TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Remaja dalam Pusaran Zina, Kebebasan Jalan Keluarnya?



Kabar anak gadis hamil di luar nikah sudah bukan barang langka lagi. Sepanjang setengah tahun ini, portal berita hampir tiap bulan mengabarkan anak gadis berusia enam belasan tahun ramai-ramai mengajukan dispensasi nikah karena hamil. Jumlahnya ratusan dan terjadi di beberapa daerah. Kota-kota kecil yang sebelumnya tidak terlintas di benak masyarakat akan merajalela pergaulan bebas di sana, sekarang semuanya tidak lagi. 240 putri mengajukan dispensasi nikah di pengadilan agama Jepara, beberapa di Cilacap, dan yang fatal adalah gelap mata dengan mengaborsi hasil perzinaan mereka. Tindakan ini, dilakukan hampir di setiap kehamilan tak diinginkan, dan remajalah yang paling banyak mengambil porsi sebagai pelaku.

Sekularisme Membebaskan Generasi

Kejadian seperti ini, tidak lagi bisa dihadapi dengan tutup mata, pura-pura tak tahu akar permasalahannya. Jauh api dari panggang, bahkan menjadikan masalah bertambah ruwet, tidak ada ujung untuk menguraikannya. Yang terjadi malah, ketika kehamilan di luar nikah berujung pernikahan darurat, kemudian pasangan muda ini bermasalah kehidupan pernikahannya, kesejahteraannya, kesehatan dan pendidikan anaknya, yang disalahkan adalah pernikahannya. Solusinya, pemerintah menaikkan usia pernikahan, sekaligus dengan pesan tambahan, kehamilan di usia dini berbahaya bagi kesehatan reproduksi perempuan. 

Mendudukkan remaja yang sudah baligh sebagai anak-anak juga menjadi pendorong remaja berperilaku bebas. Mereka tak memiliki rasa tanggungjawab. Berbuat nakal maka akan dimaklumi sebagai anak di bawah umur, begitupun ketika mereka berjibaku dengan pergaulan bebas dan berakhir kehamilan yang tidak diinginkan. Kalau sudah begitu, maka pilihannya adalah meminta dispensasi pernikahan atau mengaborsi janin dalam kandungan. Sementara itu, tak ada konsekuensi hukum bagi para pelaku zina remaja. Jadilah mereka berpandangan,lakukan zina sepuasnya, asal tidak hamil. Bukankah begitu arahan dari kesehatan reproduksi remaja?

Naluri seksual remaja juga terus menerus dibangkitkan dengan dorongan masif media yang hanya memikirkan rating, penonton, dan besarnya keuntungan yang didapatkan. Lihat bagaimana film-film menyajikan keindahan perzinahan? Film dan pemeran utama film-film pergaulan bebas, hamil di luar nikah, dan senada dengan itu, selalu menjadi nominasi film dan pemeran utama terbaik. Video porno yang bisa diakses dimana pun dan kapanpun semakin melengkapi faktor pendorong pergaulan bebas. Sampai sekarang, tidak pernah kita lihat tindakan tegas pemerintah untuk menghentikan film-film itu begitupun dengan video porno.

Pendorong yang sedemikian besar hebatnya juga diiringi dengan minimnya bekal keimanan generasi kita. Pendidikan yang diharapkan membentuk anak-anak yang bermoral dan bertaqwa, hari ini keberadaannya semakin menarik jauh generasi menjadi sosok seperti itu. Ajaran-ajaran Islam yang mulia didudukkan sebagai musuh. Padahal konsekuensi berat pasti akan dihadapi bangsa ini, ketika memusuhi hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT. Generasi kita menjadi generasi yang lepas dari hukum Allah, hidupnya jauh dari dorongan ruhiyah, menjadi sosok sekular kaffah. 

Islam Menyelamatkan Generasi

Remaja adalah sosok yang sudah baligh, yang bertanggung jawab akan dirinya. Islam menetapkan, sebagai pribadi yang sudah baligh maka beban hukum sudah dikenakan kepada mereka. Mereka terikat dengan seperangkat hukum Syara', wajib, sunah, mubah, makruh dan keharamannya. Bila dia taat kepada Allah, maka pahala baginya. Sebaliknya, bila dia melakukan maksiat maka dia harus menanggung akibatnya, di dunia dan akhirat.

Di usia yang sudah baligh, mereka bukan anak-anak di bawah umur lagi. Akal mereka sudah sempurna berjalan sesuai dengan pemahamannya. Pemahaman yang mereka peroleh dari pendidikan yang mereka jalani. Pendidikan dalam  Islam bertujuan membentuk anak didik berkepribadian Islam. Maka kurikulum disusun berdasarkan akidah Islam, bertujuan untuk memudahkan anak didik kita terikat dengan hukum Allah, dengan memahami hakikat kehidupan yang dijalaninya. Dengan melaksanakan ketaatan yang akan membawa kebahagiaan hidup, di dunia dan akhirat.

Media massa yang ada dalam sistem Islam berdedikasi untuk mengedukasi umat agar semakin taat kepada Allah dan bermanfaat bagi umat manusia. Meskipun nantinya ada karya seni yang ditampilkan, semuanya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Celah kecil pendorong naluri seksual ditutup rapat dengan syariat Islam. Perempuan harus menutup auratnya ketika bertemu dengan selain mahramnya, dan keduanya harus tetap menjaga pandangan ketika bertemu.

Bila pelanggaran tetap dilakukan, negara akan menindaknya dengan tegas. Dari tindakan yang sedikit saja melanggar hukum Syara', hingga yang melanggar had Allah SWT. Semua hukuman itu ada dalam rangka pencegahan adanya pelanggaran yang berulang. Penerapan semua hukum Islam ini, terbukti efektif menyelesaikan masalah kriminal secara umum. 

Tercatat hanya ratusan pelanggaran hukum ketika hukum Islam diterapkan secara kaffah. Untuk zina, di masa Rasulullah dan Khalifah Umar bin Khattab perzinaan diselesaikan dengan pengakuan pelakunya karena ketakwaannya kepada Allah SWT. Mereka pun rela dikenai hukuman, agar terbebas dari hukuman berat di akhirat nanti.

Dengan itu semua, maka selamatlah remaja dari kubangan perzinahan. Masa mudanya akan dia manfaatkan untuk hal-hal yang positif, jauh dari hal-hal yang meresahkan. Hal itu bisa kita dapati ketika Islam diterapkan secara kaffah. Tentu saja bukan dengan terus mempertahankan sistem sekular yang diterapkan dalam sistem politik demokrasi. Tetapi hanya dengan penerapan syariat Islam secara kaffah, di bawah naungan Khilafah.[]

Oleh Khamsiyatil Fajriyah, S.Pd

Posting Komentar

0 Komentar