TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Patriot Desa Pemberdayaan Pemuda Jabar


Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat ( Jabar) memiliki program bernama Patriot Desa Jawa Barat yang merupakan bagian dari program One Village One Company (OVOC). Program itu untuk merintis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis potensi desa.

Ridwan Kamil mengajak masyarakat untuk bergabung dalam pelatihan Patriot Desa tahun 2020 angkatan kedua. Menurutnya, program ini mempunyai misi untuk membangun start up di desa-desa Jawa Barat indah permai dengan penuh potensi ekonomi di dalamnya.

Periode pendaftaran dibuka dari tanggal 26 Februari hingga 9 Maret 2020, bagi calon generasi muda dengan lulusan minimal D3 dalam mewujudkan desa sejahtera, Jabar Juara ini. (pikiran-rakyat.com, 5/3/2020)
Pemberdayaan pemuda seperti ini disatu sisi nampak positif sebab, ekonomi masih menjadi permasalahan krusial di negeri ini apalagi ditengah pandemi, dan program ini seiring dengan tingginya angka pengangguran maka berdayanya para pemuda untuk memajukan ekonomi desa seperti patut untuk didukung. Hanya saja, disisi lain jika dicermati, program ini tidak terlepas dari orientasi ekonomi ala sistem Kapitalis, hanya untuk kepentingan segelintir orang, para pemilik modal.

Pemberdayaan seharusnya tidak melulu tentang ekonomi, apalagi berbicara pemberdayaan pemuda. Sebagaimana sebelumnya pemberdayaan pemuda dan pemberdayaan perempuan hanya dinilai dari hitungan kontribusi terhadap roda perekonomian saja. 

Tidak salah memang jika pemuda menjadi pioneer atau mandiri secara ekonomi. Dalam Islam, pemuda (khususnya laki-laki) yang sudah baligh, memang seharusnya sudah bisa mandiri secara finansial minimal utk kebutuhannya sendiri.

Hanya saja, dalam islam pemuda memiliki peran dan potensi yang strategis, diusianya yang produktif, seharusnya tidak dinilai dari kontribusi  ekonomi saja. Sebab, jika di atur dengan pengaturan yang benar para pemuda Indonesia ini akan mampu mengemban amanah memperbaiki bangsa secara keseluruhan. Seperti menjadi agen-agen perubahan pencerdasan bangsa, pendakwah Islam dan calon-calon pejuang.

Tidak ada yang salah dalam upaya pemberdayaan pemuda. Para pemuda memang harus di berdayakan dengan catatan pemberdayaan yang benar. Sejak awal permasalahan terletak pada aturan yang menaungi kehidupan kita hari ini, yaitu Sistem Kapitalisme Sekuler yang telah membuat tatanan hidup seperti di alam rimba. Siapa kuat dia dapat serta orientasi hidup hanya pada urusan kemanfaatan materi bukan keselamatan umat dan perbaikan generasi yang dengannya akan mengantarkan manusia pada peradaban hidup yang sejahtera, penuh keberkahan. Wallahu ‘alam bi showab.[]

Oleh: Muthi Nidaul Fitriyah

Posting Komentar

0 Komentar