TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Prostitusi Tumbuh Subur dalam Sistem Demokrasi Sekuler


Artis Hana Hanifah akhirnya tampil di hadapan awak media, Selasa (14/7/2020) malam. Hana Hanifah didampingi oleh pengacaranya, Machi Achmad, di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara.Ia nampak mengenakan jaket warna hitam dengan dalaman kaos putih.

Hana Hanifah yang berstatus sebagai saksi korban dalam kasus tindak pidana perdagangan orang itu mengaku sudah satu tahun menggeluti dunia prostitusi.

Hana Hanifah terbuai dengan dunia prostitusi lantaran menawarkan keuntungan ekonomi yang besar. Ia ketagihan karena bayaran yang fantastis hingga 30 jt.(tribunnews.com, 15/7/2020)

Mencuatnya kasus prostitusi online yang melibatkan artis di Indonesia beberapa waktu ini hanyalah satu dari sekian banyak kasus prostitusi yang tak terungkap. Seperti fenomena gunung es, maka pelaku prostitusi yang tidak tertangkap atau terekspose sebenarnya jauh lebih banyak lagi apalagi teknologi hari ini semakin canggih. 

Dengan adanya prostitusi online yang kerap melibatkan para artis baik pendatang baru ataukah artis senior. Menambah daftar panjang pelaku kemaksiatan di negeri ini.

Indonesia adalah negeri Muslim terbesar namun kemaksiatannya juga sangat besar. Di Surabaya sendiri praktik prostitusi sudah berusaha diberantas dengan membongkar lokalisasi tempat para pekerja seks komersial (PSK) beraksi.
Misalnya, penutupan praktek prostitusi di Gang Doli di Kota Surabaya Jawa Timur. Alih-alih praktik prostitusi ini  berhenti dan hilang, namun praktik jual diri ini justru menyebar kemana-mana secara illegal.

Prostitusi terus tumbuh subur karena dijadikan sebagai ajang bisnis. Hukum penawaran dan permintaan berlaku. Begitulah wajah kapitalisme demokrasi. Perempuan dihargai dari sisi materi dan dijadikan sebagai komoditas yang diperdagangkan. 

Demokrasi mengagungkan kebebasan berperilaku sehingga manusia bebas melakukan perbuatan apapun yang dia sukai tanpa memandang halal dan haram. Yang penting suka sama suka tanpa paksaan itu merupakan hak asasi, yang perempuan ikhlas, dengan rela menyerahkan tubuhnya dengan kesepakatan harga tertentu maka terjadilah transaksi jual beli. Masalah dosa urusan belakang yang penting uang segera di tangan. Hanya uang yang mereka kejar bukan keridhoan Allah Swt. 

Begitulah memang pemikiran sekuler-liberal. Bebas, sebebas-bebasnya asal tak merugikan orang lain, gak masalah.

Bagaimana Islam Menyelesaikan Masalah Prostitusi?

Prostitusi jelas diharamkan dalam Islam. Ini termasuk zina dan dosa besar. Berbicara masalah prostitusi tentu tak jauh-jauh dari masalah ekonomi dan pandangan hidup tentang tujuan penciptaan manusia.

Maka Islam memberikan solusi untuk mengatasi  semua itu;

Pertama, penanaman akidah kepada setiap individu. Agar tercipta individu yang bertakwa yang memiliki keimanan yang kokoh kepada sang pembuat hukum yaitu Allah Swt. Ketakwaan dan keimanan yang kokoh didapat dengan cara pembinaan yang intensif dalam rangka membentuk kepribadian Islam melalui penanaman tsaqofah Islamiyyah yang memadai dengan menjadikan akidah dan syariat sebagai pijakannya.

Kedua, negara akan mengelola sumber daya alam. Dalam sistem khilafah sumber daya alam mutlak adalah kepemilikan umum yang dikelola oleh negara dan haram diserahkan kepada pihak swasta atau privatisasi.

Pengelolaan yang mandiri oleh negara inilah yang berpotensi membuka lapangan pekerjaan yang sangat luas. Karena bisa dipastikan lapangan pekerjaan diutamakan bagi rakyat bukan bagi tenaga kerja asing. Jikalau terpaksa menggunakan tenaga asing pun mereka adalah yang benar-benar tenaga ahli dibidangnya dan saat itu di dalam negara khilafah belum diketemukan yang seahli seperti dia. Bukannya mendatangkan tenaga buruh asing seperti saat ini. Sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. 

