Konten Prank Daging Isi Sampah Bikin Marah

 

Kembali konten prank sampah di Youtube bikin heboh. Demi sebuah konten yang menarik banyak penonton ke channelnya, berbagai cara dilakukan. Namun tak semuanya melakukan dengan cara yang baik dan malah berakhir menjadi masalah.

Seolah tidak belajar dari kasus prank sampah Youtuber Ferdian Paleka beberapa waktu lalu, mucul konten youtube lagi yang membuat prank berisi sampah. 

Seperti dikutip dari Kompas.com (3/8), Youtuber Edo Putra dengan santainya melakukan prank hanya demi subscriber. Video ini diunggah dengan judul " PRANK BAGI BAGI DAGING KE EMAK-EMAK ISINYA SAMPAH".

Ia membagikan bungkusan plastik yang disebut daging kurban, namun ternyata isinya adalah sampah. Konten tersebut diunggah Youtuber Edo putra Official pada Kamis 30 Juli 2020. Kompas.com (3/8).

Prank menjadi tren yang saat ini sedang marak-maraknya dilakukan. Baik anak muda maupun yang tua, menyukai hal konyol ini. 
Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan hiburan. Baik prank itu settingan atau tidak, hal ini ditujukan untuk mengelabui atau melihat ekspresi lucu, marah dari si target yang dituju.

Dilansir dari Merdeka.com (3/8), Usai mengunggah video prank tersebut, Edo bersama rekannya langsung diamankan petugas Mapolrestabes Palembang. "Sudah diamankan. Keterangan lengkapnya besok saja ya, Senin (3/8/2020) ya," kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji, Minggu (2/8/2020).

Mereka membuat konten itu, khususnya di YouTube, konten prank kontroversial, punya tujuan  dengan alasan ingin mendapatkan penghasilan yang besar layaknya YouTuber lain yang sukses dengan pendapatan yang menggiurkan. Mereka melihat pekerjaan itu mudah untuk dilakukan dan menjanjikan.

Orang yang membuat konten semacam ini biasanya tidak terlalu memikirkan konsekuensi yang didapat setelahnya, karena tujuannya hanya bagaimana konten yang ia buat bisa menghasilkan uang. 

Prank adalah sebuah kata yang berasal dari Bahasa Inggris. Awalnya, kata ini mengandung makna sebuah tindakan yang dilakukan kepada seseorang atau kelompok lain dalam bentuk kelakar, canda, maupun olok-olok. Pada dasarnya tindakan prank dilakukan dengan kandungan humor atau unsur lucu. Namun, pada perkembangannya, tidak sedikit tindakan prank yang dianggap melewati batas kewajaran. Oleh karena itu, seiring waktu, tindakan prank semakin mendapat opini negatif dari masayrakat terutama terhadap tindakan yang dianggap tidak lebih dari sekadar usil, tidak bermakna, atau bahkan mengganggu ketertiban masyarakat. Brainly.co.id (10/12/17)

Jenis prank itu beragam. Yang dilakukan untuk mengundang tawa dan menghibur orang lain adalah boleh-boleh saja asal dengan cara yang tidak berlebihan. Prank yang didesain untuk membantu orang lain dengan menyamar agar tidak ketahuan identitas aslinya juga tidak bermasalah. Malah prank sejenis ini bisa berbuah amal kebaikan karena menghilangkan kesusahan orang lain dan membuatnya bahagia. Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda:  
"Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia.
Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya."

Namun yang menjadi masalah adalah prank yang menimbulkan keresahan atau rasa tidak nyaman pada orang lainnya. Prank jenis ini yang tidak diperkenankan dalam ajaran Islam. Sebagaimana Rasulullah pernah melarang sahabat ketika mereka jahil kepada salah satu orang yang tertidur, di mana sebagian mereka menggendongnya ke atas bukit dan langsung membangunkannya. Sontak membuatnya kaget dan yang lain menertawakannya. Melihat kejadian tersebut, Nabi bersabda:
“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain “

Dengan demikian prank yang dapat menimbulkan keresahan atau sesuatu yang tidak diinginkan dan mengganggu orang lain sebaiknya tidak dilakukan. Masih banyak cara lain yang lebih kreatif jika ingin menghibur orang lain atau sekedar membuat konten dalam youtube.

Terlebih lagi jika tujuan dibuatnya video tersebut hanya untuk meraup pundi-pundi rupiah dari konten Youtube. Sungguh pemikiran yang kapitalis sekali. Seharusnya pemuda pemudi ini bisa memanfaatkan sosial media dengan menebar kebermanfaatan. 

Bagaimana generasi pemuda jika pola pikirnya hanya uang dan uang, mereka yang harusnya menjadi tonggak peradaban sebuah negara malah sibuk bikin konten viral demi like, subcribe dan dapet adsens.

Negara juga diharapkan dapat turut serta dalam memastikan penyebaran konten-konten yang dinilai dapat memberikan dampak negatif. Mengarahkan anak bangsa untuk membuat konten-konten bermanfaat demi masa depan negara.

Ada satu yang perlu diingat, bercandalah sewajarnya saja. Boleh bercanda, akan tetapi jangan berlebihan sampai menimbulkan suatu traumatik dan membahayakan sesama. Wallahu’alam Bishawab.[]


Oleh : Khoirotiz Zahro V, S.E. 
Muslimah Surabaya

Posting Komentar

0 Komentar