+
YUK JOIN di TINTA INTENS 4

Polemik Khasiat Kalung Penangkal Corona


Tak heran memang, sejak adanya wabah covid 19, banyak masyarakat yang panik, mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas tak terkecuali menteri sekalipun. Namun kepanikan itu jangan sampai menjadikan akal sehat kita hilang, sampai-sampai sesuatu hal yang tidak masuk akalpun harus diyakini.

Seperti yang terjadi saat ini, dilansir dari detikNews Senin, 06 juli 2020 Kementerian Pertanian berencana untuk memproduksi kalung Eucalyptus sp anti korona secara massal. Dan hal ini dipertegas kembali oleh Indi Dharmayanti selaku kepala balai besar penelitian veteriner kementrian pertanian dengan ungkapan bahwa konsentrasi 1 persen eucalyptus sp yang dihirup selama 5-15 menit mampu mencapai alveolus atau sel-sel yang terdapat dalam paru paru dan dapat membunuh 80-100 persen virus corona.

KHASIAT EUCALYPTUS SP

Setelah ditelusuri dengan adanya penelitian di web Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (balit bangtan) tidak ditemukan khasiat dari Eucalyptus sp tersebut. Sejauh ini hanya ada satu jurnal ilmiah dari india yang membahas evek Eucalyptus sp di Covid 19 dan penelitiannya masih dalam tahap insiliko (simulasi komputer).

Belum ada kejelasan yang efektif dari Eucalyptus sp sebagai penangkal virus corona  tetapi dengan gamblangnya Kementan ingin mendistribusikan kalung corona tersebut ke daerah-daerah dan wilayah sekitaran indonesia.

Jika nantinya kalung corona ini tetap diproduksi, tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Tentu ini akan menjadi sebuah pertanyaan bagi setiap kalangan, salah-satunya adalah Komisi 1V DPR RI Andi Akmal Pasludin yang terheran melihat kinerja kementan yang seharusnya lebih mengutamakan kestabilan ekonomi bagi rakyat yang berdampak wabah. Bukan malah disibukkan dengan urusan yang tidak jelas arah tujuannya, yang ujung-ujungnya akan menyengsarakan rakyatnya.
Beginilah jadinya ketika Negara ini dipimpin oleh Ruwaubidhah yang tidak mengerti sepenuhnya tentang urusan orang banyak. Penguasa yang tidak memiliki kapabilitas dalam mengurusi urusan umat.

Kezhaliman akan terus terjadi jika sistem demokrasi kapitalis ini masih terus diagung- agungkan. Penguasa hanya mementingkan urusan mereka sendiri. Inilah gambaran atas rezim kapitalis saat ini yang terjadi dimana para penguasa sudah tidak memiliki hati nurani lagi.

ISLAM DALAM MENANGANI WABAH

Berbeda dengan sistem islam yaitu khilafah dalam menangani wabah. Seperti pandemi saat ini yang terjadi. Negaralah  yang akan memfasilitasi kebutuhan rakyatnya, dari penyediaan obat-obatan sampai dengan sembako jika diadakan lockdown. Negara akan mengeluarkan dana yang cukup besar secara gratis yang akan diperoleh dari SDA secara mandiri.

Indahnya ketika hidup di negara dengan sistem Islam bernama khilafah dimana seorang pemimpin atau seorang khalifah akan menunjukkan karakternya sebagai seorang pemimpin yang bersegera menyelesaikan masalah rakyat yang menjadi tanggung jawabnya. Sigap dalam mengurusi urusan umat, mengerti apa yang dibutuhkan umat.

Karena penerapan sistem islam yang dilaksanakan secara sempurna, mengikuti jejak pendahulunya yaitu Baginda Rasulullah Salallahu alaihi wasalam. Siapapun pemimpinnya harus menjadikan Rasulullah Salallahu alaihi wasallam dan para khalifah setelahnya sebagi panutan.[]

Oleh : Yuslinawati
Aktivis Islam

Posting Komentar

0 Komentar