TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

#BebaskanMuslimahKirgistan, Trending Tagar Bukti Kepedulian



Kekerasan terhadap Muslimah kembali terjadi. Kali ini terjadi di Kirgistan, Asia Tengah, negara tetangga Uzbekistan dan Kazakhstan. Sebagaimana yang dilansir www.muslimahnews.com, pada tanggal 24 Agustus 2020, bahwa pada tanggal 27 Juni 2020 telah terjadi penangkapan kepada beberapa muslimah yang sebagian besarnya adalah sosok ibu yang memiliki anak kecil (ada yang mengidap down syndrome) atau sedang merawat orang tua mereka yang sudah lanjut usia. Para Muslimah ini ditangkap dengan tuduhan sebagai ekstrimis yang mendakwahkan islam dan paham khilafah.

Kekerasan yang menimpa saudari muslimah di Kirgistan ini, membangkitkan seruan internasional agar pemerintah Kirgistan menghentikannya. Seruan itu mengajak kaum muslimin untuk tidak membiarkan kejahatan terhadap kaum muslimah yang saleh di Kirgistan dibiarkan tanpa perlawanan dan terhalang dari mata dunia.

Seruan dikutip dari flyer di Far Eastern Muslimah & Shariah yang diedarkan pada Sabtu (22/8/2020) kemarin, dan disebarluaskan warganet dengan tagar #BebaskanMuslimahKirgistan

“Kami memanggil Anda untuk mendukung kampanye penting ini untuk menyerukan pembebasan para muslimah yang tidak bersalah ini dengan segera dari penjara bawah tanah Kirgistan. Kami menyerukan agar penganiayaan dan teror yang berkelanjutan terhadap putri-putri terhormat umat muslim oleh rezim tirani Kirgistan ini dihentikan!” Demikian sebagian  seruan tersebut.

Demikianlah islam mengajarkan persaudaran sesame muslim. Melalui lisannya yang mulia, Rosulullah menyampaikan “Perumpamaan kaum Mukmin itu dalam hal kasih sayang, sikap welas asih dan lemah-lebut mereka adalah seperti satu tubuh; jika satu anggota tubuh sakit, anggota tubuh lainnya akan merasakan panas dan demam,” (HR Abu Dawud). Maka tidak mengherankan jika seruan ini disambut baik oleh kaum muslimin seluruh dunia.

Umat muslim tersebar luas di muka bumi ini. Dimanapun mereka, siapapun mereka, begitu kita mendengar bahwa di antara mereka ditimpa musibah atau bencana, atau tindak kekerasan yang bertentangan dengan hukum, maka rasa persaudaraan kitapun bangkit dan terinspirasi, terdorong untuk berupaya dan berbuat sesuatu dengan berbagai cara guna membantu mereka agar keluar dari musibah atau bencana yang menimpa mereka.

Persaudaraan mengandung makna kesadaran, rasa tanggung jawab, kepedulian atau solidaritas untuk membantu, atas dasar kesamaan iman dan taqwa, kesamaan dan kebersamaan sebagai manusia, makhluk cipataan Allah yang paling mulia dan sempurna, rasa empati dan kasih sayang yang mendalam yang tumbuh menjadi satu keperibadian muslim yang utuh. 

Fikiran dan daya dihimpun dan dimobilisir dalam satu upaya bersama untuk melakukan sesuatu yang dapat mengeluakan mereka dari musibah dan bencana tersebut. Inilah esensi makna praktis dari values yang terkandung dalam persaudaraan itu.

Namun, persaudaraan sesama muslim ini, akan menemukan konteks yang tepat jika kita memiliki kekuatan yang mampu menyatukan. Karena realita berbicara, keterpisahan kita oleh sekat nasionalisme, terkadang menghalangi kita untuk mampu memberikan perhatian terbaik bagi saudara kita di berbagai belahan dunia.

Sementara disisi lain, tidak adanya kekuatan di tangan kaum muslimin, menghantarkan kaum muslimin dalam dekapan ketidakadilan. Maka sudah saatnya umat islam yang saat ini terpecah kekuatannya, bersatu dibawah seorang pemimpin yang mencintai umatnya dengan kesholehan jiwa, yang bisa membebaskan umat dari kesengsaraannya, yang memimpin dibawah sistem Islam yang Agung dan mulia. Wallahu a’lam bi ash showab.[]

Oleh: Ummu Hanif 
Pengamat Sosial Dan Keluarga

Posting Komentar

0 Komentar