PHK Di Tengah Wabah

Puluhan Karyawan PT RTP dirumahkan, kebijakan ini diambil karena pemberi pekerjaan memutus kontrak sehingga berimbas kepada para karyawan. (https://korankontras.net/?p=12033)
Pada awalnya karyawan yang dirumahkan diberikan gaji pokok namun karena perusahaan belum mendapatkan pekerjaan dari pemberi kerja maka sejak 16 Agustus 2020 karyawan tidak lagi mendapatkan gaji pokok sampai batas waktu yang tidak bisa dipastikan.

Kebijakan pemutusan kerja saat ini pun menjadi salah satu imbas dari wabah pandemi yang saat ini terjadi sehingga perusahaan-perusahaan terkena dampaknya.
Sebelum terjadinya wabah, kondisi masyarakat yang tidak mendapatkan jaminan pemenuhan kebutuhan dan masalah antara pekerja dan perusahaan terus bertambah. Dengan adanya wabah dan penanganannya yang tidak solutif semakin menambah berat kondisi para pekerja.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi suatu keniscayaan, karena sejak di berlakukannya pembatasan aktivitas kerja, banyak perusahaan (korporasi) yang tidak mampu membayar gaji pekerja hingga gulung tikar.

Kondisi ini terjadi karena negara tidak hadir dalam penyelesaian masalah, pemerintah hanya memberikan suntikan dana kepada korporasi besar, namun tidak untuk para pekerjanya. Selama ini masalah antara pekerja dan perusahaan tidak menemukan solusi bahkan PHK terus terjadi.
Sejatinya, jaminan perlindungan hak pekerja dan perusahaan juga tidak terwujud dalam sistem Kapitalis maka wajar kemudiaan muncul berbagai permasalahan. Kapitalis hanya menjadikan pekerja sebagai faktor produksi yang bermanfaat dan bernilai untuk menghasilkan materi tanpa memperhatikan kesejahteraan dan terjaminnya kebutuhan hidup.

Ditambah ketidakjelasan pemerintah dalam menyelesaikan wabah saat ini sehingga dampaknya semakin luas dan besar. Secara global ini merupakan indikasi terjadinya krisis ekonomi (resesi) akibat pandemi Covid-19.
Krisis ekonomi menjadi hal yang wajar dalam sistem ekonomi Kapitalis. Semua itu bermula dari format ekonomi kapitalis yang bertumpu pada sektor nonriil, perbankan, pasar saham, dan mata uang berbasis dolar (fiat money) yang amat rentan, termasuk oleh sekadar rumor politik yang belum tentu kebenarannya.

Berbeda dengan Islam, Islam hadir dengan seperangkat pandangan dan aturan hidup yang khas dan unik. Sistem ekonomi Islam memiliki keunggulan, antikrisis dan solutif terhadap setiap permasalahan ekonomi secara komprehensif dan fundamentalis. Dan telah terbukti 1400 tahun membawa kemajuan peradaban dunia termasuk kesejahteraan rakyat dengan politik ekonomi Islam yang diterapkan. Semua itu karena Islam membawa rahmat bagi seluruh dunia.
Wallahu a'lam.[]

Oleh: Rewpa
(Pemerhati Masalah Sosial)

Posting Komentar

0 Komentar