Serangan Kapitalisme lebih Berbahaya dari Ubur-ubur


Gunungkidul, daerah yang terletak di ujung timur provinsi Yogjakarta. Daerah perbukitan dengan dipenuhi bebatuan, bahkan ketika musim kemarau panjang, sangat nampak seperti gunung purba yang dipenuhi bebatuan karang. Maka tak heran, jika daerah ini terkenal dengan daerah gersang, tandua, dan susah air bersih.

Namun, dibalik ke gersangannya, daerah ini menyimpan seribu keindahan mulai daerah perbukitan yang dapat memandang daerah perkotaan,  keindahan alamnya yang membuat orang berbondong - bondong ingin menikmatinya seperti sepanjang pantai yang begitu indah, gua - gua tua, serta perhutanan yang dipenuhi pohon kayu putih dengan bau yang khas. 

Beberapa hari ini, daerah tersebut  menjadi sorotan publik lantaran banyaknya para wisatawan tersengat ubur - ubur, yaitu binatang laut yang tidak bertulang belakang. Di mana binatang tersebut  terdampar kedaratan dan diperkirakan berjumlah sekitar jutaan ekor.

Menurut berita dari berita online terpercaya di Gunungkidul"pidjar". Hewan tersebut telah menyebar  di beberapa pantai dan telah melukai ratusan wisatawan. Tercatat mulai jumat tanggal 26/ 06 2020 sebanyak 5 orang, Minggu tanggal 28 /06/2020 sebanyak 42 orang, hari Selasa tanggal 30/06/ 2020 sebanyak 17 orang,  dan pada tanggal 
Rabu 01/06/ 2020.

Kejadian ini pun langsung mendapat respon dari pihak yang terkait dalam hal ini tim SAR Dengan melakukan pembersihan dan perburuan terhadap hewan tersebut. Dengan sigapnya mereka menyisiri  sepanjang pantai di Gunungkidul. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga nama baik obyek wisata ditempat tersebut, mengingat tempat - tempat ini menjadi sumber pendapatan kas daerah terbesar. Apalagi obyek wisata tersebut baru uji coba New Normal. Seperti yang kita ketahui bahwa negeri ini bahkan dunia sedang diuji dengan wabah virus Corona. Sehingga berdampak terhadap pariwisata ditutup sekian lama.

PemKab Gunungkidul, yang menjadi wilayah tanggung jawabnya  secara cepat juga mengambil tindakan dengan mengirimkan tenaga medis untuk berjaga di pantai tersebut. Dalam rangka melakukan persiapan untuk melakukan pertolongan pertama sebelum di bawa ke rumah sakit.

Serangan ubur - ubur  memang  berbahaya, dimana racun dari sengatannya dapat menimbulkan infeksi pada kulit yang dapat mengakibatkan kematian. 

Namun berbahayanya sengatan ubur -ubur tersebut tidak ada apa - apanya dibanding dengan serangan dari kapitalisme yang telah menguasai dan mencengkeram negeri ini. Merampas sumber daya alam tanpa batas.  berdalih investasi ternyata semua itu hanyalah permainan liciknya. Memeras rakyat kecil demi menghidupi para kapitalis seperti iuran BPJS yang terus naik selangit dan TAPERA yang mulai dicanangkan. 

Peraturan yang dibuat dan berubah - ubah, merupakan wujud kepentingannya demi mengeksistensikan pencengkeraman dalam menjajah.  memalingkan kebangkitan kaum muda dengan memberikan kebebasan masa mudanya. Serta menghalangi perjuangan para pejuang dakwah yang terus menyuarakan tegaknya khilafah sebagai solusi terbaik.

Dimana akan mengancam para kapitalis dalam merampok harta negara. Serta melanggengkan pendidikan sekulerisme, agar generasi umat tidak memahami Islam secara utuh. Sebab manakala umat Islam akan memahaminya secara utuh akan mengakibagkan kebangkitan pada tubuh kaum muslim yang selama ini mereka anggap musuhnya.

Maka, umat muslim yang merupakan umat terbesar di negeri ini harus bangkit, melawan imperialis kapitalisme yang mencengkeram begitu kokohnya. Dengan terus membongkar kebobrokan sistemnya yang selalu menyengsarakan, menindas, dan membantai umat Islam secara sadis. Kemudian membuangnya dan menawarkan untuk kembali kepada sistem Islam yang pernah ada selama berabad - abad  membawa kebaikan, ketentraman, dan menjamin kebahagiaan seluruh umat manusia. []

Oleh: M Azzam Al Fatih
Penulis dan aktivis dakwah

Posting Komentar

0 Komentar