TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kaitan Erat Islam di Nusantara dan Kekhilafahan



Satu Muharam merupakan hari yang besejarah bagi umat Islam diseluruh dunia, karena pada waktu itu merupakan tahun bari Islam yang erat kaitannya dengan peristiwa Hijrah nya Nabi dari Mekah ke Madinah. Berkaitan dengan hal itu ada aktifitas yang tidak biasa di media sosial. Film" Jejak Khilafah di Nusantara", tengah menjadi perbincangan hangat. Bahkan sempat menjadi trending topik di twitter. Film ini akan ditayangkan di Youtube  bertepatan dengan momen tahun baru Islam pada tanggal 20 Agustus 2020. 

Nampaknya umat menyambut hangat peluncuran film ini, dilihat dari antusiame netizen dalam membalas dan membagikan kembali konten yang berkaitan dengan film ini di media sosial.

Salah satu penggagas film ini yaitu Nicko Pandawa yang merupakan Sejarawan juga sebagai salah satu tim yang membuat film tersebut. Menuturkan bahwa Khilafah Islamiyah yang dulu pernah berpusat di Turki mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Nusantara, bahkan keeratan itu telah muncul sejak masa Khalifah Utsman.

Lebih lanjut menurut Nicko, Khalifah Utsman mengirim utusan ke China melewati Nusantara. Ditemukan di daerah Loeksumawe, Aceh Utara pemakaman keturunan Abbasiyah.

“Ada kompleks makam di Aceh Utara yang isinya ternyata Bani Abbasiyah. Dan mereka disinyalir menjadi pejabat di Kesultanan Samudera Pasai,” Katanya seperti dikutip dari tintasiyasi.com 15/8/2020.

Alumnus Sejarah Peradaban Islam ini berusaha menyajikan sejarah Islam yang kredibel melalui film dokumenter yang diangkat dari skripsinya berdasarkan data-data otentik yang tersebar di Nusantara. Film yang akan membuka gerbang sejarah peradaban Islam di Nusantara dan memberikan kunci yang hilang di masa lalu.

Selama ini masyarakat memang masih belum utuh dalam merunutkan masuknya islam di nusantara, seolah islam di nusantara khususnya di indonesia adalah islam yang berbeda dan terpisah dari islam yang  ada di belahan bumi lainnya. 

Masih ada fakta sejarah yang hilang dan belum terungkap hingga kini kemasyarakat. Entah sengaja ditutupi oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan persatuan umat islam atau memang lemahnya literasi dan semangat umat islam untuk mengetahui kebenaran sejarah ini.

Namun, terlepas dari kontrofersi dan perdebatan sejarah mengenai masuknya Islam di nusantara. Khilafah tetap merupakan bagian dari ajaran Islam yang tidak bisa dinafikan eksistensinya.

Menurut istilah para ulama, Khilafah adalah kepemimpinan umum atas seluruh umat dalam mengatur urusan agama dan urusan dunia.   

Meskipun dengan redaksi yang berbeda-beda, ulama Aswaja  sepakat  bahwa Khilafah adalah sistem pemerintahan yang tegak di atas akidah Islam. Islam memposisikan Khalifah sebagai pemimpin agung seluruh umat Islam yang menerapkan Islam secara menyeluruh dan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.  Mereka juga sepakat bahwa Khilafah dan Imamah memiliki pengertian sama.

Adapun, dalil tentang wajibnya keberadan Khilafah adalah:
Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
Ingatlah saat Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS al-Baqarah [2]: 30).

Ulama Aswaja dari empat mazhab menyatakan bahwa ayat di atas adalah dalil asal kewajiban mengangkat seorang khalifah.

Betapapun sebagian besar orang tidak setuju terhadap konsep Khilafah. Khilafah tetap merupakan bagian dari kekayaan khazanah Islam yang tidak hanya sebatas  teori namun terbukti eksis dalam kancah kehidupan manusia sebagai konstitusi dengan kegemilangan peradabannya.

Pertanyaan hanya pada apakah kita hendak menuruti keinginan para penjaah negeri serta hawa nafsu keserakahan manusia dengan menolak ajaran Islam yang mulia ini?

Ataukah menerima dan turut memperjuangkannya demi kemulian Islam dan berlangsungnya sebuah peradaban yang memanusiakan manusia? Wallohua'lam bishowab.[]

Oleh: Lilis Suryani


Posting Komentar

0 Komentar