TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Syarif Mekkah: Sang Pemberi Gelar Sultan

Foto: Ustaz Irwansyah Amunu, penulis buku Khalifatul Khamis


TintaSiyasi.com-- Syarif Mekkah diberi kewenangan Khalifah Utsmani memberikan gelar Sultan. "Syarif Mekkah diberi kewenangan oleh Khalifah untuk memberi gelar Sultan," tutur jurnalis Tabloid Media Umat Joko Prasetyo selaku panelis dalam acara bedah buku Sejarah Negeri Khalifatul Khamis (Jejak Islam di Kesultanan Buton), Jumat (28/08/2020), di halaman facebook Dakwah Sulteng.

foto: Om Joy, sebagai panelis

Jurnalis yang hangat disapa Om Joy menambahkan pernyataan pembicara dan penulis buku Khalifatul Khamis Ustaz Wahyudi Al Maroky sebelumnya.

Pernyataan Om Joy diperkuat pula oleh Ustaz Irwansyah Amunu Penulis Buku Khalifatul Khamis. "Setuju dengan Om Joy tadi, sebutan Sultan itu adalah sebutan yang diberikan Syarif Mekkah. Jadi memang Syekh Abdullah Wahid ini, adalah merupakan Syarif Mekkah yang disebut juga Syarif Arab," tambah Ustaz Irwansyah.

Ia menjelaskan bahwa Syekh Abdullah Wahid adalah utusan Kekhilafahan Ustmani yang diutus berdakwah kepada Raja La Kilaponto atau Sultan Murhum menerima Islam, hingga masuk Islam dan mengubah sistem kerajaan menjadi kesultanan.
 
Ustaz Wahyudi sebelumnya mengatakan, dua hal menarik dan fundamental yang terjadi pada Kesultanan Buton. Pertama, perubahan gelar dari raja menjadi sultan. Kedua, perubahan hukum yang semula hukum dibuat oleh raja, karena berubah menjadi sultan, hukum berdasarkan syariat Islam.

"Kerajaan Buton beralih menjadi kesultanan sejak masa pemerintahan raja ke-6, yakni La Kilaponto atau Raja Murhum. Raja Murhum mendapat gelar Syaifuddin Khalifatul Khamis. Ini sesuatu yang unik," pungkasnya Ustaz Wahyudi.[]


Reporter: Achmad Muit dan Ika Mawar



Posting Komentar

0 Komentar