TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Penyesatan Sistemis Melalui Kurikulum Moderasi



Pemerintah terus menggalakkan program moderasi beragama yang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Kemenag telah menjabarkan moderasi beragama dalam Rencana Strategis (renstra) pembangunan di bidang keagamaan lima tahun mendatang.

Menurut Menag, moderasi beragama diimplementasikan dalam sejumlah program strategis, antara lain review 155 buku pendidikan agama, pendirian Rumah Moderasi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan penguatan bimbingan perkawinan.

“Moderasi beragama harus menjadi bagian dari kurikulum dan bacaan di sekolah. Kami telah melakukan review 155 buku pelajaran, muatan tentang pemahaman keagamaan yang inklusif diperkuat,” kata Menag seperti dikutip dari laman resmi Kemenag. (Okezone.com 3/07/2020 )

Memasuki tahun ajaran 2020/2021, madrasah menggunakan kurikulum Pendidikan Agama Islam atau PAI dan Bahasa Arab yang baru. Kurikulum tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Agama atau KMA 183 tahun 2019
.
"Mulai tahun pelajaran 2020/2021, pembelajaran di MI, MTs, dan MA akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. KMA 183 tahun 2019 ini akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah," kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar dalam rilis yang diterima detikcom pada Sabtu (11/7/2020).

Sebagai tindak lanjut KMA 183 tahun 2019, nantinya madrasah akan menggunakan buku yang sebelumnya telah dinilai Tim Penilai Puslibang Lektur dan Khazanah Keagamaan. Sebanyak 155 buku telah disiapkan, termasuk untuk PAI, akan menjadi instrumen kemajuan serta mempererat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meletakkan materi sejarah khilafah, jihad, dan moderasi beragama secara korelatif dalam berbagai bentuk perjuangan muslim. Perjuangan dimulai sejak zaman Nabi hingga masa kini dalam membangun peradaban masyarakat modern.

"Materi sejarah khilafah, jihad, dan moderasi beragama dalam buku ini disajikan secara integratif, sehingga siswa MI, MTs hingga Madrasah Aliyah atau MA dapat memperoleh literasi yang luas atas keserasian tiga materi itu dalam perkembangan peradaban Islam," kata Umar pada (15/12/2019) lalu.Sabtu (11/7/2020). (Detik.com 11/07/2020)

Kurikulum moderasi makin kuat mendapat legitimasi dengan beberapa perubahan KMA untuk pelajaran PAI dan Bahasa Arab. Demikian pula penghapusan materi khilafah dan jihad dari maple fiqh dialihkan ke maple sejarah dan dibahas dengan perspektif moderasi. Sungguh ini berbahaya, sebab akan menghilangkan khilafah dari fiqh siyasi (politik) islam.

Program tersebut telah menjadi bukti kemana arah pendidikan negeri ini, yaitu sekulerisasi pendidikan (pemisahan agama dari kehidupan). Ini adalah pengalihan sistemis terhadap ajaran islam dan bentuk kelancangan terhadap syariat-Nya. Serta menjauhkan umat dari ajaran agamanya secara utuh.

Islam adalah ajaran yang sempurna dan mulia. Dengan kesempurnaanya, maka islam wajib digenggam erat setiap oleh setiap pemeluknya. Khilafah dan jihad adalah bagian ajaran islam yg mendasar , bersumber dari al-qur'an dan hadis, wajib dipelajari. Bahkan harus didakwahkan dan diperjuangkan agar kembali hadir ditengah-tengah kehidupan kaum muslim . Sebab menegakkan kembali khilafah adalah sebuah kewajiban.

Karena sejatinya, khilafah akan menjadi penyelamat negeri ini dari penjajahan dan perampasan sumber daya alam negeri ini, menjadi solusi atas permasalahan negeri . Wallahu'alam.[]

Oleh : Nurul Afifah

Posting Komentar

0 Komentar