Dakwah via Media Sosial pada Era Milenial

Foto: okezone.com


Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat metode berdakwah tidak lagi hanya dalam diskusi atau membuka forum tertentu saja. Tetapi, dakwah juga dilakukan dengan cara yang lebih modern dalam artian tidak hanya melalui percakapan dalam forum diskusi melainkan memanfaatkan adanya teknologi melalui media seperti televisi, radio, artikel sampai media sosial.

Dunia maya, khususnya media sosial merupakan kekuatan terbesar pada masa sekarang. Hal itu dikarenakan setiap harinya telah banyak masyarakat yang bersinggungan dengannya. Oleh sebab itu, tidak heran jika dalam arus globalisasi informasi, dakwah bisa masuk di dalamnya.

Kemunculan media memberikan kemudahan untuk lebih menjangkau masyarakat luas. Kemudian, media sosial khususnya juga memberikan berbagai kemudahan lain seperti lebih cepat, dapat menyampaikan dakwah secara singkat, simple dan luas. Peran media sosial dalam berdakwah kini juga menjadi sangat penting karena melihat kondisi masyarakat. khususnya Indonesia yang semakin banyak menggunakan media sosial. 

Melaksanakan tugas dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim. Setiap pribadi muslim yang telah baligh dan berakal, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kewajiban untuk mengemban tugas dakwah. Setiap individu dari umat Islam dianggap sebagai penyambung tugas Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam untuk menyampaikan dakwah.

Apapun profesi dan pekerjaan seorang muslim, tugas dakwah tidak boleh dia tinggalkan. Setiap muslim berkewajiban untuk menyampaikan dakwah sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa dakwah adalah jalan hidup seorang mukmin yang senantiasa mewarnai setiap perilaku dan aktifitasnya.

Allah SWT berfirman : "Hendaknya ada di antara kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf, melarang yang mungkar. Mereka itulah sebenarnya orang-orang yang beruntung" (Qs. Ali-‘Imran: 104).

Para ulama memberikan kaedah, "Kewajiban itu berkaitan dengan kemampuan". Sebagaimana kata Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu' Al Fatawa (3: 312),
"Kewajiban yang mengenai individu itu bertingkat sesuai pada kemampuan, tingkat ma’rifah (pengenalan) dan kebutuhan"

Kaedah di atas didukung oleh dalil-dalil berikut ini. Allah SWT berfirman : "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" (QS. Al Baqarah: 286).

Pada masa sekarang, yang dikenal dengan era milenial, aktivitas dakwah di kalangan muslim semakin populer, sehingga penyebaran Islam melalu dakwah semakin besar dan berkembang pesat.

Media sosial mampu menembus batas batas ruang dan waktu. Artinya, meski dengan jarak jauh komunikasi memungkinkan dilakukan. Tidak hanya itu, media juga menawarkan kecepatan waktu dalam menyediakan beragam informasi.
Berdakwah di era milenial mengharuskan lonten dakwah dituntut untuk dapat diakses dengan cepat dengan konten menarik dalam bentuk digital. 

Ada dua hal setidaknya, yang dapat dilakukan. Pertama, terkait dengan penggunaan media dakwah. Pesan dakwah harus dikemas melalui konten-konten yang akrab dengan generasi kekinian. Konten dapat dikemas dalam bentuk vlog, soundcloud, infografis, dan juga meme, dimuat di YouTube agar dakwah makin meluas. Kedua, pengemasan pesan-pesan dakwah harus menarik. Sebab, sebaik apapun materi dakwah tanpa didukung dengan kemasan yang menarik terkadang ditinggalkan orang.

Berdakwah melalui media sosial, tergolong cukup mudah dan sangat praktis karena bukan hanya jangkauannya yang sangat luas, namun media sosial juga menghilangkan batas-batas rasisme, golongan, agama dan lainnya sehingga media sosial menjadi media bebas untuk menuangkan pemikiran seseorang dalam sebuah tulisan maupun ucapan dan tidak terbatas oleh waktu, bahkan ulasan pembahasannya pun akan lebih gamblang, mengena dan dapat ditelaah pembaca kapanpun dan dimanapun ia berada. 
Peluang berdakwah sangatlah terbuka lebar dan luas, hampir- hampir tak ada alasan bagi siapa saja untuk tidak ikut andil dalam berdakwah. Dengan jejaring sosial, siapapun bisa menyalurkan aneka ilmu seperti dakwah dan tarbiyah kepada semua teman, kerabat, bahkan orang tak dikenal sekalipun, sehingga menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar kepada semua kalangan kini semakin mudah dan menarik dengan adanya media sosial.

Selain bisa dengan mudah dalam masalah pengaksesan informasi melalui internet, media sosial juga bisa membangun semangat dakwah para pemuda, sebab siapa saja yang hendak terjun dalam dunia dakwah di era modern (berdakwah dengan media sosial) tidak disyaratkan pangkat ataupun pendidikan yang tinggi, melainkan cukup dengan bisa memahami nash- nash syariat baik dalam Al- Quran maupun As-Sunnah serta dapat memahami tafsiran Nash tersebut sekaligus bisa menyimpulkan apa yang dikehendaki oleh nash- nash itu.

Sahabat Abdullah bin Amr Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Makna hadis "sampaikan dariku walau satu ayat" itu adalah menyampaikan apa yang dipahami. Kalau pahamnya satu ayat saja, cukup itu, tidak perlu yang lain. Tentu kalau ilmunya banyak perlu disampaikan dan diamalkan.

Teknologi hari ini telah mengalami kemajuan super cepat, maka pendekatan dakwah kini tidak lagi cukup dengan cara-cara konvensional. Dakwah harus mampu menyesuaikan diri. Harus bisa berjalan lebih optimal dan merambah wilayah-wilayah yang mungkin belum pernah terfikir sebelumnya (termasuk media sosial didalamnya).

Manfaatkan apa yang ada sekarang untuk mengoptimalkan dakwah, jika belum mampu untuk terjun langsung di tengah masyarakat bisa dimulai dengan memanfaatkan media sosial yang dipunya. Karena bisa jadi itu menjadi slaah satu ladang pahala kita. 

Semangat dakwah itu harus senantiasa tertanam dalam diri setiap muslim, terkhusus generasi muda muslim milenial, inilah saat kita untuk berkarya, berkarya dalam dakwah. Wallahu’alam Bishawab.[]


Oleh : Khoirotiz Zahro Verdana

Posting Komentar

0 Komentar