TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Remaja Baper (Bawa Perubahan), Why Not?



Makhluk unik yang Allah SWT ciptakan dengan segenap kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya itu bernama remaja. Ya, remaja adalah generasi muda yang memiliki kekuatan, potensi, dan idealisme yang tinggi. Tidak dapat dipungkiri remaja memiliki jiwa kreatif dan memiliki passion yang tinggi sehingga mampu melaksanakan berbagai hal dan inovasi dengan baik. Disamping itu kekuatan fisik dan stamina yang dimiliki remaja cenderung lebih besar dibandingkan dengan usia dewasa, pra remaja maupun usia lanjut sehingga tak heran remaja memiliki keunggulan tersendiri. 

Potensi besar yang dimiliki remaja saat ini tentu menjadi hal yang sangat diharapkan terutama untuk kebangkitan peradaban manusia. Namun melihat realitas remaja hari ini, remaja kita lebih lekat dengan kata "baper" alias bawa perasaan. Ya, kebaperan yang dialami oleh remaja saat ini memang bukan isapan jempol belaka. Lalu menjadi tanda tanya besar dalam benak kita. Apakah potensi-potensi Yang dimiliki remaja kita telah dimaksimalkan dengan baik? Mampukah remaja masa kini menjadi remaja "baper: bawa perubahan" sebagaimana di masa Rasulullah dan para sahabat?

Melihat fakta remaja saat ini tentu menimbulkan berbagai kekhawatiran yang mendalam. Dalam perjalanannya sering dijumpai masalah yang mengganggu dan merusak perkembangan remaja. Sementara itu arus globalisasi dan perkembangan  teknologi informasi  memberikan dampak negatif sehingga terjadi  pergeseran nilai. 

Makin deras perubahan sosial yang terjadi dan makin kompleksnya keadaan masyarakat akan mendorong peningkatan kenakalan remaja, baik secara kualitas maupun kuantitas. Sebut saja pergaulan bebas yang saat ini melanda generasi muda kita, hingga berujung kepada sex bebas bahkan pernikahan dini maupun aborsi, masalah kenakalan remaja seperti narkoba, "ngelem", tawuran antar pelajar. Yang sedamg hits yaitu para pemuja selebritis, idol K-Pop hingga rela menjadi generasi "halu", menjadi hal lumrah dalam pergaulan remaja saat ini. Belum lagi para remaja yang terperangkap jerat LGBT semakin berani menunjukkan eksistensinya, Na'uzubillah.

Raport merah yang ditorehkan generasi muda membawa peradaban manusia pada keterpurukan dan kehancuran. Di tengah keterpurukan yang menimpa generasi muda ini, Islam kian deras dikriminalisasi, mulai dari simbol Islam yakni bendera Tauhid yang menjadi bagian dari ajaran Islam hingga aktivitas halqoh yang dikriminalkan dan dianggap sebagai titik awal munculnya radikalisme. Hal ini tentu membuat remaja yang tidak memiliki pondasi keimanan dan pemahaman yang kuat menjadi takut dengan ajaran Islam sendiri.

Gaya hidup hedonis dan rusak yang menimpa generasi muda Islam saat ini adalah buah dari sistem kapitalisme, yang melahirkan paham sekuler- liberal. Remaja dengan mudah akan melakukan apa saja yang mereka inginkan tanpa batas, akhirnya mereka terjerumus pada kehancuran.

Pemahaman seperti ini menjauhkan agama dari kehidupan manusia khususnya para remaja. Dalam sekularisme, apapun boleh dilakukan, asal keuntungan materi didapatkan, hal ini menyebabkan remaja hidup hanya berorientasi pada materi. Islam hanya untuk ritual saja, sementara dalam urusan dunia agama tidak diizinkan ikut serta.

Islam mengatur seluruh aspek kehidupan dengan sempurna mulai dari bangun tidur hingga membangun sebuah peradaban. Penerapan Islam secara menyeluruh telah terbukti membawa pada kebaikan. Hal ini pun memberikan dampak luar biasa bagi generasi Islam. Potensi-potensi besar yang dimiliki oleh remaja jika dibarengi dengan pengokohan aqidah dan pemahaman Islam yang kuat maka akan melahirkan para pemuda Islam yang tangguh dan namanya terkenal sampai saat ini. Para pemuda Islam ini adalah para remaja "baper" alias remaja yang membawa perubahan. 

Sejarah peradaban Islam telah mencatat para pemuda Isalam yang mampu mengguncang dunia, sebut saja Muhammad Al-Fatih, beliau adalah seorang pemuda yang kehadirannya telah digambarkan melalui bisyarah Rasulullah bahwa dialah sebaik-baik pemimpin beserta pasukannya. Nama Muhammad Al-Fatih tercatat dalam sejarah dunia dan terus dikenang hingga kini. Bagaimana tidak, pada tahun 1453, saat masih berusia 21 tahun, ia telah berhasil memimpin pasukan Turki Utsmani merebut kota Konstantinopel dari Kekaisaran Byzantium. Padahal pada masa itu kota Konstantinopel dikenal sebagai kota dengan benteng legendaris yang sangat sulit ditembus. 

Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang pemuda yang kaya, berpenampilan rupawan, dan biasa dengan kenikmatan dunia. Ia adalah Mush’ab bin Umair. Mush’ab bin Umair adalah salah seorang sahabat nabi yang utama yang usianya masih belia ketika memeluk Islam. Ia memiliki ilmu yang mendalam dan kecerdasan sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusnya sebagai duta Islam pertama untuk mendakwahi penduduk Yatsrib, Madinah. Lain halnya kisah Imam Asy-Syafi`i, yang menjadi ulama di usia yang masih sangat muda, dan masih banyak lagi generasi emas yang membawa Islam pada kejayaan. 

Selama ratusan tahun generasi muda Islam terjaga dari kerusakan dan pergaulan bebas dengan penerapan Islam secara menyeluruh. Hendaknya remaja saat ini menyadari bahwa konotasi negatif "baper" yang melekat pada remaja muslim diubah dengan ketaatan kepada Allah, membawa perasaan ketika syariat-syariat Allah yang mulia dilecehkan, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Ta'ala. 


Sudah saatnya generasi muda Islam bangkit dan memanfaatkan potensi besar yang mereka miliki untuk membawa perubahan dalam peradaban Islam sehingga mampu menjadi remaja  "baper", yaitu remaja yang "bawa perubahan" bagi kebangkitan Islam. So, menjadi generasi "baper" alias "bawa perubahan"? Why not. Wallahu a'lam bish shawab.[]

Oleh: Fardila Indrianti, S.Pd
The Voice Of Muslimah Papua Barat dan Member AMK

Posting Komentar

0 Komentar