TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Jejak Khilafah di Nusantara: Kalimantan Juga Punya Jejaknya



Saat ini jagat di Nusantara telah di hebohkan oleh pemutaran film dokumenter JEJAK KHILAFAH DI NUSANTARA tanggal 20 Agustus 2020 mendatang tepat pada 1 muharram 1441 H.  Penulis sangat senang sekali dengan adanya pemutaran film ini,  karena penulis baru mengetahui ternyata Nusantara ada jejak Khilafah nan mulia ini. 

Tagar #Kamisfilmkhilafah pun tren di Twitter pada Selasa (18/8/20) kemarin. Berbarengan dengan tren tersebut, seruan terhadap tiket gratis film yang menguak perjalanan agama Islam ke Nusantara itu membuat tagar #TiketGratisFilmKhilafah turut populer.

Kita harus tau bahwa Nusantara tidak bisa terlepas dari eksistensi dan peran khilafah dalam membangun dan menyebarkan Islam di Nusantara. 

Banyak film sejarah tentang perkembangan peradaban di Indonesia. Mulai dari zaman kerajaan, hingga kemerdekaan.

Namun, inilah film sejarah pertama yang membahas tentang awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Tentang hubungan masyarakat dan kesultanan Islam di Nusantara dengan Khilafah Islamiyah. Serta sumbangsih Islam terhadap peninggalan dan peradaban di Nusantara.

Jika Islam dapat begitu banyak berpengaruh di Nusantara, lantas benarkah Islam masuk ke Indonesia melalui cara yang tidak sengaja dibawa oleh para pedagang dari timur tengah?

Dalam buku yang saya baca tentang jejak khilafah di Nusantara memaparkan bahwa Islam terus menguat menjadi kekuatan/institusi politik yang mengemban ajaran dan syariat Islam.  Di mulai dari tampak munculnya sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan perlak,  yang didirikan pada 1 Muharam 225 H atau 12 November 839 M. Contoh lain pula ada kesultanan ternate. 

Islam masuk ke Kepulauan Maluku ini tahun 1440 M.  Rajanya adalah seorang Muslim bernama Banyang Ullah.  Walaupun rajanya sudah masuk Islam,  namun belum menerapkan Islam sebagai institusi politik Islam setelah kerajaan ternate menjadi Kesultanan Ternate,  dengan sultan pertama Sultan Zainal Abidin pada tahun 1486 M.  

Kerajaan lain yang menjadi representasi Islam di Maluku adalah Tidore dan kerajaan Bacan.  Selain itu,  berkat dakwah yang di lakukan Kerajaan Bacan,  banyak kepala-kepala suku di Papua yang memeluk Islam.  

Institusi Islam lainnya di Kalimantan adalah Kesultanan Sambas,  Pontianak, Banjar, Pasir, Bulungan, Tanjungpura, Mempawah, Sintang dan Kutai. Dari sini kita tau bahwa tempat tinggal kita saat ini yaitu Pontianak memiliki jejak Khilafah yang mungkin sampai saat ini tidak pernah kita ketahui karena sejarah barat dan sistem saat ini membuat kita melupakan sejarah yang sesungguhnya. 

Jika Islam dapat begitu banyak berpengaruh di Nusantara, lantas benarkah Islam masuk ke Indonesia melalui cara yang tidak sengaja dibawa oleh para pedagang dari timur tengah?

Dan apabila begitu banyak kerajaan Islam di Nusantara, lalu apakah mereka berinisiatif untuk berdiri secara independent? Jika iya, bagaimana bisa mereka mengenal Islam dan berbagai macam ajarannya? Bagaimana pula, mereka bisa membawa ajaran Islam dalam kehidupan berpolitik dan bernegara?

Serta, siapakah sebenarnya para Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di berbagai pulau di kala itu? Bagaimana garis keturunan dan hubungan mereka dengan masyarakat Islam internasional?

Temukan Jawabannya dalam film Jejak Khilafah di Nusantara.[]


Oleh: Fitri Khoirunisa, A. Md 
Penggiat Literasi Islam Kalimantan Barat

Posting Komentar

0 Komentar