Keistimewaan Hari Raya Idul Adha



Setelah melewati hari raya Idul Fitri di tengah pandemi, kita juga merasakan lagi Hari Raya Idul Adha tahun ini masih ditengah Covid-19 yang belum selesai. Namun, dengan kondisi itu jangan sampai kita tidak merayakannya dan mengambil hikmah dari begitu istimewa nya Hari Raya Idul Adha atau Hari Haji atau Hari Qurban.

Hari Raya Idul Adha disebut juga dengan Hari Haji, dimana seluruh umat muslim di seluruh dunia berkumpul menjadi satu untuk melaksanakan rukun islam ke-5 yaitu berhaji. Pelaksanaan Rukun Islam ke-5 ini merupakan keinginan seluruh umat muslim dunia untuk melaksanakannya. Setiap muslim diwajibkan melaksanakannya 1 kali seumur hidup (jika mampu), yang dimana pelaksanaan itu hanya dilakukan pada Hari Raya Idul Adha dan Hari-hari Tasyrik. 

Pada Hari Idul Adha 1441 H ini biasanya kita juga diingatkan dengan peristiwa agung pengorbanan Nabi Ibrahim as. dalam menaati perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya yaitu Ismail as. Bagi Nabi Ibrahim, Ismail meruapakan buah hati, harapan dan cintanya yang telah sangat lama dinantikan. Namun di tengah rasa bahagia itu, turunlah perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim as. untuk menyembelih putra kesayangannya itu. 

Perintah yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim itu begitu berat untuk dilakukan, namun karena kecintaan dan ketaatan kepada Allah melebihi kecintaannya kepada selain pencipta maka perintah itu dilaksanakan dengan penuh kesabaran dan ketaatan. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur'an "Anakku, sungguh Aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Karena itu pikirkanlah apa pendapatmu (TQS ash-Shaffat [37]: 102" dan "Ayah, lakukanlah apa yang telah Allah perintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar (TQS ash-Shaffat [37]: 102)". 

Kisah Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. tersebut sampai saat ini telah menjadi teladan bagi seluruh umat Muslim didunia. Teladan dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah kurban. Juga teladan dalam ketaatan, perjuangan dan pengorbanan demi mewujudkan ketaatan pada aturan Allah SWT secara sempurna.

Dari peristiwa itu menunjukkan bahwa dalam ketaatan terhadap perintah Allah maka tidak ada pilih-pilih mana yang sesuai dengan keinginan kita. Semua yang Allah SWT perintahkan maka kita wajib untuk menaatinya tanpa bertanya kenapa harus melakukannya. Sesuai dengan Firman Allah bahwa kita harus menaati perintah dan laranga-Nya secara keseluruhan "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu adalah musuh nyata kalian (TQS al-Baqarah [2]: 208)".

Selain itu, pelaksanaan ibadah haji oleh seluruh umat muslim yang berkumpul menjadi satu dari setiap belahan dunia baik Amerika, Eropa ataupun Asia menunjukkan bahwa itu tidak menjadi masalah selama mereka diikat oleh aturan yang sama yaitu Akidah Islam. Sayang seribu sayang, kesatuan yang terjadi itu hanya berlaku sesaat karena begitu selesai mengerjakan shalat ‘Idul Adha dan berhaji kesatuan itu pun sirna. Padahal sudah jelas dan pasti bahwa Islam itu hanya akan bangkit dengan adanya persatuan dan umat yang terpecah belah lebih mudah dihancurkan oleh mereka para pembenci Islam.[]


Oleh : Anisa 
Komunitas Pena Banua

Posting Komentar

0 Komentar