Terbatasnya Sarana Jadi Kendala Pendidikan Masa Pandemi



Pendidikan dalam masa pandemi menjadi masalah serius di masyarakat saat ini. Berbagai cara yang dilakukan oleh pelajar agar bisa menimba ilmu, walaupun sistem yang di gunakan dalam jaringan (daring). 

Belum lama ini beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah semangat belajar meski menggunakan alat seadanya. Tampak dalam video tersebut seorang bocah yang sedang belajar di rumah dengan bantuan HT atau handy talkie.Saat ini video tersebut menjadi viral di media sosial.

Dalam video itu, bocah itu tampak serius menulis di buku. Ada dua buku yang disimpan di mejanya, yakni buku berisi materi atau buku cetak dan buku tulis. Sementara itu, HT berwarna hitam disimpan di samping kanan buku tersebut.( tribunmanado.co.id , 25/7)

Sangat miris dan memprihatinkan , pelajar yang menggunakan alat komunikasi dalam belajar sangat kesulitan, karena tidak adanya fasilitas oleh sekolah. Handy talkie (HT) pun terpaksa mereka gunakan sebagai alat komunikasi kepada guru yang mengajar.

Tidak semua wali murid mempunyai gadget maupun latop yang digunakan dalam proses belajar daring. Semakin menambah beban juga para wali murid juga harus menyiapkan kuota internet.

Fakta di lapangan banyak juga wali murid yang tidak sabar jika mendidik anak-anak di rumah dan banyak orang tua kurang sabar dalam mendidik anaknya di rumah. Nah, jika guru hanya sekadar memberikan tugas saja, tanpa bimbingan belajar maka dikhawatirkan siswa tidak paham ilmu yang diperoleh. Jadi hanya menambah stres karena terlalu banyak tugas.

Memang gadget saat ini barang mudah didapatkan akan tetapi banyak rakyat Indonesia yang belum memiliki alat komunikasi tersebut.

Bagi kalangan rakyat menengah bawah gadget masih tergolong barang mahal, sulitnya pemenuhan kebutuhan pokok untuk kehidupan sehari-hari itulah menjadi alasan dan lebih diutamakan ketimbang untuk membeli gadget ataupun kuota internet.

Wali murid yang usianya tidak muda lagi merasa kesulitan untuk pengoperasian gadget dalam membantu mengerjakan tugas anak dirumah. 

Oleh karena itu, butuh peran negara untuk menyediakan sarana dan prasarana sekolah baik itu hp atau laptop begitupun juga paket data. Negara seharusnya memikirkan bagaimana pendidikan tetap berkualitas walaupun belajar dengan sistem daring.

Kebijakan pemerintah yang masih kacau seperti sekarang ini tidak lepas dari sistem sekuler kapitalisme.

Gagal menanamkan pribadi yang sholih, dimana anak-anak harusnya memiliki visi dan misi taat kepada  penciptanya dan menjadi insan yang bertakwa justru menjadi manusia  materialistik dan individualistik.

Keterbatasan fasilitas pendidikan bisa diselesaikan dengan mudah dengan sistem pendidikan yang benar.

Sistem pendidikan harus dibenahi terlebih dahulu untuk menyelesaikan kacaunya sistem pendidikan saat ini.

Dengan demikian sistem pendidikan bisa dirombak secara revolusioner dalam membentuk karakter aqidah siswa.

Negara juga turut andil dalam memberikan fasilitas pendidikan kepada masyarakat secara gratis, yang berkaitan dengan pendidikan jika memang diperlukan untuk pembelajaran  dalam jaringan (daring) .

Pemerintah bisa menggunakan anggaran belanja negara yang dikhususkan untuk membeli fasilitas pendidikan.

Dengan kembalinya sistem Islam, akan lebih mudah ditangani masala fasilitas yang terkait dengan pendidikan.[]


Oleh : Amahmuna
Sahabat Muslimah Kendal

Posting Komentar

0 Komentar