TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Om Joy Ungkap Sisi Romantis Sejarawan

Foto: screenshot Om Joy mengisi di halaman Facebook Dakwah Sulteng


TintaSiyasi.com-- "Sejarawan mestilah orang yang sangat romantis," tutur Jurnalis Tabloid Media Umat Joko Prasetyo dalam acara bedah buku Negeri Khalifatul Khamis (Jejak Kesultanan Buton), yang diselenggarakan fanpage facebook Dakwah Sulteng, Jumat (28/8/2020).

Menurut jurnalis yang biasa disapa Om Joy ini, dikatakan romantis karena sejarawan mampu menguak masa lalu dan menyuguhkan hal-hal penting ke benak pembaca.

"Bisa menghadirkan kejadian di masa lalu, hal-hal penting di masa lalu ke benak para pembaca sekarang," jelasnya.

Bahkan menurutnya, sejarawan bisa membangkitkan ghirah pembaca untuk meniru hal-hal yang baik, "menimbulkan gairah atau bangkit keinginan untuk meniru hal-hal yang baik dari masa lalu tersebut," tambahnya.

Om Joy merasa buku Negeri Khalifatul Khamis ini merupakan buku yang bernyawa alias memiliki roh, hingga membuatnya menyematkan pujian bagi sang penulis buku dan memaparkan keunggulan buku ini.

Pertama, keunggulan buku ini karena ditulis secara renyah. "Buku ini keunggulannya ditulis secara renyah karena background para penulisnya yang bergerak di dunia jurnalistik mau pun penerbitan buku," katanya.

Kedua, meskipun tidak berangkat dari latar belakang sejarah, penulis mampu menunjukkan sisi romantisme sejarawan tanpa mengurangi kualitas tulisan.

"Juga meskipun mereka tidak berlatar belakang sejarah tetapi tidak mengurangi kualitas tulisannya karena fungsi dari sejarawan itu mampu menulis romantisme ini dengan baik," ujarnya.

Ketiga, penulis mampu menghadirkan ibrah dari gambaran masa lalu untuk masa sekarang. "Yaitu menghadirkan gambaran masa lalu di masa sekarang untuk diambil baiknya dan itu berhasil dilakukan," tambahnya lagi.

Untuk membuktikan kebenaran keunggulan buku Negeri Khalifatul Khamis (Jejak Kesultanan Buton) yang ditulis oleh Irwansyah Amunu dan Wahyudi Al Maroky, Om Joy mengajak membaca bukunya.

"Ingin buktinya, baca bukunya," pungkasnya.[]

Reporter: Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar