai dengan tujuan penciptaannya di dunia. Yaitu  merdeka dari hawa nafsunya. Semata menghamba dengan terikat pada syari'atNya. Itulah sejatinya manusia merdeka. Wallahu a'lam bi ash-showab.[]

Oleh: Najah Ummu Salamah
Forum Peduli Generasi dan Peradaban

Posting Komentar

0 Komentar