Film JKdN, Menguak Fakta yang Selama Ini Dikaburkan



Film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara telah menjadi perbincangan di dunia nyata maupun sosial media baik yang pro maupun kontra. Bagi yang pro, film  dokumenter  ini sangat bagus sekali ditonton, karena menguak fakta yang selama ini dikaburkan. JKdN menceritakan secara gamblang dan jelas bagaimana hubungan yang sangat erat sekali antara Khilafah Islam, khususnya Kekhilafahan Turki Utsmani dengan Nusantara. 

Film dokumenter JKdN diangkat berdasarkan data otentik, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam film dokumenter ini akan terlihat  jelas jejak-jejak  nyata sejarah Khilafah Islam yang pernah ada di Nusantara. Yang dulu sejarah itu telah dikaburkan maknanya melalui pelajaran-pelajaran sekolah, sekarang akan terlihat jelas jejak-jejak itu. 

Bagi yang kontra atau benci dengan kata khilafah, walaupun notabene mengaku beragama Islam, film dokumenter ini bisa menjadi bumerang bagi mereka. Pasalnya, opini  pesanan dari tuan mereka (Barat kafir penjajah) yang selama ini  mereka bangun bahwa khilafah itu ancaman, tidak sesuai  jika diterapkan di Indonesia, utopis dan masih banyak komentar buruk lainnya bisa hancur seketika ketika sebagian  besar umat Islam di Indonesia  menonton film ini dan mereka tercerahkan bahkan sampai mendukung  kembali tegaknya khilafah di muka bumi ini. Allahu Akbar.

Tentu saja, yang alergi dengan khilafah, mereka bak cacing kepanasan. Pastinya, akan berusaha sekuat  tenaga bagaimana pun caranya akan menghancurkan kembali pondasi-pondasi yang  telah dibangun umat untuk kembali kepada sistem pemerintahan Islam. Musuh-musuh Islam pastinya tidak akan rela jika kekhilafahan Islam akan muncul kembali sebagai sebuah  negara adidaya yang dulu pernah berjaya. Melalui antek-anteknyalah, Barat senantiasa akan menjegal setiap upaya umat untuk menegakkan kembali kekhilafahan Islam.

Sepatutnyalah, pemerintah  tidak usah ikut-ikutan alergi, bagaimana pun juga mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim dan pejabat-pejabat di pemerintahan juga Muslim. 

Tapi, mengapa ketika sebagian kaum Muslim dalam menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 H yang bertepatan dengan 20 Agustus 2020 akan menayangkan secara live film dokumenter JKdN: Jejak Khilafah di Nusantara, mendadak film tersebut tidak bisa diakses dan muncul tulisan 'Konten ini tidak tersedia di domain negara ini karena ada keluhan hukum dari pemerintah'. 

Padahal, pemerintah sendiri bisa jadi belum menonton film tersebut. Namun, berkat kesigapan panitia dalam menyelesaikan semuanya, akhirnya kita bisa menonton, walaupun beberapa kali di blokir oleh pemerintah.

Apa arti semua itu? Apakah pemerintah tidak suka ada kata yang berbau khilafah? Padahal khilafah adalah ajaran Islam di bidang pemerintahan sama seperti halnya ajaran Islam lainnya, seperti shalat. Jika dilihat kalimat ‘Ada keluhan hukum dari pemerintah’ itu menandakan rezim saat ini anti khilafah. Jika anti khilafah, artinya itu anti Islam. Jika anti Islam berarti anti kepada aturan yang datang dari Sang Pencipta, Allah SWT. 

Namun, kita sebagai umat Muslim tentunya tak usah takut akan ancaman yang memang sewaktu-waktu datang menghampiri kita. Tetaplah berada di barisan para pejuang khilafah, walaupun khilafah belum tegak. Setidaknya kita bisa mempertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak di akhirat nanti. 

Dengan menonton film dokumenter itu, seharusnya kita semakin mantap berada di barisan pejuang khilafah dan menambah keyakinan  akan bisyarah yang disebutkan Rasulullah SAW yakni akan tegak kembali khilafah 'ala minhajin nubuwwah atas izin Allah SWT. Allahu Akbar.[]


Oleh: Siti Aisyah S.Sos.
Aktivis Dakwah

Posting Komentar

0 Komentar