Selamatkan Generasi dari Perilaku Menyimpang LGBT

Kampanye dukungan LGBT kembali digaungkan, dengan terminologi baru menjadi   Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Questioning dan Intersex (LGBTQI).

Dukungan kampanye ini diperkuat oleh  perusahaan besar: Unilever, Microsoft, Facebook, Walt Disney, Apple, Nike, Starbucks, menyatakan berkomitmen mendukung gerakan  LGBTQI. Salah satu bentuk dukungan perusahaan dengan menampilkan logo perusahaan diubah menjadi warna pelangi. Seperti diketahui, warna pelangi merupakan warna khas dari pelaku LGBTQI.

Pertumbuhan LGBTQI di level dunia justru menunjukkan kenaikan, sementara dampak negatifnya sangat besar bagi kelangsungan eksistensi keturunan manusia. Jika kampanye masif dukungan kepada LGBTQI dibiarkan tanpa adanya penolakan yang tegas, maka hal ini akan semakin mengkhawatirkan. 

Di dunia, terutama di Benua Eropa dan Amerika, LGBT sudah menjadi gerakan politik, yang semakin kuat sejak AS melegalkan pernikahan sejenis sejak tahun 2015. Tujuan utama dari kampanye politik LGBT yang sudah berhasil di 20 negara adalah melegalkan pernikahan sejenis. 

Yang paling bahaya dari LGBTQI adalah aktivis/pejuangnya yang bergerak di ranah politik seperti Elio Di Rupo perdana menteri Belgia, Mantan Perdana Menteri Islandia Johanna  Sigurdardottir, Perdana Menteri Luxemburg Xavier Bettel. Keberhasilan mereka membuat opini umum di masyarakat bahwa LGBT layak dihormati dan dijadikan panutan.

Dosen UGM Dr Diana pernah menyampaikan fakta ketika mengisi kajian di masjid kampus UGM. Pengalaman beliau ketika kuliah di Australia, wali murid  anaknya satu sekolah ada yg pasangan lesbian. Anak Bu Diana cerita: mommy i have a friend, She has two Mother (dari pasangan lesbian, mereka bisa punya anak karena barter ovum dengan sperma dengan pasangan gay, sehingga mereka bisa "punya" anak dari hasil barter ovum dan sperma).

Abad 20 sudah sedemikian parah, bagaimana dengan peradaban masa depan, jika suatu waktu 2/3 bumi menghalalkan perilaku menyimpang ini karena dianggap normal?Keberhasilan para aktivis LGBT ini, jika terus dibiarkan bisa berbahaya bagi eksistensi manusia di bumi.


/ Solusi Tuntas LGBTQI dalam Islam / 

Alquran menyatakan liwath sebagai perbuatan keji. (lihat QS. Al-A’raf ayat 80-81). Alquran juga menjelaskan sanksi Allah bagi kaum Luth, yakni bahwa Allah Swt memberi sanksi kepada mereka dengan khasf (dilempar batu hingga mati). (lihat QS Hûd [11]: 82)

Hanya Islam yang punya ketegasan menyelamatkan manusia dengan hudud yang langsung dari pencipta manusia Allah Swt. Allah Swt yang paling tahu apa yang terbaik bagi manusia  

Hukum syara’ dalam sanksi liwâth adalah bunuh; baik muhshan maupun ghairu muhshan. Setiap orang yang terbukti telah melakukan liwâth, keduanya dibunuh sebagai hadd baginya. Dalil yang demikian itu adalah sunnah dan ijma’ shahabat.

Diantara para shahâbat Rasulullah Saw yang paling keras pendapatnya adalah ‘Alî bin Abi Thâlib ra. Ia mengatakan, ”Liwâth adalah perbuatan dosa yang belum pernah dilakukan oleh umat manusia, kecuali satu umat (yakni umat Luth) sebagaimana yang telah kalian ketahui. Dengan demikian kami punya pendapat bahwa pelaku liwâth harus dibakar dengan api. Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad dari bapaknya dari ‘Alî bin Abi Thâlib selain dari kisah ini berkata, ”Rajam dan bakarlah dengan api.”

Mari dakwah untuk menyelamatkan  keluarga dan generasi umat dari perilaku menyimpang LGBT dengan terus mengopinikan ke tengah-tengah umat dan melakukan amar makruf terhadap penguasa agar mau menerapkan hukum Islam secara kaffah sehingga perilaku menyimpang LGBTQI bisa diatasi secara tuntas.[]

Oleh: Imanda Amalia, SKM, MPH 
(Dosen, Helps Sharia, Founder @RumahSyariahInstitute) 

Posting Komentar

0 Komentar