Tinggalkan Sekulerisme, Saatnya Re-Ideologi Islam



Umat Islam adalah umat dengan jumlah pemeluk terbesar kedua di dunia. Ada sekitar 1,9 miliar muslim di dunia. Populasi penduduk beragama Islam sebagian besar terbagi antara 1,5 miliar Muslim Sunni dan 240-340 juta Muslim Syiah dengan sebagian lainnya termasuk dalam denominasi yang lebih kecil.

Negara muslim terbesar adalah Indonesia, di mana diperkirakan 229 juta muslim berada. Ini adalah 87,2%  populasi muslim ada di Indonesia  dan sekitar 13% dari populasi muslim dunia.       

Islam adalah agama dominan di beberapa negara, termasuk Afghanistan, Pakistan, Sahara Barat, Iran dan banyak lagi. Negara-negara dengan jumlah Muslim yang tinggi cenderung berada di Afrika, Timur Tengah, dan Asia.  (https://m.gomuslim.co.id/read/news/2020/04/08/18593/-p-peta-sebaran-data-populasi-muslim-dunia-2020-indonesia-paling-besar-p-.html)

Dengan kuantistas pemeluk yang demikian besar. Umat Islam tentu memiliki potensi kebangkitan yang kuat.
 
Namun sayangnya, seiring dengan kuantitas tersebut, kualitas umat Islam sangat lemah. Hal ini terjadi pasca runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah di Turki pada 1924 Masehi. Sebuah simpul terbesar umat Islam telah hilang. Kekuatan umat Islam telah lenyap.

Hingga kini umat Islam mengalami kenestapaan akibat sekat-sekat nasionalisme yang dibuat oleh kaum kafir penjajah. Umat Islam terpecah belah menjadi banyak negara. Kesatuan dan ukhuwah telah sirna. Yang tersisa hanya iman di dada masing-masing muslim saja.

Bahkan iman itupun kini diragukan keberadaannya. Tak ada payung pelindung Khilafah, membuat umat semakin mudah di cekoki pemikiran asing penjajah. Umat semakin jauh dari Islam. Akibatnya pendangkalan akidah terjadi di mana-mana.

Islam sudah tidak lagi di emban sebagai ideologi (jalan hidup). Islam saat ini tidak lebih diyakini sebatas agama spiritual. Pemikiran sekulerisme telah menjelma menjadi aqidah baru bagi umat Islam. 

Sekulerisme adalah sebuah paham yang menyakini keberadaan Tuhan, namun di sisi lain menafikkan aturan Tuhan dalam aspek kehidupan sehari-hari dan negara. Sekulerisme telah menjadi pangkal kelemahan umat Islam. 

Sekulerisme adalah filsafat yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang didasarkan pada akal dan sains, bukan pada agama. (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sekularisme)

Paham sekulerisme telah  menjadi keyakinan baru bagi umat Islam. Sehingga hukum-hukum  Islam hanya sebatas pada ibadah ritual. Kalaupun ada yang masih tersisa hukum Nikah, Talak, Cerai (NTCR) yang digunakan di beberapa negara dalam pengadilan agama. 

Umat Islam saat ini secara kuantitas banyak. Namun kondisinya terpuruk dalam segala lini. Kedzaliman menimpa umat Islam di Palestina, Suriah, Rohingnya, India, XinJiang, dan masih banyak lagi kepedihan yang dialami.

Umat ini tanpa pelindung Daulah Khilafah Islamiyah. Bagai anak ayam kehilangan induknya, mudah diterkam pemangsa. Bagai hidangan yang diperebutkan. Dalam sebuah hadits:

"Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Ide sekulerisme menjadi penyebab utama penyakit "wahn", penyakit cinta dunia. Lebih memilih dunia daripada akhirat yang abadi.

Sekulerisme telah menjadikan umat Islam sekedar Islam KTP. Berislam tapi korupsi, muslim tapi terjerat narkoba, muslim tapi berzina. Na'udzubillah.

Sekulerisme telah berakibat pada terlepasnya simpul-simpul umat ini. Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum (Pemerintahan Islam) dan yang paling akhir adalah sholat.” (HR.Imam Ahmad).

Demikianlah dampak ide sekulerisme pada kaum muslimin.

Islam adalah ideologi. Dari kalimat tauhid maka terpancar darinya aturan-aturan kehidupan. Aturan tersebut berupa syari'at Allah SWT. Dalam segala aspek kehidupan wajib diterapkan. Baik di bidang ibadah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, pergaulan, peradilan bahkan pemerintahan.

Islam dikatakan sebagai ideologi karena Islam memiliki pemikiran (fikrah) dan metode (thariqoh).

Fikrah Islam berasal dari aqidah tauhid dan pemecahan permasalahan kehidupan yang tercakup pada hukum-hukum Syara'.

Sedangkan Thariqoh, merupakan metode untuk menerapkan solusi yang memecahkan masalah-masalah kehidupan. Tata cara menjaga aqidah serta tatacara mengemban dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia.

Tidaklah cukup mengambil Islam hanya fikrahnya saja, tanpa Thariqoh. Ataupun sebaliknya. Hal tersebut ibarat  memasak hanya tersedia bahan tanpa tatacara pembuatan. Tidak akan pernah bisa dinikmati hasilnya.

Begitupun Islam jika dipisahkan dari kehidupan dan negara, maka tidak akan pernah terasa rahmatan Lil 'alamin.

Sudah saatnya umat mengambil Islam sebagai ideologi atau way of life. Menyingkirkan paham sekulerisme dan materialisme. 

Karena hanya Islam agama yang berasal dari Sang Pencipta. Islam agama yang benar. Sesuai dengan fitrah, memuaskan akal dan menentramkan hati. Menyelamatkan manusia  dunia akhirat.

Allah Azza wa Jalla berfirman: 

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” [Ali ‘Imran: 19]

Wallahu a'lam bi ash-showab.[]

Oleh: Najah Ummu Salamah



Posting Komentar

0 Komentar