TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Status Quo Sistem Kapitalisme di Jurang Kehancuran



Fakta berbicara bahwa kehidupan dalam sistem kapitalisme terus mengalami kebobrokan yang kian merajalela. Permasalahan kemiskinan yang terus mencekik kehidupan kaum muslimin. Dan gurita oligarki penguasa zalim yang mencengkeram kuat pada negara-negara muslim. Termasuk negara kita tercinta yang melimpah ruah kekayaannya sekaligus menjadi negara muslim terbesar di dunia. Indonesia.

Adanya wabah Covid-19 dan penanganan yang amburadul di Negeri ini dan negara lainnya menambah daftar panjang kelamnya hidup dalam sistem kapitalisme. Wabah yang bukan hanya membunuh jutaan manusia namun juga menghancurkan tatanan sosial dan ekonomi, politik hampir di setiap negara terdampak. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah nyatanya tidak mampu mengatasi segala problematika kehidupan manusia. Apalagi di saat pandemi yang justru memberikan pukulan mematikan bagi sistem kapitalisme.

Kemunduran dan jurang kehancuran mulai nampak semakin nyata. Kini dunia berada pada persimpangan jalan. Dimana kehidupan masyarakat  kian menuju kearah keterpurukan akibat penerapan sistem hidup yang salah. Sistem kapitalisme yang merupakan ideologi hampir di setiap negara juga menunjukkan kesekaratannya. Jatuhnya bom Corona berhasil meluluhlantahkan negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat, Inggris, dll. Wabah ini juga berpotensi menyebabkan Shutdown dunia serta ancaman resesi global.

Sebelum adanya pandemi negara Kapitalisme sudah berada dalam kondisi tidak stabil dilihat dari harga minyak dunia yang mengalami penurunan hingga 20 dolar perbarel yang merupakan harga tidak rasional dari sisi manapun. Negara Kapitalisme Amerika kini mengalami penurunan  pengaruh politiknya di dunia. Bahkan ambisi besarnya juga ditantang oleh negara kecil seperti Korea Utara. Hal ini tentu menjadi tantang bagi negara Amerika untuk mempertahankan Status Quo sistem Kapitalismenya.

Negara Kapitalisme tenggelam dengan permasalahan ekonomi. Apalagi dihantam virus yang semakin menghancurkan kedigdayaan mereka. Saat ini penambahan kasus baru di Amerika mencapai 65.389. Menjadikan total jumlah positif sebanyak 3,78 juta orang. Bursa saham yang terus mengalami penurunam yang berdampak pada resesi hingga depresi. Ini menjadi potensi perubahan tatanan sistem baru dunia. Karena melemahnya Negara Kapitalisme.

Teori siklus sejarah Ibnu Khaldun menjelaskan adanya siklus atau fase-fase, di mana peradaban lahir, tumbuh, berkembang hingga mencapai puncak kejayaannya, kemudian mengalami kemunduran, hingga akhirnya mengalami keruntuhan sama sekali. Ibnu Khaldun menyatakan di bukunya bahwa peradaban umat manusia adalah sesuatu yang bergerak dan berproses layaknya makhluk hidup. Dalam kehidupan biologis ada, fase-fase kehidupan yang harus dilalui, dari mulai lahir, tumbuh berkembang menjadi anak-anak, remaja hingga dewasa, kemudian mengalami proses penuaan dan akhirnya meninggal dunia.

Masa kejayaan dan keruntuhan suatu sistem berada dalam proses dialektis, berbenturan antarsuatu sistem sehingga peluang sistem lainpun semakin terbuka lebar dengan melemahnya sistem yang berjaya saat ini. Yaitu sistem kapitalisme. Sehingga kesempatan untuk sistem Islam kembali berjaya. Dalam tatanan kehidupan baru yaitu Khilafah Islam.

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796))

Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, (Qs. Al Maidah ayat 48)

Pandemi ini menghantarkan dunia pada resesi hingga depresi. Dan jika Covid ini terus berlanjut maka akan terjadi kemungkinan mengerikan yaitu depresi besar (Great Depression) dan memunculkan tatanan dunia baru. Yang kita sebagai umat Muslim harus yakin bahwa new wordl order ini adalah Khilafah Islam kedua dengan izin Allah. Bahwa bisyarah Rasulullah bahwa akan ada Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian tegaknya telah dekat. Wallahu A'lam.[]

Oleh: Lismawati
Mahasiswi dan Praktisi Pendidikan

Posting Komentar

0 Komentar