+
YUK JOIN di TINTA INTENS 4

Khilafah Islamiyyah Menjawab Kebutuhan Umat Manusia

Foto: muslimahnews.id

Secara empiris dan objektif, umat manusia membutuhkan kembali tegaknya Khilafah Islamiyyah sebagai jawaban atas kehancuran dunia akibat penerapan sistem Kapitalis-Sekuler. 

Pertama. Dunia saat ini sangat membutuhkan sistem yang mampu menciptakan kesejahteraan, keadilan dan persaudaraan global. Karena saat ini sistem dunia disangga Kapitalis-sekuler yang telah terbukti berdampak buruk dan destruktif bagi umat manusia di seluruh bidang kehidupan.

Di bidang ekonomi, kapitalis telah telah menciptakan kesenjangan pendapatan antara negara dunia ketiga dengan negara maju, penduduk kota dengan penduduk desa, serta menumpuknya kekayaan di kalangan segelintir orang. Sehingga kelompok mayoritas dengan pendapatan rendah mengalami deprivasi hampir dalam semua aspek kehidupan, dilanda kemiskinan, tidak mampu mengakses fasilitas-fasilitas umum dengan mudah akibat kemampuan daya beli rendah serta akibat terampasnya aset umum oleh pihak swasta. 

Mekanisme pasar yang didengunkan kaum kapitalis bisa memacu kompetisi pasar dengan berbagai macam dampak baiknya ternyata hanyalah angan-angan belaka. Yang terjadi adalah dominasi si kaya atas si miskin. Sistem moneter berbasis pada uang kertas yang tidak dijamin oleh emas dan perak, nyata-nyata telah membuat ekonomi dunia bagaikan balon yang menggelembung namun kosong tanpa isi. Balon tersebut siap meledak sewaktu-waktu dan menimbulkan bencana yang bersifat contagion.
 
Sistem pemerintahan demokrasi yang dianggap mampu menciptakan kesejahteraan ternyata justru menimbulkan problem sosial yang kompleks. Kebebasan yang dipuja-puja ternyata hanya menghasilkan seks bebas, dekadensi moral, penggerusan akidah, serta kehancuran keluarga. 

Sistem hukum menggunakan hukum positif buatan manusia ternyata menjadi wasilah korporasi raksasa untuk menjajah dan mengeruk kekayaan umat.

Khilafah Islamiyyah menerapkan sistem ekonomi Islam yang anti riba, anti spekulasi, anti kedzaliman dan anti kecurangan terbukti mampu memakmurkan kehidupan manusia berabad-abad. Pengelolaan aset-aset umum oleh negara khilafah digunakan untuk kemakmuran rakyat, serta larangan privatisasi harta-harta milik umum telah membuka jalan bagi negara untuk mensejahterakan rakyat. Sistem moneter negara khilafah berbasis emas dan perak telah terbukti mampu menciptakan stabilitas moneter dalam kurun waktu yang sangat panjang. Pelarangan spekulasi dan riba dalam transaksi ekonomi telah mendorong ekonomi real pada puncak dinamikanya. Sehingga terjadilah mekanisme pasar yang adil, normal dan terkendali. Kemakmuran dan kesejahteraan benar-benar terwujud dalam ranah real bukan sekedar hitungan angka-angka yang tidak nyata. Begitu pula pada sistem-sistem kemasyarakatan yang lain, syariat Islam yang telah diterapkan khilafah Islamiyyah terbukti lebih unggul dibandingkan hukum buatan manusia yang tak pernah sempurna.

Kedua. Dunia saat ini membutuhkan sistem kenegaraan yang mampu menjadikan manusia hidup bersama-sama saling mendukung dan melengkapi satu sama lain, dan bisa saling berbagi satu dengan yang lainnya dalam sebuah negara global. 

Saat ini nasionalisme dengan nation statenya terbukti gagal menciptakan pola hubungan yang manusiawi. Nasionalisme menyebabkan meningkatnya jumlah negara yang hanya mementingkan dirinya sendiri dengan mengesampingkan bahkan cenderung mengorbankan kepentingan pihak lain, memunculkan rasialisme yang bersifat masal, memecah-belah umat manusia bahkan menutup tren dunia global yang saling menopang dan mendukung.

Data di lapangan menunjukkan sejak Perang Dunai II, 20 juta jiwa hilang karena konflik-konflik yang berdimensi nasionalistik. 29 konflik dari 30 konflik terjadi pada dimensi domestik. Di Soviet lebih dari 20 konflik terjadi dan menelan korban ratusan ribu bahkan hingga mencapai jutaan. Nasionalisme dengan nation statenya juga menyebabkan munculnya cost-cost ekonomi yang tidak perlu (misalnya biaya paspor dan visa, proteksi dan sebagainya), timpangnya distribusi dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi dunia juga diyakini sebagai akibat diterapkannya model negara bangsa. Arus barang-barang dan manusia tidak bisa masuk dengan mudah di sebuah negara akibat pemberlakuan tarif-tarif proteksi. 

Jika tarif proteksi tersebut dihilangkan tentunya arus barang dan manusia akan lebih lancar dan mudah. Beberapa negara yang mencoba mencairkan sekat-sekat nationnya terbukti bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Selain itu nasionalisme sendiri berasal dari gagasan orang Kristen dan Yahudi Arab untuk memecah-belah dunia Islam yang dahulu pernah bersatu dalam naungan Khilafah Islamiyyah agar terjadi pertikaian antar sesama kaum muslim. Selain didesain untuk memecah persatuan dan kesatuan kaum muslim, nation state juga bertujuan untuk memudahkan proses imperialisasi barat di dunia Islam.

Walhasil dunia saat ini membutuhkan sistem dunia yang mampu mengsubordinasi seluruh bangsa di dunia untuk hidup bersama-sama, saling mendukung, saling berbagi satu dengan yang lain, saling membantu sebagai sesama manusia yang hidup di dunia tanpa ada lagi arogansi bangsa maupun teritorial. Hal ini hanya mampu diwujudkan oleh sistem Khilafah Islamiyyah.[]

Oleh: Nanik Farida Priatmaja 
Aktivis Muslimah
Sumber: Panduan Lurus Memahami Khilafah Islamiyyah, Menurut Kitab Kuning

Posting Komentar

0 Komentar