Terungkap! Memang Tak Ada Kata “Khilafah” dalam Draf Awal Ikrar DPRD Bersama Forum Cirebon Bersatu

Sumber foto: tribunnews.com


TintaSiyasi.com - Setelah Ketua DPRD Cirebon Affiati mencoret kata “khilafah” sebagai paham yang seolah berbahaya dalam ikrar DPRD Bersama Forum Cirebon Bersatu, para pembenci khilafah langsung menuduhnya maca-macam, padahal sebenarnya ia hanya mengembalikan ikrar tersebut kepada draf yang memang sudah disepakati bersama antara DPRD Cirebon dan Forum Cirebon Bersatu. Hal itu diungkapkan oleh aktivis ‘98 Agung Wisnu Wardana, Sabtu (11/7/2020) di akun Facebook pribadinya Agung Wisnu. 

Seperti dalam video yang beredar luas, Affiati membacakan ikrar yang di bagian akhirnya berbunyi, “Demi Allah, kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme dan khilafah."

“Nampak umat Islam yang ikut hadir protes dan menyatakan batal ikrar tersebut. Dan Ibu Ketua DPRD Kota Cirebon juga kelihatannya kaget melihat redaksi ikrar tersebut,” tulis Agung Wisnu.

Akhirnya ikrar diulang dengan mencoret kata “khilafah” dan redaksinya berubah menjadi, "Demi Allah, kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme, liberalisme, leninisme dan sekularisme."

“Berdasarkan info yang masuk ke saya, bahwa Forum Umat Islam Cirebon awalnya disampaikan draf ikrar seperti yang terakhir (tanpa kata khilafah) dan hal itulah yang membuat Forum Umat Islam Cirebon siap ikut berikrar. Dan memang inilah yang berada pada hati umat Islam, tak ingin negeri ini diarahkan pada paham komunisme,  leninisme, liberalisme dan sekularisme,” beber Agung Wisnu.

Menurutnya, wajar bila umat Islam protes saat khilafah dianggap berbahaya selayaknya komunisme karena umat Islam sangat sadar bahwa khilafah adalah ajaran Islam.

“Sikap Ibu Ketua DPRD Kota Cirebon juga patut diapresiasi karena berani dengan tegas tidak memasukkan khilafah sebagai paham yang berbahaya buat Indonesia,” ujar Agung Wisnu mengapresiasi.

Menyisakan Pertanyaan

Menurut Agung Wisnu, insiden ini menyisakan beberap pertanyaan penting. Pertama, mengapa redaksi yang dibacakan berbeda dengan bunyi redaksi awal yang sampai kepada umat Islam Cirebon? Kedua, siapa yang kemudian merubah redaksi ikrar menjelang pembacaan? Ketiga, apakah ada partai atau oknum yang ingin bermain api dengan umat Islam?

“Forum umat Islam Cirebon sepertinya tahu siapa mereka tetapi saya buat sederhana saja, mereka pastinya para pembenci khilafah,” ungkap Agung Wisnu.

Insiden ini menurut Agung Wisnu, mempertontonkan sikap pengecut para pembenci khilafah untuk yang kesekian kalinya. Saat mereka tak mampu bertarung ide dengan umat Islam, akhirnya berusaha menelikung dengan harapan umat Islam tak menyadarinya.

“Inilah sikap pengecut, tak memiliki jiwa ksatria. Sepertinya ini nyambung dengan sikap pengecut sebelumnya yang berusaha lempar batu sembunyi tangan. Sungguh aneh para pengecut tersebut, demi kepentingan siapa mereka siap dibayar untuk membenci khilafah?” kata Agung Wisnu.

Kemudian Agung Wisnu menyebutkan khilafah memang menakutkan bagi para penjajah. Bila khilafah tegak maka para penjajah tak akan leluasa lagi mengeruk kekayaan Indonesia melalui para kaki tangannya.[] Joko Prasetyo


Sumber berita: https://mediaumat.news/terungkap-memang-tak-ada-kata-khilafah-dalam-draf-awal-ikrar-dprd-bersama-forum-cirebon-bersatu/


Posting Komentar

0 Komentar