TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Bisyarah Rasulullah akan Segera Terwujud, Cahaya Khilafah Semakin Terpancar



Bertepatan pada 1 muharram 1442 ditayangkan film dokumenter  Jejak Khilafah Di Nusantara, flim tersebut sejarah panjang khilafahan di nusantara. Banyak yang tidak mengetahui sejarah khilafah di nusantara padahal jejak-jejaknya masih ada hingga sekarang. 

Mereka yang tidak suka terhadap khilafah yang semakin melebar di nusantara terus gigih mengaburkan sejarah yang sesungguhnya dengan memutus rantai persahabatan dengan khilafah di nusantara namun jejaknya masih ada hingga sekarang. Film yang diprakarsai Khilafah Channel bekerja sama dengan Komunitas Literasi Islam (KLI) ini, diluncurkan bertepatan 1 Muharam 1442 Hijriah atau Kamis, 20, Agustus 2020, pukul 09.00 WIB.

Sebelum film JKdN tayang, warganet disuguhkan talk show secara streaming bersama tiga tokoh pembicara, yakni Ustadz Ismail Yusanto (penasihat KLI), Nicko T. Pandawa (produser sekaligus penulis naskah JKdN), dan Septian A. W. (sejarawan muda).
Dalam talk show tersebut, Septian menyebut salah satu latar belakang JKdN ini diproduksi adalah untuk menjawab tantangan zaman, karena khilafah telah menjadi pembicaraan masyarakat Indonesia, bahkan dunia.


Jejak khilafah di nusantara masih sangat kentara, bukti-bukti sejaranya masih ada meskipun barat dan para antek berusaha menghilangkan. Mereka gigih mengaburkan sejarah yang sesungguhnya dengan membuat memuruskan  rantai persahabatan antara khilafah dan nusantara. 

Pengiriman ratusan tentara khilafah Utsmaniyah dikirim ke aceh keatas titah Sang Amirul mu'minin, Khilafah Selim II. Yang membantu Sultan'Ala'idun Ri'ayat Syah al-Qahhar dan segenap rakyat aceh dalam mengembalikan umat Islam sebagai satu kesatuan yang global. Sepenggal kisah tersebut membuktikan bahwa jejak khilafah di nusantara masih ada. Bangunan-bangunan dan senjata dari turki Utsmaniyah masih nyata dalam genggaman.

Poin-poin penting dalam flim khilafah:

1. Islam dan kekuasaan memiliki hubungan  yang erat tidak bisa dipisahkan sebagaimana yang dikatakan Imam Al-Ghazali. Agama dan kekuasaan ibarat samudra kembar.

2. Tidak perlu ada yang ditakutkam dengan kekuasaan, itu bisa dilihat dari bukti yang ada. Tak ada sejarahnya memaksa, membenci, justru menebarkan kebaikan dan hidayah. Sesampainya di nusantara juga menebarkan kebaikan. Ada yang bilang ekspetasi tapi beda dengan penjajahan barat. Tidak ada sejarah khilafah yang merampok negeri ini. Bahkan jika ada yang menjajah negeri ini khilafah yang siap membela. Khilafah menerapakan syariat dengan kaffah, syariat Islam dari Allah bagaimana mungkin ajaran Allah mendzoliman manusia?

3. Sejarah Islam ini akan terulang kembali Nabi mengatakan bahwa khilafah akan tegak kembali dan sudah bisyarah dari Rasullah SAW.

Oleh: Nurhotima

Posting Komentar

0 Komentar