TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Jejak Khilafah di Nusantara : Membuatku Malu dan Bersyukur



Tanggal 20 Agustus 2020 bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah, Khilafah channel menayangkan premier film dokumenter Jejak Khilafah Di Nusantara (JKDN). Bagi yang sudah menonton bagaimana perasaan anda saat menyaksikan film tersebut? Bangga, khawatir, terkejut, bersyukur, malu atau bahkan bercampur menjadi satu?.

Mungkin masyarakat Aceh sangat bangga dengan sejarah kesultanan Samudera Pasai nya,dimana salah satu sultan nya disebutkan masih memiliki garis keturunan khalifah Abassiyah,bahkan diduga kuat berbaiat langsung kepada khalifah.Yang kemudian mendedikasikan diri untuk berdakwah menyebarkan islam ke seluruh penjuru Nusantara.

Begitupun masyarakat daerah-daerah lain di bekas kesultanan Demak, Tidore,Borneo dan yang lainnya, yang gigih berani dengan semangat keimanan dan bantuan khilafah Utsmaniyah berhasil mengusir penjajah Portugis dari bumi Nusantara.

Namun ada yang berbeda dengan yang penulis rasakan. Ada sedikit perasaan malu dan terkejut ketika dalam tayangannya disebutkan bahwa bumi Blambangan (tempat penulis di lahirkan), yang kala itu masih menjadi kerajaan hindu adalah salah satu dari beberapa kerajaan yang ikut menawarkan bantuan kepada penjajah Portugis saat menjajah tanah Jawa.
 
Ya, itulah perasaan spontan yang penulis rasakan saat melihat kenyataan yang sebenarnya, karena memang sebelumnya sejarah tersebut tidak pernah diberikan kepada para siswa ketika di sekolah semasa masih di Banyuwangi. Dan ini pula yang terjadi di hampir seluruh wilayah di negeri ini. Musuh-musuh islam menjadikan sejarah negeri ini menjadi kabur dan terkubur.

Terlepas dari hal tersebut ada rasa syukur yang timbul ketika mendapati kenyataan bahwa dengan peran khilafah dan walisongo, walau secara tidak langsung kala itu, menjadikan Banyuwangi yang semula  penduduknya mayoritas beragama  hindu banyak yang berubah menjadi muslim. Tapi sayangnya keislaman yang mereka anut masih belum kaffah. Saat ini pengaruh hindu itupun belum hilang mewarnai budaya dan adat istiadat setempat. Bahkan semakin dikokohkan dalam program-program wisata yang digerakkan oleh pemerintah daerah  demi meraup sedikit rupiah yang dibawa wisatawan.

Inilah pekerjaan besar besar kita sebagai seorang muslim. Kewajiban amar ma’ruf nahiy munkar yang Allah bebankan kepada kita harus kita laksanakan, sebagaimana firman Allah yang artinya “ Dan hendaklah ada di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”(TQS. Ali Imran: 104). Begitu juga firman Nya dalam surat Ar-Ra’d, QS (13): 11 yang artinya “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka”.

Film dokumenter JKDN adalah bagian dari dakwah menuju islam kaffah, menyadarkan umat bahwa khilafah adalah bagian dari ajaran islam yang tidak boleh kita tolak terlebih ada jejak sejarah di negeri ini yang tak terbantahkan bukti-bukti nya. Wallahu a'lam bishshawab.

Oleh: Neneng Ummu Hasbian

Posting Komentar

0 Komentar