Idul Adha di Tengah Wabah



Di penghujung bulan Juli tahun 2020 Ini bertepatan sekali dengan hari raya besar Umat Islam, yakni Idul Adha 1441H. Dimana hal tersebut selalu identik dengan kisah Nabi Ibrahim a.s. dan putranya, Nabi Ismail a.s. Pelajaran yang senantiasa disampaikan saat khutbah hari raya Idul Adha. Tentang perjuangan keduanya dalam memparipurnakan ketaatan kepada Allah swt. 

Betapa Nabi Ibrahim a.s. sebagai Ayah diuji ketaatannya terhadap Rabb Sang Pencipta. Putra yang telah lama dinanti, saat sedang tumbuh dan butuh perlindungan, justru harus dengan ikhlas dikorbankan demi meraih satu kata, yakni ketaatan.
 
Sebaliknya, Nabi Ismail a.s. pun demikian. Jika bukan karena iman dan taqwa yang dipupuk sedemikian rupa. Tidak mungkin Ia berkehendak untuk mengorbankan diri. Namun, karena ketaatannya sebagai seorang hamba. Nabi Ismail a.s. bersedia menjalankan perintah tersebut. Sekalipun nyawa yang menjadi taruhannya. 

Selalu ada hikmah yang terpetik. Dibalik ujian yang dahsyat,  telah Allah SWT hadiahkan kebaikan dan keberkahan yang tak terkira bagi Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s. Allah mengganti ujian dengan kebahagiaan dalam satu waktu. Digantikannya Nabi Ismail a.s dengan seekor domba yang Allah kirimkan langsung melalui malaikatNya. 

Beralih dari kisah yang penuh ketauladanan tersebut. Perayaan Idul Adha saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab Umat Islam di seluruh dunia sedang menghadapi pandemi yang dahsyat, yakni Virus Corona ( Covid-19). Wabah yang telah banyak menelan korban jiwa. Lebih dari jutaan orang di seluruh dunia terinfeksi. 

Tidak hanya itu, pandemi turut menghasilkan banyak krisis di berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah krisis ekonomi.

Dilansir dari detik.com pada selasa 16 Juni 2020, Pandemi Virus Corona atau COVID-19 telah menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian. Bahkan perekonomian dunia nyaris jatuh dalam jurang resesi.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020 secara virtual, Senin (15/6/2020).

"Saat ini dunia menghadapi kondisi yang luar biasa sulitnya. 215 negara menghadapi darurat kesehatan dan harus menyelamatkan warganya dari ancaman COVID-19," tuturnya.

"Pertumbuhan ekonomi dunia terkoreksi amat tajam dan berjuang agar tidak masuk ke jurang resesi. Sekali lagi, situasi seperti ini yang tengah dihadapi semua negara, termasuk negara kita Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, antisipasi penanganan dan strategi mengurangi dampak buruk melalui agenda new normal buktinya hingga saat ini tidak mampu menjadi solusi. Justru semakin memperburuk keadaan. Meningkatnya secara tajam jumlah rakyat yang terkonfirmasi positif. Menunjukkan betapa gagalnya penerapan sistem new normal yang saat ini sedang berjalan.

Idul Adha di tengah wabah seharusnya semakin menambah ketaatan kita kepada Allah SWT. Dengan adanya pandemi ini, Allah sedang menegur dan memberi pelajaran kepada manusia. Betapa Allah Maha Besar dan manusia sangatlah kecil lagi terbatas kemampuannya. Semestinya kita semakin taat dan tunduk lagi kepadaNya. 

Penting untuk menjadi pelajaran bagi para petinggi negeri. Mereka yang bertingkah pongah layaknya Fir’aun seharusnya sadar, betapa sangat lemah di hadapan Allah SWT. Bukan hanya itu, bahkan negara-negara Barat yang senantiasa menggaungkan diri sebagai negara adidaya di dunia. Kini tak berdaya saat berhadapan dengan penyakit Covid-19 ini. Para penguasa yang tunduk pada Ideologi Kapitalisme dibuat kelimpungan. Amerika yang memiliki modal kuat, teknologi kesehatan mumpuni juga terkapar berhadapan dengan virus ini.

Maka, sudah semestinya menjadi kebutuhan mendesak bagi umat untuk  kembali pada sistem ilahi dengan tegaknya seluruh syariat sebagai solusi. Dengan ketaatan yang sempurna dan kesiapan berkorban meninggalkan seluruh orientasi individual dan materialistik menuju keinginan meraih ridha Allah SWT. Lebih takut dan taat lagi kepadaNya dan sebagai wujud ketaatan itu tidak lain adalah dengan menjalankan syariat Allah SWT secara kaffah. Wallahu a'lam bish shawab.[]

Oleh: Ummu Avicenna

Posting Komentar

0 Komentar