TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Ada Hubungan Kesultanan Demak dengan Khilafah Utsmani

Foto: screenshot Bincang Media Umat Keenam: Meski Dikubur Jejak Khilafah Tetap Saja Muncul pada Senin (24/08/2020) di kanal Youtube Follback Dakwah.


TintaSiyasi.com-- Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) 2015 di Yogyakarta mengonfirmasi adanya hubungan Kesultanan Yogyakarta (sebelumnya bernama Kesultanan Demak) dengan Khilafah Utsmani. Itulah yang disampaikan Jurnalis Tabloid Media Umat Joko Prasetyo dalam acara Bincang Media Umat Keenam: Meski Dikubur Jejak Khilafah Tetap Saja Muncul pada Senin (24/08/2020) di kanal Youtube Follback Dakwah.

"Saat itu panitia mewanti-wanti  (baca: mengingatkan) delegasi HTI untuk tidak berbicara Khilafah pada Kongres tersebut. Tapi siapa sangka dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengonfirmasi hubungan Kesultanan Yogyakarta (sebelumnya bernama Kesultanan Demak) dengan Khilafah Utsmani," ujarnya.

Menurut Om Joy, panggilan akrab Joko Prasetyo, pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono X menunjukkan jejak penting yang selama ini dikubur. Berikut sambutan Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam KUII Yogyakarta 2015,

"Pada 1479 Sultan Turki mengukuhkan Raden Patah sebagai Khalifatullah ing Tanah Jawa, perwakilan Kekhalifahan Islam Turki untuk Tanah Jawa dengan menyerahkan bendera Laa Ilaaha Illa Allah berwarna ungu kehitaman terbuat dari kain kiswah Ka’bah dan bendera bertuliskan Muhammadurrasulullah berwarna hijau. Duplikatnya tersimpan di Keraton Yogyakarta sebagai pusaka penanda keabsahan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat sebagai wakil Kekhalifahan Turki.”

Om Joy menyatakan semua pihak terkejut, termasuk Almarhum Prof. Yunahar Ilyas. Ia menjelaskan bahwa ternyata hubungan Khilafah Utsmaniyah tidak hanya sekadar di Aceh, namun mencakup seluruh Kesultanan di Indonesia termasuk Jawa. 

Berikut komentar Prof. Yunahar Ilyas yang dapat diliput oleh Media Umat di sela-sela acara KUII, "Bahwa ternyata Khilafah Utsmaniyah itu jangkauannya mencapai Indonesia, dulu kita kira tidak ada. Yang pernah kita dengar itu Aceh, tapi bukan bagian melainkan kerja sama, bantuan militer. Tapi sekarang jadi tahu dengan informasi dari Sultan itu bahwa ternyata kesultananan di Indonesia menjadi bagian dari kekhilafahan," ujarnya.[]

Reporter: Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar