TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Jasmerah Peran Khilafah di Nusantara



Semboyan ini nampaknya begitu tepat tersemat bagi masyarakat Indonesia yang jangan sekali-kali melupakan sejarah negeri ini. Dimana peran besar Daulah Khilafah di Nusantara tidak boleh terpinggirkan dan hilang dari ingatan sejarah. Munculnya wacana ditengah-tengah umat bahwa khilafah tidak memiliki peran apapun tentu sangat menyesatkan.

Setelah Islam hadir di negeri Arab lalu menyebar hingga sampai di wilayah Nusantara melalui jalur perdagangan laut. Dakwah Islam pun menyentuh para pedagang dan pelaut Nusantara atas penyebaran dai ke seluruh pelosok dunia. Dan secara resmi dakwah Islam masuk ke Nusatara tercatat pada Diwan Kekhilafahan pada masa Bani Umayyah.

Ibnu Jahiz mencatat surat dari Maharaja Zabaj atau Sribuza kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. Dalam catatannya Zabaj atau Sribuza adalah kerajaan Sriwijaya yang ketika itu berkuasa di wilayah Sumatra. Raja yang menulis pada pemimpin Daulah Khilafah itu diperkirakan adalah Maharaja Sri Indrawarman.

Islam hadir ditengah Nusantara dengan membawa berkah yang luar biasa. Islam mampu menembus pelosok-pelosok negeri meski ras, warna kulit, bahasa sangat berbeda. Hingga penjajah muncul dengan membawa misi untuk menjarah kekayaan alam dan menduduki wilayah Nusantara.

Seruan jihad mulai bermunculan dan melalui Aceh  dikirimlah utusan ke Istanbul untuk meminta bantuan Khalifah Sulaiman al-Qanuni. Ekspedisi khilafah Ustmani di kirim ke Nusantara hingga penjajah dapat diusir. Namun tidak selesai disitu, muncullah penjajah Belanda ingin menguasai negeri ini.

Nyatanya dalam sejarah Nusantara, Khilafah memiliki andil yang besar terhadap perjuangannya membantu mengusir penjajah. Yang saat ini justru khilafah menjadi momok mengerikan dalam tubuh umat Islam di Nusantara. Kaum muslimin mengalami marjinalisasi hingga takut dengan khilafah.

Ancaman terus memborbardir para pengembannya yang mencoba mengembalikan lagi khilafah dipangkuan kaum muslimin. Yang hari ini justru terkerdilkan dengan pemikiran-pemikiran asing. Menganggap khilafah adalah monster yang harus dilenyapkan berserta para pengusungnya. 

Kaum muslimin dibutakan oleh isu yang di lempar para pembenci dan menganggapnya hanya sebuah ilusi yang tidak akan menjadi pasti justru mematikan negeri. Padahal dalam sejarah Nusantara peran khilafah begitu besar hingga mampu mencapai kemerdekaan yangkini telah dinikmati.

Kini, ketika gaung khilafah mulai menyebar ke pelosok negeri. Kaum muslimin mayoritas terbesar di dunia yang berada di negeri Nusantara harusnya mulai membuka kembali sejarah yang telah dikaburkan. Bahwa khilafah bukanlah sebuat ancaman menakutkan namun sebuah sistem Islam yang akan mensejahterahkan.

Bahwa khilafah tidak hadir untuk merusak bahkan menghancurkan namun menyatukan kaum muslimin yang telah lama terpisah menjadi satu kesatuan yang solid. Maka, jangan sekali-kali melupakan peran Khilafah di negeri Nusantara. Karena dengan khilafah kaum muslimin tidak akan lagi tercerai-berai namun menjadi satu tubuh.

Imam al-Mawardi mendefinisikan Khilafah dengan, Imamah menduduki posisi Khilafah Nubuwwah dalam menjaga (Islam) dan pengelolaan dunia dengan agama (Islam). Dan ingatlah akan firman Allah, Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka. Sementara Allah tidak menghendaki selain mengempurnakan cahaya-Nya meski orang-orang kafir tidak menyukai (Qs. At-Taubah : 32). Wallahu A'lam.[]

Oleh: Lismawati-Mahasiswi dan Praktisi Pendidikan.

Posting Komentar

0 Komentar