Dakwah Politik Keumatan



Semenjak kaum muslim tak memiliki institusi dan kepemimpinan umat sedunia, keterpurukan melanda umat dari barat hingga timur dunia (Chechnia, Albania, Bosnia, Herzegovina, Sudan, Iraq, Afganistan, Palestina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Myanmar, Banglades, Pakistan). Padahal secara jumlah, kaum muslim mendominasi penduduk dunia. Namun tak mampu menghadapi musuh yang kecil sekalipun, semisal Israil dan penguasa Myanmar.

Kaum muslim sejatinya tengah dihadapkan masalah internasional dan nasional. Skala internasional, kaum muslim tak mampu menyelesaikan permasalahan negara muslim lainnya (penjajahan, kelaparan, kemiskinan dan sebagainya). Dalam skala nasional, kaum muslim pun tak jauh dari masalah (kezaliman penguasa, suap, perampokan, pencurian, tersebarnya penyakit dan sebagainya). Hal inilah yang menambah penyakit kaum muslim makin parah meski hal ini sebenarnya bukan masalah vital. 

Permasalahan vital kaum muslim dunia saat ini adalah tidak diterapkannya hukum Islam dalam kehidupan. Kaum muslim hanya menerapkan hukum Islam secara individu yang berkutat ibadah mahdhoh saja. Hukum-hukum Islam lainnya terkait muamalah (sosial, politik, ekonomi, sanksi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya) masih belum diterpakan dalam kehidupan. Padahal hampir 90 persen permasalahan manusia terjadi di ranah muamalah. Sehingga menerapkan hukum-hukum Islam secara total dalam negeri-negeri muslim sangatlah urgen.

Kaum muslim akan terus-menerus terpuruk dan sakit jika tidak segera bangkit karena tidak adanya pemikiran ideologis dalam diri mereka. Pemikiran ideologis ibarat "darah" dalam tubuh kaum muslim. "Darah" itulah yang sebenarnya kaum muslim butuhkan untuk bangkit dari keterpurukan.

Keterpurukan umat saat ini bukan disebabkan kekalahan di bidang teknologi,  ekonomi ataupun karena rusaknya akhlak kaum muslim. Banyak negara-negara yang menguasai teknologi (Jepang, Korea Selatan, Jerman dan sebagainya) namun tak mampu menjadi negara superpower layaknya Amerika Serikat (AS). Secara ekonomi Arab Saudi memiliki kekayaan yang melimpah dan sumber pemasukan negara yang tinggi, namun tak nampu berkutik menghadapi AS. 

Banyak pemimpin negeri-negeri Islam yang berakhlak mulia secara individu namun tak mampu pula menjadikan negaranya mandiri bahkan tak jarang terperangkap tipu daya AS hingga menjalin kerjasama dengan negara penjajah kaum muslim. Walhasil penyebab keterpurukan umat karena tidak mengemban ideologi yang mampu membangkitkan.

Ideologi kapitalisme menjadikan kebangkitan rakyat Amerika dan Eropa. Mereka mengemban, memperjuangkan dan menyebarkan ideologi kapitalisme ke seluruh dunia hingga mereka menjadi negara  yang berpengaruh, kuat dan menguasai dunia.

Kebangkitan sejatinya adalah kebangkitan berfikir dari sekedar berfikir individu meningkat menjadi berfikir lebih luas yang memuliakan manusia dengan ideologi tertentu. Berpikir ideologis inilah yang akan membangkitkan kaum muslim terdahulu hingga menguasai dunia. Meski saat itu hanya dengan sarana unta dan kuda. Karena teknologi hanyalah sarana yang bisa berubah sesuai perubahan dunia. Namun ideologi Islam tak akan berubah, tetap mampu dan layak memimpin dunia.

Secara historis kaum kafir penjajah memahami ketika kaum muslim mengemban ideologi islam maka akan mampu menyaingi kedudukan mereka. Sehingga mereka berupaya menghalangi dan menjauhkan ideologi Islam dalam kehidupan. Misalnya dengan berbagai pengaruh pemikiran sekuler yang mereka tanamkan di negeri-negeri muslim, ide pragmatisme dalam tubuh partai-partai politik,  budaya liberal yang mereka masukkan melalui fun, fesyen, dan food, ide pluralisme dan sinkretisme dalam ajaran islam dan tipu daya-tipu daya lainnya yang seolah menjadikan kaum muslim terjebak dalam pemikiran yang rusak dan tidak membangkitkan.

Sudah selayaknya kaum muslim memiliki kesadaran politik dan tanggungjawab terhadap umat. Kesadaran bahwa Islam sebagai satu-satunya agama dan ideologi yang benar dan sempurna. Hal ini akan mendorong kaum muslim untuk beraktivitas politik (mengurusi urusan umat) manifestasi dari akal dan hati yang tak mampu dilenyapkan dengan kekuatan apapun.

Kaum muslim/umat akan bangkit melalui beberapa hal (proposal politik keumatan):

Pertama, umat harus membina diri dengan pembinaan Islam ideologis yang merubah pemikiran rendah menjadi maju dan tinggi. Sehingga umat mampu menjadikan Islam sebagai ideologi yang akan mendorong keyakinannya untuk menerapkan Islam dalam kehidupan.

Kedua, perjuangan membangkitkan umat tak akan mampu dilakukan individu. Umat harus membentuk jamaah/kelompok/partai yang konsekuen memperjuangkan Islam sesuai ideologi Islam (memiliki visi misi yang shohih, memiliki metode yang jelas dalam menerapkan visi misi, memiliki ikatan ideologi antar anggotanya, dan memiliki anggota-anggota yang ikhlas berjuang karena Allah SWT yang senantiasa diliputi ketakwaan). 

Ketiga, senantiasa melakukan interaksi di tengah-tengah masyarakat untuk membina dan mendidik dengan ideologi Islam agar umat segera bangkit. Karena kebangkitan berawal dari pemahaman. Mendidik umat hingga mereka paham akan menjadikan umat ridho menerapkan hukum-hukum Islam dengan penuh ketaatan.

Keempat, penerapan syariat Islam secara sempurna oleh negara. Tanpa sebuah negara, Islam hanya akan mampu diemban individu-individu yang tak memiliki kekuatan dan mustahil menjadikan Islam memimpin dunia. Sehingga sangat urgen saat ini umat dan kelompok/jamaah/partai mengupayakan  penerapan syariat Islam dalam sebuah institusi.

Inilah proposal politik keumatan yang akan mampu membangkitkan umat dari keterpurukan dan memimpin dunia.[]

Oleh: Nanik Farida Priatmaja

Posting Komentar

0 Komentar