Para perempuan pun tidak dibebani untuk mencari nafkah utama bagi keluarganya. 

Ketiga, pendidikan yang seiring sejalan. Pun pendidikannya adalah yang bermutu, bebas biaya, mampu menanamkan pondasi keimanan yang kuat dan membekali keterampilan yang mumpuni sehingga para PSK tidak akan tergiur untuk kembali ke dunia kelam mereka.

Keempat, jalur sosial. 
Peran ulama, tokoh-tokoh masyarakat dan komponen-komponen lainnya yang ada di masyarakat hendaklah bersama-sama dan bersinergi mengontrol setiap kerusakan yang terjadi di tengah-tengah umat.

Saling mengingatkan merupakan senjata yang paling ampuh termasuk mengingatkan agar para penguasa tidak lalai dalam menjalankan amanahnya.

Mereka pun berkewajiban untuk mencerdaskan umatnya melalui pembinaan umat secara keseluruhan dan berlangsung terus-menerus tanpa henti agar umat juga berani mengingatkan pemimpinnya. Karenanya Islam sangat memperhatikan "kesehatan akal masyarakat". 

Masyarakat yang sehat pemikirannya hanya akan terwujud dengan terlaksananya Amar ma'ruf nahi mungkar di tengah-tengah masyarakat oleh seluruh komponen masyarakat baik rakyat maupun penguasa.

Keempat, jalur hukum atau supremasi hukum. Harus ada sanksi tegas terhadap para PSK, para pelanggan PSK, mucikari atau pihak-pihak yang terkait. Sanksi di dunia bagi pezina sudah jelas yaitu dirajam (dilempari batu) hingga mati jika ia sudah pernah menikah, atau dicambuk seratus kali kemudian diasingkan selama satu tahun jika ia belum pernah menikah. 

Kelima, jalur politik. Dalam pandangan Islam negara bertanggung jawab untuk memelihara akidah Islam dan melaksanakan hukum-hukum Allah secara sempurna di tengah-tengah kehidupan.

Aparat negara tidak perlu bersikap reaktif, menunggu masyarakat marah dan kemudian merusak sarana-sarana maksiat termasuk arena pornoaksi atau tempat-tempat hiburan malam. Aparat negaralah yang seharusnya proaktif melakukan pencegahan sesuai dengan syariat Islam.

Negara menyelenggarakan sistem pendidikan dengan kurikulum yang Islami agar umat tidak mendewakan kebebasan berekspresi dan berperilaku. Sebagai pelaksanaan hukum-hukum Allah dan rasulNya, negara memberlakukan sanksi terhadap pelaku tindakan pornografi dan pornoaksi secara sempurna. Lebih dari itu negara adalah pengontrol atas materi atau isi media-media yang ada, apakah tayangan televisi, materi siaran ataupun isi dari koran-koran atau majalah-majalah, youtube internet, instagram dan sebagainya yang beredar di masyarakat.

Negara harus menutup semua bentuk lokalisasi, menghapus situs prostitusi online, serta melarang produsen tayangan berbau seksualitas seperti pornografi dan pornoaksi.

Hanya Islam solusi bagi negeri ini. Ingat prostitusi tidak akan pernah bisa dibasmi habis jika kita masih bertahan dengan sistem kehidupan yang sekarang, tidak beralih kepada sistem Islam yang dari awalnya mencegah dan melarang tindakan kemaksiatan.

Oleh karena itu keberadaan sebuah institusi negara yaitu Daulah Khilafah Islamiyah adalah satu hal yang mendesak bagi seluruh kaum Muslimin. Dengan institusi inilah semua aturan Islam dapat ditegakkan. Allah Swt. berfirman:

وَأَنِ ٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ وَٱحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَنۢ بَعْضِ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَٱعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ لَفَٰسِقُونَ 

Artinya: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.(QS al-Maidah: 49).[]

Oleh Nabila Zidane
Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Posting Komentar

0 Komentar