TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

TKA China Gelombang Ketiga Dijadwalkan Tiba di Sultra Besok

Sumber foto regional.kompas.com


TINTASIYASI.COM -- Gelombang ketiga kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dijadwalkan tiba di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (7/7). Sebelumnya, TKA asal negeri tirai bambu itu telah didatangkan dua gelombang ke Bumi Anoa.

Sebanyak 156 didatangkan pada Selasa (23/6). Sementara gelombang kedua sebanyak 105 orang tiba di Bandara Haluoleo pada Selasa (30/6). Totalnya sudah 261 orang dari rencana awal sebanyak 500 TKA.

Seluruh TKA yang tiba ini dipekerjakan di dua industri pemurnian nikel, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Morosi, Kabupaten Konawe.

External Affair Manager PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Indrayanto mengaku, belum mengetahui jumlah pasti kedatangan TKA China gelombang ketiga ini.

"Sesuai dengan schedule tidak ada perubahan. Sekitar 100 lebih," katanya.

Indrayanto mengatakan, kedatangan TKA China bisa jadi empat tahap karena mempertimbangkan kondisi di lapangan utamanya kesehatan para TKA. "Saya belum dapat informasi (jumlahnya). Tergantung berapa jumlahnya," jelasnya.

Saat ini TKA China masih berada di Ghuangzhou China dan akan terbang ke Malaysia kemudian masuk Indonesia lewat Bandara Sam Ratulangi Manado dan mendarat di Bandara Haluoleo.

Indra menyebut, sebanyak 156 TKA China yang datang pada gelombang pertama telah dikarantina dan sudah diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

"Tadi orang KKP mengecek langsung orang pertama kemarin," jelasnya.

Pemeriksaan kesehatan terhadap TKA ini, lanjut dia, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe. Seluruh TKA diperiksa seluruh kesehatannya mulai dari covid-19 hingga penyakit menular lainnya.

Ia menuturkan, seluruh TKA yang datang ini sudah mengantongi administrasi termasuk visa 312 sebagai syarat mereka untuk masuk bekerja di Indonesia.

"Sebelum dia berangkat ada syarat-syarat dipenuhi. Di Nakertrans sudah ada semua itu," tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Sultra Saemu Alwi mengaku belum mendapatkan daftar nama TKA China yang tiba esok.

"Kalau kami itu hanya menerima daftar nama yang dikirim pertanggal April itu. Belum ada penyampaian lagi," katanya di gedung DPRD Sultra.

Menurut Saemu, kedatangan TKA ini adalah kewenangan Imigrasi. Pihaknya, hanya bertugas memeriksa perusahaan yang mempekerjakan TKA.

"Kita itu nanti tiba di perusahaan baru kita periksa," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh meminta kepada pihak terkait termasuk PT VDNI dan OSS untuk jujur soal spesifikasi keahlian para TKA China ini. Sebab, ia mendapatkan banyak laporan bahwa para TKA ini mengerjakan pekerjaan yang bisa dilakukan tenaga kerja lokal.

Ia juga meminta, dibuka loket Imigrasi di Bandara Haluoleo agar cek legalitas mereka bisa diselesaikan dengan baik.

"Sejak awal kita memperdebatkan dan menyepakati, kita tidak menolak investasi selagi mereka mengikuti aturan dan mekanisme yang ada. Untuk itu, perlu dilakukan pengawasan yang independen selain pengawasan struktural yang sudah ada, kita cek betul dan tidak ada pembiaran terhadap hal ini," jelasnya.[]

Sumber: https://t.co/rHkPq7DyJo

Posting Komentar

0 Komentar