TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Wahai Pemuda Islam Jadilah Motor Kebangkitan


Masa muda adalah masa yang sangat penting dan masa yang paling berharga. Generasi muda merupakan rahasia kekuatan suatu umat, tiangnya kebangkitan, kebanggaan dan kemuliaan. Di atas pundak merekalah masa depan umat terpikul, karena pemuda memiliki keistimewaan tersendiri, baik dari segi keberanian, kecerdasan, semangat, mau dari kekuatan jasmaninya.

Sabda Nabi Muhammad SAW "Gunakanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara:1. masa mudamu sebelum tua, 2. masa sehatmu sebelum sakit, 3. masa lapangmu sebelum sibuk, 4. masa beradamu (kaya) sebelum jatuh miskin dan 5. masa hidupmu sebelum mati.”(Hadith Riwayat Muslim dan Tirmizi dari Amru bin Maimun r.a.).

Pemuda memiliki peranan penting dalam sejarah peradaban Islam di mulai sejak awal keNabian, dalam menyebarluaskan dakwah Islamiyah.

Nabi Muhammad SAW sangat menyukai pemuda yang taat dan senantiasa memperjuangkan agama Allah. Dakwah Rasulullah pun tak lepas dari peran para pemuda terbaik pada zaman beliau. Dalam sebuah hadis Rasul bersabda, "Sebaik-baik umat manusia adalah zamanku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi'in), dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi, tabi'it tabi'in."

Pemuda pada zaman Rasul sangat spesial serta paling luar biasa. Mereka selalu terikat sekaligus mencintai Allah dan rasul-Nya.

Hal itu sesuai sabda Nabi, "Salah seorang di antara kalian tidak akan beriman sampai aku lebih dia cintai daripada anak nya, orang tuanya, bahkan seluruh manusia."

Rasulullah sangat memahami bahwa salah satu strategi dakwah yang paling efektif adalah dari kalangan anak muda. 

Di tangan anak mudalah ujung tombak perjuangan dakwah ditentukan, berhasil atau tidaknya tergantung bagaimana kemampuan melejitkan potensi hebat mereka. Salah satu pemuda luar biasa itu adalah Sahabat Ali Bin Abi Thalib Ra, Rosulullah mampu mendidik beliau sehingga mampu menorehkan kemampuannya yang spesial.

Terbukti, Sayyidina Ali bin Thalib, sahabat muda itu berhasil memenangkan duel perang tanding mengalahkan Syaibah bin Abi Rabi'ah sewaktu perang Badar yang menjadi titik tolak kemenangan pertama dalam sejarah Islam.

Ali bin Abi Thalib selain dikenal sebagai ahli strategi perang, Ali juga dikenal sebagai sahabat intelektual muda yang jenius dan pakar semua keilmuan, termasuk dalam bidang ilmu tafsir dan ilmu hikmah.

Ada juga seorang pemuda spesial di jaman Nabi, Arqam ibn Abi Arqam, seorang sahabat muda belia yang ketika itu masih berusia 15 tahun. Di sanalah dakwah Islam dimulai. Berawal dari Baitul Arqam "Rumah Arqam" itulah menjadi landasan dan pondasi dakwah pertama yang melahirkan sejumlah tokoh penting sahabat lainnya, seperti Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf.

Ibnu Abbas yang didoakan oleh Rasulullah agar mendapatkan pemahaman luas dan kefaqihan dalam bidang ilmu tafsir Al-Qur'an. Sepeninggal Rasulullah, Ibnu Abbas menjadi rujukan utama dalam menjelaskan makna-makna Al-Qur'an di kalangan sahabat Nabi.

Masih sangat banyak Sahabat Rosulullah dari kalangan pemuda yang kemudian menjadi motor penggerak kegemilangan Islam.

Dimasa itu, cahaya Islam menembus keseluruh dunia, memandarkan terang sehingga gelap sirna. Betapa kegemilangan itu tak pernah lepas dari peran pemuda. Hal yang kemudian meredup di jaman sekarang. Karena Pemuda Islam lebih disibukkan pada hal-hal menipu dan bersifat duniawi. 

Banyak kita dapati pemuda Islam lebih banyak menghabiskan waktunya untuk game online, bikin konten unfaedah di Tik Tok, atau bahkan terjerumus pada kemaksiatan seperti berpacaran, obat-obatan terlarang, ataupun tawuran. Kegiatan yang hanya berujung pada penderitaan.

Sangat wajar, jika kemudian umat Islam mengalami kemunduran jauh di segala lini kehidupan, karena pemudanya lebih tersibukkan pada bucin (budak cinta) daripada mendatangi pengajian, hal yang tentunya lebih bermanfaat terutama bagi semua makhluk setelah akhir kehidupan.

Jadi, wahai pemuda Islam. Marilah jadi motor kebangkitan, lihatlah, Umat agamamu menderita luar dalam, segeralah mengambil peran, tak tersentuhkah hati dan jiwamu melihat saudara seaqidahmu dibantai di Palestina, Uyghur atau Rohingya, dan banyak lagi tempat dibelahan bumi ini di mana Umat Islam ditindas, dilecehkan dan dirampok hartanya.

Tidakkah kalian rindu dengan kegemilangan Islam saat ⅔ bumi dalam satu naungan selama berabad-abad, saat itulah keberkahan turun dari langit dan memancar dari bumi karena diterapkan semua yang Allah perintahkan, dan menghilangkan semua yang Allah SWT larang.

Wahai pemuda Islam, mari Songsong kemenangan yang Allah janjikan salah satunya dalam surat At-Taubah ayat 33" Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan hidayah dan ajaran haq agar Dia memenangkannya atas semua ajaran, meskipun kaum musyrik membencinya (QS. at-Taubah [9] 33)".

Janji Allah adalah hak, tidak mungkin salah, tidak mungkin Allah tidak menepati hal yang telah dijanjikan-Nya. Jadi kemenangan Islam adalah keniscahyaan, yang menjadi pilihan adalah apakah kita ikut menjadi pejuangnya, atau malah terlena dalam tipuan dunia yang berujung derita. Pilihan kita menentukan ada di mana kita setelah berakhirnya dunia.

Wahai pemuda,ambil peranmu, jadilah motor kemenangan. Seperti para Sahabat, yang walau sudah dijamin Surga, tetap saja mengambil peran maksimal dalam perjuangan. Jika kita tidak ambil bagian dari perjuangan ini, lalu amalan apa yang pantas akan kita jadikan andalan meraih jannah-Nya sementara kita belum mendapatkan jaminan meraihnya?

Ambil peranmu, dakwah mengembalikan kehidupan Islam adalah amalan utama berbuah pahala besar pemantas kita meraih ridho-Nya. Wallahu a'lam bish showab.[]

Oleh Nurman Tri Abdul Aziz

Posting Komentar

0 Komentar