Pemimpin Idaman Zaman


Merebaknya keinginan untuk menjadi seorang pemimpin di era sekuler/kapitalisme hakikatnya hanya terfokus pada keselamatan diri, keluarga maupun golongan. Hal ini bukan menjadi rahasia umum lagi, karena sejatinya telah mewabah ditengah-tengah masyarakat.

Fakta telah mengungkap bahwa seorang penulis terenyah dengan pernyataan yang pernah terungkap, "Wong hidup gua buat pribadi dan golongan kelompok. Rakyat kan sudah kita bodohi oleh sistem propaganda yang kita belokkan kebenarannya." Pernyataan tersebut lah yang membuat penulis menulis sehingga dapat menjadi dakwah pengetahuan bagi kehidupan berbangsa ke depannya.

Sedangkan kolerasi sistem pemerintahan pemimpin ialah salah satu wakil rakyat misalnya dalam masyarakat yang mencalonkan untuk menjadi pemimpin, apakah melalui jalur independen atau jalur politik. Yang mana indikator utamanya janji manis yaitu untuk menjadikan negeri lebih baik, serta memberikan hak-hak serta jaminan kesejahteraan mencakup sandang, pangan, dan papan. Juga kesehatan, pendidikan dan segala hal yang mencakup kepentingan masyarakat.

Namun, janji manis tersebut sering di nodai dengan direnggutnya hak-hak rakyat dengan dalih undang-undang yang diterapkan. Hal itu sudah menjadi kewajaran di dalam sistem kapitalis, dimana kemanfaatan menjadi tujuan utama kepemimpinannya.

Sedangkan propaganda berasal dari bahasa latin modern yang berarti mengembangkan atau memekarkan. Yaitu suatu rangkaian pesan yang bertujuan untuk mempengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau kelompok, negara atau bahkan dunia. Propaganda sendiri tidak menyampaikan kebenaran secara objektif. Namun memberikan informasi yang disesatkan atau diselewengkan dan dirancang dengan tujuan bisnis, politik dan bahkan penghancuran negara bahkan global yang berefek pada kelangsungan hidup manusia.

Propaganda hakikatnya mempengaruhi orang yang mendengar ataupun melihat dari media. Baik televisi, radio, website maupun orasi para pemimpin yang sesat, atau juga lebelisasi hak paten pemerintah, sehingga dapat berakibat dengan jurang kematian dan ancaman kehidupan, karena masyarakat yang terpengaruh dengan propaganda tersebut. Sehingga masyarakat yang menstimulasi informasi yang tidak valid akan salah dalam menjalani kehidupannya.

Menteri Propaganda Nazi, Josef Goebbels, pada zaman Hitler pernah mengatakan yaitu;
" Sebarkanlah kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya."

Sistem sekuler kapitalisme  yang memisahkan agama dan negara dan juga berdasarkan kemanfaatan belaka. Sehingga dari sistem sekuler kapitalisme lahirlah darinya empat kebebasan, yaitu:
-kebebasan berpendapat
-kebebasan kepemilikan
-kebebasan bertingkah laku
-kebebasan beraqidah/beragama.

Dari empat kebebasan tersebut lah cikal bakal lahirnya manusia yang tidak lagi memanusiakan manusia sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia. Karena peran agama yang tidak lagi mengatur kehidupan dan bernegara. Agama dianggap hanya sebatas ibadah ritual belaka.

Kebebasan berpendapat maupun tiga kebebasan lainnya, hakikatnya ditujukan kepada para pengusung paham sekuler/kapitalisme. 
Karena faktanya, banyak kontradiksi ketika kebebasan tersebut diusung oleh para pencari kebenaran atau keadilan. 

Dalam Islam kepemimpinan adalah suatu amanah yang agung dan mulia ketika menjalankannya sesuai  dengan  yang  pernah diteladani oleh Rasulullah Saw sebagai Nabi dan penyampai risalah.

Sebagaimana kriteria pemimpin menurut Islam adalah beriman dan beramal shaleh, memiliki niat yang lurus, tidak meminta jabatan, berpegang teguh pada hukum Allah. Memutuskan perkara dengan adil, tidak menerima hadiah, tegas dalam memimpin dan tidak bersifat lemah.

Dan setelah Rasulullah wafat, kepemimpinan yang diturunkan sesudahnya adalah sebuah kepemimpinan yang dipimpin oleh seorang Khalifah dengan tujuan mengemban kewajiban sebagai pemimpin untuk mengatur urusan umat yang fikrah dan thariqahnya sudah dicontohkan oleh Rasulullah ketika beliau masih ada diantara manusia. Aturan yang diterapkan  sesuai dengan syariat Islam yaitu berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Jadi bukan karena kemanfaatan apalagi pencitraan.

Aturan yang diterapkan adalah untuk kemashlahatan masyarakat pada umumnya baik muslim maupun non-muslim yang hidup dalam sistem Islam. Islam tidak mengenal empat kebebasan sebagaimana yang terjadi di sistem sekuler kapitalisme apalagi propaganda yang jelas-jelas di haramkan dalam Islam. Namun kebebasan manusia selalu terikat dengan hukum Syara'. Hal itu karena semata-mata berdasarkan perintah dan larangan Allah.

Karena sesungguhnya aturan yang diambil dari yang menciptakan alam semesta dan juga manusia dan makhluk yang lainnya, sehingga mengetahui segala apa yang tidak diketahui  segenap makhluk.
Sehingga kepemimpinan yang berdasarkan syariat Allah sajalah yang pantas diterapkan dimuka bumi. Selainnya hanya akan membawa keburukan bagi manusia yang mengambil dan menjalankannya.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyatakan:

Rasulullah Saw memerintahkan untuk mentaati Ulil Amri walaupun pada dirinya terdapat kekurangan tersebut selama dia memimpin dengan kitabullah. 
Para Ulama berkata, "maksudnya selama dia berpegang teguh kepada Islam dan menyeru kepada Kitabullah Ta'ala walau bagaimanapun keadaan diri mereka, agama mereka dan akhlak mereka."
(Imam An-Nawawi).

Rasulullah Saw  juga pernah bersabda:
" Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka mendoakan kalian dan kalian mendoakan mereka. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah mereka yang membenci kalian dan kalian membenci mereka, mereka mengutuk kalian dan kalian mengutuk mereka.

Beliau ditanya," Wahai Rasulullah, tidakkah kita memerangi mereka?
Maka Beliau Saw bersabda, " Tidak, selagi mereka mendirikan sholat bersama kalian.
Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang tidak baik maka bencilah tindakannya, dan jangan kalian melepas dari ketaatan kepada mereka."
(HR. Muslim).

Demikianlah kepemimpinan yang terbaik sejatinya yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana yang telah ditentukan oleh  Syari'at-Nya. Semoga manusia mau kembali kepada sistem yang banyak memberikan kemashlahatan bagi seluruh umat. Wallahu a'lam bish shawab.

Posting Komentar

0 Komentar