TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Menanti Jejak Khilafah di Nusantara



Di tengah berbagai upaya menyudutkan khilafah sebagai ajaran Islam, satu hari lagi umat Islam memasuki tahun baru Hijriyah. Momen penting kali ini akan diisi nobar (nonton bareng) film istimewa yaitu Jejak Khilafah di Nusantara. 

Sebuah film yang akan memberikan gambaran gamblang tentang sejarah negeri kita sendiri. Dahulu terpuruk dalam gelapnya ajaran paganisme dan animisme, terpecah belah dalam ratusan suku kemudian datanglah Islam ke negeri kita. Islam didakwahkan oleh wali sanga yang merupakan  utusan khalifah. Bukan yang selama ini kita kenal Islam dibawa oleh pedagang dari Gujarat. Terkesan seolah-olah dakwah hanya aktifitas sambilan selama berdagang. Sungguh utusan khalifah itu datang ke Nusantara untuk menyebarkan risalah Islam. Sebuah aktifitas dakwah yang diemban oleh negara khilafah. Sehingga menyebar luas dan memiliki pengaruh kuat.

Dari kegelapan paganisme dan animisme, Nusantara beralih dan berhijrah menuju cahaya Islam. Muncullah kesultanan Islam di seantero Nusantara. Kesultanan-kesultanan Islam  ini adalah bagian dari khilafah Islam dan menerapkan hukum yang satu yaitu syariat Islam.

Setelah masa kejayaan di bumi Nusantara dengan penerapan syariat Islam, datanglah masa penjajahan dan kolonialisme. Mereka menjajah, menjarah, memecah belah dan memporakporandakan negeri ini.

Penjajah menyadari hanya Islamlah yang menjadi penghalang penjajahan mereka. Karena hanya Islam yang mampu menyatukan berbagai etnis, suku, bangsa, budaya dan bahasa dalam ikatan kokoh aqidah Islam. Oleh karena itu penjajah berupaya keras memisahkan masyarakat dari syariat Islam. Memisahkan Islam dari kancah politik, ekonomi, militer, sosial budaya. Strategi mereka tak berubah mengikuti perubahan zaman. Karena mereka faham serangan pemikiran akan menghunjam tepat pada kekuatan umat Islam. Sehingga umat Islam terkulai lumpuh di depan penjajah. Strategi jitu memerangi Islam dengan serangan pemikiran ini telah mereka temukan ratusan tahun yang silam. Sebuah strategi yang terbukti dan teruji sukses melemahkan dan menghancurkan Islam, yaitu perang pemikiran.

Sebagaimana hari ini mereka terus konsisten pada langkah perjuangannya melalui ghazwu fikri (perang pemikiran). Karena pemikiran itu penting dan memjadi pijakan setiap manusia bertingkahlaku. 
Mereka berusaha melakukan pengaburan bahkan penguburan sejarah Islam. Pengaburan yaitu dengan cara sejarah dituliskan dalam konteks berbeda sesuai kepentingan. Penguburan sejarah dilakukan dengan tidak menuliskan peristiwanya. Sehingga generasi muslim tak memahami sejarahnya sendiri. Sehingga akhirnya mereka melihat sejarah Islam sebagaimana Barat melihat dan menilai Islam. Begitulah, pengaburan dan penguburan sejarah adalah upaya untuk menghilangkan gambaran umat tentang khilafah sebagai ajaran Islam. Padahal jika ada sejarah dalam Islam maka ada pengamalannya.

Oleh karena itu untuk memberikan gambaran utuh pada kaum muslimin, maka sangat penting kita merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 H dengan diam di rumah. Nobar se-Nusantara melihat dengan jernih dan utuh sejarah kita, Jejak Khilafah Di Nusantara. Makin tak sabar menunggu jarum jam berputar. Menunggu detik istimewa nonton bareng (nobar) dengan saudara kita. Hingga hati, perasaan, rindu dendam menyatu dalam asa, memberi energi besar perubahan besar dunia. Aamiin.[]

Oleh: Sri Rahayu (Institut Kajian Politik dan Perempuan)


Posting Komentar

0 Komentar